prolog

18.6K 1.4K 201
                                        

Yang Win ingat, ia langsung berlari masuk ke dalam rumah Bright sambil memberontak kuat meminta untuk di lepaskan

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Yang Win ingat, ia langsung berlari masuk ke dalam rumah Bright sambil memberontak kuat meminta untuk di lepaskan. Ia sudah tidak peduli apa pun lagi, yang ia inginkan saat ini hanyalah penjelasan dari ibu Bright tentang apa maksudnya mengirimkan pesan seperti itu.

Tapi, apa ini? Apa yang sekarang ia lihat? Kenapa Bright ada di peti?

Dengan langkah pelan dan mata mulai memburam, Win mencoba melangkahkan kakinya yang terasa berat sambil berdoa kalau yang ada di peti itu hanyalah orang yang mirip dengan Bright, bukan Bright yang asli.

Kakinya terasa lemah dan tidak dapat menahan tubuhnya lagi hingga membuatnya hampir jatuh apabila tidak di tahan oleh beberapa orang.

"Win.." bisik Khao namun sama sekali tidak Win pedulikan karena kini ia telah bertumpu pada kedua kakinya yang lemas.

Bright di sana.

Diam tidak bergerak dan tidak bernafas. Wajahnya pucat. Bajunya masih sama dengan yang dia pakai tadi namun sedikit berbeda karena terdapat bercak darah yang menghiasi beberapa sisi bajunya.

"Bright.." bisik Win pelan sambil mengulurkan tangannya untuk menyentuh tangan bernoda darah itu dengan hati-hati.

Dingin. Kemana perginya tangan hangat Bright?

"Bri, lo ngapain di sini?" Ujar Win yang mulai mencoba mengangkat tubuh Bright, namun hanya rasa dinginlah yang ia dapatkan.

Badan itu terasa dingin.. Bright tidak boleh kedinginan seperti ini, nanti dia bisa sakit.

"Badan lo kok dingin banget bri? Sini gue pelukin" bisik Win sambil memeluk erat tubuh dingin Bright tidak ingin melepaskannya. Perlahan isakan tangis mulai keluar dari beberapa orang yang ada di sekitarmya karena melihat apa yang ia lakukan saat ini.

Engga, Bright baik-baik saja. Kenapa semua orang menangis?

Cowo itu pasti hanya bercanda kepadanya saat ini.

Dia hanya bercanda.

Iya kan bri?

'Gue ga gila dan Bright masih hidup! Dia masih genggam tangan gue tadi pagi. Dia... ga mungkin ninggalin gue....

Lo ga ninggalin gue kan bri?'

"Bangun Bright.. gue mohon" bisik Win lemah sebelum semuanya gelap karena pandangannya yang mendadak kabur dan kelopak matanya yang terasa berat tidak dapat ia tahan lagi.

.
.
.

"Ini udah seminggu, tetapi Win masih tidak mau keluar kamarnya sama sekali

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


"Ini udah seminggu, tetapi Win masih tidak mau keluar kamarnya sama sekali. Bagaimana ini?" Ujar wanita itu cemas ketika melihat Win yang duduk bersandar pada ranjangnya dengan lutut yang tertekuk dan kepala di tenggelamkan terlihat begitu kacau.

Ia sama sekali tidak ingin makan dan minum hingga hanya infus yang berada pada punggung tangannyalah yang menyelamatinya.

"Saya sarankan untuk membawanya ke rumah sakit, jiwanya sedikit terguncang sekarang. Dan itu sangat mengkhawatirkan jika terus menerus terjadi apabila tidak di berikan penanganan" ujar sang dokter membuat wanita itu akan menangis sekarang juga ketika melihat keadaan putra satu-satunya yang jauh dari kata baik saat ini.

"Mae mohon, bertahanlah Win. Hanya sebentar saja"

.
.
.


Kantung mata yang gelap, pandangan mata yang kosong, serta wajah dan tubuh yang semakin kurus itu akhirnya terlihat ketika Win menegakkan kepalanya.

Pipinya basah kembali karena menangis. Tangannya bergerak untuk melepas infus dan berjalan dengan tertatih-tatih menuju kamar mandi. Menghidupkan shower yang mengeluarkan air cukup deras untuk mengguyur tubuh kurusnya. Tangannya beralih mengambil sesuatu yang tampak mengkilap dari laci kamar mandinya.

Gue cuman harus akhiri ini semua kan?

























Tbc

Yeeee ketemu di pt 2

Pacar Pt2✔Stories to obsess over. Discover now