1|Murid baru.

39.3K 869 48
                                        

Selamat baca
--------------------------

"Ava bangun ini udah mau siang!" Teriak sifa dari depan pintu kamar, tak ada sahutan didalamnya ia membuka pintu kamar.

Bukk

"Aduh..kak kalau buka pintu salam kek, kasar banget buka pintunya" ava meringis memegang dahinya yang terhantam pintu. Ia sudah rapi dengan seragam sekolahnya.

"Lagian lo juga sih, diteriakin dari tadi gak keluar-keluar, ayo udah pada nunggu, dasar kebo."ejek sifa sambil menggandeng ava turun kelantai dasar untuk sarapan.

Ava menatap tajam sifa tak terima, bukan dirinya saja yang kebo kadang dia juga kebo. Salahkan saja tugasnya yang numpuk hingga bergadang semalaman.

Ava dan sifa berjalan menurunin tangga

"pagi ma, pa, dan semua"Sapa ava.

Papa terseyum membalas sapanya.

"Pagi sayang, tumben telat turunnya?" Tanya luna.

"Tadi malam ava lembur ma"jawab ava ikut bergabung dimeja makan. Ia duduk disamping laila dan di depannya terdapat kevin yang sibuk dengan sarapannya.

"Ma, papa berangkat dulu, ada meeting pagi. " ucap andre bangkit dari duduknya dan menatap keempat putrinya "uang jajan kalian masihkan?"Lanjutnya.

"Masih pa"jawab keempat putrinya bersamaan,

luna berjalan menggandeng sang suami untuk mengatarnya sampai depan pintu.

"Uang lo masih sif? "Tanya fia setelah sang papa meninggalkan meja makan.

"Udah mau nipis kemarin kita habis belanja"bisik sifa menghela napas berat, Mereka tak berani meminta jika bukan jatah waktunya, mereka tak mau aset berharga mereka disita sang papa.

Fia memberi kode pada sifa dengan melirik kevin yang ada disamping kanannya
"kak kevin minta uang dong, uangnya kemarin habis buat kebutuhan"ucap sifa yang mengerti maksud fia.

"Iya kak pleas... kita mau jajan apa coba nanti kuliah?" ucap fia membantu sifa bicara, sedangkan laila dan ava hanya menonton dan menikmati sarapan mereka.

Kevin membuka dompet dan mengeluarkan 8 lembar uang ratusan untuk dua adiknya. "jangan boros lagi!, kakak bilangin papa baru tau rasa kalian"ujarnya memperingati kedua adiknya, baru juga kemarin mereka diberi jatah uang saku oleh papa sekarang sudah minta kepadanya.

Sifa dan fia tersenyum manis menerima uang dari sang kakak "makasih kak, baik banget dah." jawab sifa bangkit dari duduknya.

"aku doain dapat istri sexy kak " Teriak fia lari menarik sifa keluar rumah, takut akan amukan kevin.

ava dan laila menghentikan tawanya saat melihat tatap tajam dari kevin.

"ayo berangkat udah siang!" perintah kevin.

Ava dan laila bergegas mengikuti kevin dari belakang, mereka selalu berangkat bersama, karena arah kantor kevin searah sekolah mereka.

"Va cakep ya cowoknya"ucap laila menghentikan kesunyian dalam mobil.

Ava mengarahkan tatapannya kearah tunjuk laila tadi, seorang cowok pengendara montor disamping mobil mereka."Iya, bukankah seragam itu... seragam sekolah kita?"ucap ava saat menyadari seragam cowok itu sama seperti dirinya.

Laila melihat seragam yang dikenakan cowok itu.
"Iya, tapi gue gk pernah lihat tuh cowok."

"Gak usah mikirin cowok! kalian sekolah yang bener, terutama kamu ava. Kamu anak terakhir jangan seenaknya."peringat kevin disela-sela pembicaran kedua adiknya.

 Love with my little sisterStories to obsess over. Discover now