Chapter 1

41 2 1
                                        


Disclaimer : Bleach © Tite Kubo

Warning : AU, OOC, Typo(s), bagian yang berhuruf miring adalah isi diary Ruki-chan.

.

.

PURPLE DIARY

1

.

2 Maret 20XX

Awal musim semi, bunga sakura bermekaran disetiap jalan kota Karakura. Aku memutuskan untuk pulang sekolah lebih dahulu, meninggalkan Senna yang mendapat pidato hebat dari wali kelas gara-gara beberapa nilainya berakhir dengan tinta merah mengenaskan. Perjalanan pulang, aku melewati gang yang lumayan sepi, kulihat beberapa gerombolan preman ber-jeans rombeng lengkap dengan pakaian hitam dan jaket kulit. Aku hanya diam, tidak berani melangkah maju, juga takut mencoba untuk lari. Hingga Salah seorang dari mereka menyadari kedatanganku. Dia semakin mendekat dengan kerlingan mesum dan rayuan nakal, aku gemetar...takut. Apa yang bisa dilakukan oleh murid kelas satu SMU sepertiku? Aku yang takut hanya menutup kedua mataku hingga akhirnya salah satu dari mereka menyentuh bahu kiriku. Aku menjerit. Sebuah tangan besar menarik lenganku, dia menyingkirkan ku hingga kepinggiran gang. Ketika mendengar suara pukulan yang bertubi-tubi aku semakin mengkerut dipinggiran, nyaliku semakin menciut untuk melihat kejadian itu. Pada akhirnya aku sadar sebuah suara halus khas remaja laki-laki bertanya padaku, kubuka mata kulihat preman-preman laknat itu yang sudah tak berdaya dan seorang remaja laki-laki berambut orange jabrik dengan wajah yang... tampan. Dia menolongku. Rukia kau harus berterimakasih.

15 Maret 20XX

Setelah pertemuanku dengan pahlawan penyelamat waktu itu, aku terus memikirkannya sampai sekarang. Terlebih saat kulihat bahwa waktu itu dia memakai seragam sekolah yang sama denganku, itu berarti masih ada harapan untuk mengenalnya. Hihi.. kalau dipikir-pikir ini baru pertama kalinya aku memikirkan seorang laki-laki sampai seperti ini, mungkinkah aku menyukainya? Kheh, aku belum tahu. Yang pasti dia, pria berambut orange itu dengan suaranya yang halus terus mengiang ditelinga dan otakku, selama lebih dari seminggu ini.

17 Maret 20XX

Hari ini adalah hari yang paling menakjubkan sepanjang masa! Bahkan mungkin aku akan mencatat hari ini sebagai hari bersejarah untukku. Setelah mendapat pemberitahuan tentang kenaikan kelas dan libur selama 2 minggu, akhirnya sekarang aku menjadi murid kelas dua dan menjadi seorang senpai. Tapi yang paling membahagiakan adalah.. Aku satu kelas dengan Pangeran Orange. Rasanya aku ingin pingsan saat melihatnya memasuki ruang kelas baruku, ok itu mungkin terlalu berlebihan, tapi aku benar-benar senang! Dan ternyata nama asli Pangeran Penolong tersebut Kurosaki Ichigo, hihihi kedengarannya lucu juga, rambutnya jeruk kenapa namanya strawberry? Tapi jangan tanyakan ini didepannya ya, karena kudengar saat SMP dia sering berkelahi hanya karena rambut orange-nya. Walaupun karakter Ichigo yang sebenarnya memang seperti itu. Dingin, cuek dan seenaknya. Tapi dia tetap keren!

27 Mei 20XX

Berbulan-bulan aku dan Orangeberry satu kelas, tapi tidak ada kemajuan dalam hubungan kami. Apa hubungan? Oh, aku'kan tidak terikat apapun dengannya, kenapa aku bisa katakan ini hubungan. Jelas saja, aku berbicara padanya hanya saat penting saja, dia lebih suka menggerombol dengan anak laki-laki atau yang paling sering kulihat dikerubungi para gadis. Tapi dia tidak akan menanggapinya, hanya diam dan bersikap dingin. Tidak berperasaan. Tahukah dia bahwa mereka menyukainya?

15 Juli 20XX

Hari ini adalah hari ulang tahun Orangeberry. Hihi.. Orangeberry, kalau dia tahu aku memanggilnya seperti itu, aku tidak yakin apa aku masih bisa melihat matahari terbit esok, tapi julukan itu rasanya manis dan pas untuknya, hehe.. maaf Ichigo. Aku mengucapkan selamat ulang tahun padanya, sama seperti teman-teman yang lain. Karena dia merupakan siswa populer –tapi entah kenapa aku tidak mengenalnya sebelumnya, apa aku termasuk KuPer?- maka tidak sedikit yang memberinya ucapan selamat, terlebih murid perempuan. Dari pagi hingga istirahat makan siang, kelasku hampir tidak sepi, semuanya karena ulang tahun si Orangeberry. Aku yang selalu memperhatikannya secara diam-diam ini, juga akan memberinya hadiah secara diam-diam. Aku tidak berani memberikannya langsung. Saat mengucapkan selamat saja, aku hanya bisa tertunduk, aku malu, tidak mampu melihat wajahnya. Aku meletakkan kadoku kedalam loker Orangeberry. Saat pertama kali membuka loker Orangeberry, aku sangat shock, banyak sekali hadiah didalam sana, bahkan loker Orangeberry sampai penuh. Untung masih ada sedikit ruang untuk kadoku, aku memberinya sebuah jam tangan, semoga kau menerima hadiah kecilku ini Ichigo.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 28, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

PURPLE DIARYWhere stories live. Discover now