Seluruh tokoh adalah ciptaan
Masashi Kishimoto
🎬🎬🎬🎬🎬
Sesosok pemuda yang tergeletak dengan bersimbah darah diseluruh tubuhnya perlahan membuka matanya. Rasa nyeri dan sakit di sekujur tubuhnyalah yang menyapanya begitu ia telah dapat memfokuskan penglihatannya. Dapat dilihatnya langit yang masih didominasi warna gelap namun juga terdapat secercah cahaya yang mulai menyinari dari belahan bumi bagian timur. Ia juga melihat tanah dan tebing-tebing di sekitarnya berlubang dengan bercak darah di mana-mana.
'Seperti di lembah' pikirnya. Ia pun menoleh ke kanannya. Matanya membulat seketika saat mendapati suatu hal mengejutkan di sana. Dapat dilihatnya tangannya yang hanya tersisa sampai lengan baju abu-abu miliknya. Namun bukan itu yang membuatnya terkejut, tapi sosok pemuda lain berambut hitam kebiruan yang terkapar di sebelahnya.
"Jika aku mati di sini, siklus panjang takdir yang dibicarakan Rikkudo Sennin mungkin juga akan berakhir. Ini........ adalah revolusi. Aku..... akan mengakhiri hidupku disini"
Beberapa memori pun langsung menyapa pikirannya yang tadi mendadak lupa.
"Sas.... suke!"
Tanpa menghiraukan dan keadaan dirinya sendiri pemuda berambut kuning itu berusaha bangun dari posisi berbaringnya. Meskipun masih memiliki luka di sekujur tubuhnya namun beruntung berkat bantuan dari cakra rubah ekor sembilan yang mendiami tubuhnya dan tidur semalaman ia kini sudah merasa lebih bertenaga daripada kemarin setelah bertempur dengan seorang teman.
"Sasuke?"
Diusapnya lembut darah yang mengotori sudut bibir Sasuke, membersihkan sekaligus berharap tindaknnya itu dapat membangunkan pemuda berambut hitam itu. Namun pertempuran mereka kemarin sepertinya benar-benar menguras cakra masing-masing, ia merasakan cakra Sasuke yang melemah. Keadaannya pun tak jauh berbeda dari dirinya. Luka dan bercak darah diseluruh tubuhnya, bedanya jika dirinya kehilangan tangan kanannya, Sasuke kehilangan tangan kirinya.
"Sasuke bertahanlah"
Cahaya oren mulai menguar dari dalam tubuhnya. Berkobar layaknya api, hanya dengan satu-satunya tangan yang masih tersisa, cahaya itu mengalir ke tubuh Sasuke dan perlahan membungkus tubuh itu. Meski ia pun masih dalam keadaan yang tidak terlalu baik untuk berbagi cakra, tapi setidaknya ia sedikit membantu Sasuke, ia juga yakin Kyubi memiliki cakra yang lebih dari cukup untuk membantu memulihkan cakranya sendiri dan orang lain.
Perlahan kelopak mata seputih salju itu mengerjab terbuka, mengungkapkan mata segelap malam miliknya. Melihat itu wajah si rambut kuning tersenyum lega, akhirnya usahanya membuahkan hasil.
"Sasuke"
Suara si rambut kuning langsung menyambut kesadaran Sasuke. Dalam keadaan telinganya yang terasa berdenging Sasuke mendengar bahwa ada suara dari orang yang dia kenal memanggil namanya. Wajah di atasnya yang sebelumnya terlihat buram perlahan mulai menajam sehingga terlihatlah wajahnya.
"Na.... ruto"
"Iya, ini aku. Bagaimana keadaanmu?"
"B-baka"
Sasuke berguman pelan. Sungguh selain tidak peka Naruto memang dari dulu bodoh. Ia merutuki otak Naruto yang sangat lama merespon sesuatu. Apakah masih perlu ditanyakan jika dia sendiri bisa melihatnya.
"Hey kenapa malah mengataiku? Aku kan khawatir."
"Lalu apa? Kau ingin aku bilang baik-baik saja? Baiklah. Aku baik-baik saja Naruto."
Naruto mendengus mendapat respon seperti itu, tapi meskipun demikian dia tetap membantu Sasuke untuk duduk. Dia sedikit meringis saat kembali merasakan sakit pada lengannya yang dia gunakan untuk membantu Sasuke.
YOU ARE READING
Can(t) We
FanfictionSetelah berhasil meluluhkan hati Sasuke, Naruto tidak menyangka keputusannya membawa kembali sang sahabat ke desa adalah sebuah kesalahan yang membuatnya harus merelakan sahabatnya kembali. Mulai : 1 Juli 2020 Selesai : ?
