Bab 1

25 1 0
                                        

Hay redars salam kenal, semoga suka yaaa

________________________________

"Nah itu dia orangnya dateng. Heh bayar kas lo"

Jangan tanya siapa yang berteriak itu, dia Intan seorang bendahara di kelas 12 IPA2 SMA Pelita jaya. Intan dikenal sebagai perempuan yang galak, apalagi saat dirinya benar-benar menjiwai peran sebagai seorang bendahara. Tapi tetap saja masih ada yang susah untuk membayar kas terutama anak kos yang selalu beralasan belum mendapatkan kiriman.

"yaelah tan, lo tuh ga sopan banget si pagi-pagi udah minta duit aja. " Jawab seorang laki-laki yang termasuk kedalam daftar manusia yang selalu menunggak uang kas dikelas ini, tapi asal kalian tahu dia bukan anak kos, melainkan anak orang yang berada, usaha orang tuanya saja tersebar luas di Indonesia.

Setelah mendengar jawaban tidak tau diri itu, Intan kemudian bangkit dari tempat duduknya menghampiri tempat duduk yang ada didepan Raka, anak laki-laki itu.

" Heh lo tuh tambah ga sopan, ngutang ga tau diri" sahut Intan dengan emosi yang sudah dipuncaknya.

"Emang ini hari apa, kok lo udah mintain kas aja, bukannya kas itu hari selasa ?" jawab Raka dengan mencari pembelaan.

"Emang kalo hari selasa lo pernah bayar kas ? " Raka hanya diam dan memberikan cengiran khasnya.

"Udah ga usah senyum-senyum sok manis lo, mana cepet bayar !" tegas Intan sembari menjulurkan tangannya mengadah sebagai simbol bahwa dia meminta Raka menyerahkan uangnya.

"Jangan pagi-pagi gini juga kali tan, gue belom jajan" Raka tidak henti-henti nya memberikan alasan.

"Justru karna lo belom jajan gue sengaja minta itu duit ke lo, nanti kalo lo udah jajan lo pasti ngomong, 'duit gue abis tan besok aja ya' ,gitu aja terus sampe lebaran monyet." Jawab Intan sembari menirukan gaya bicara teman sekelasnya ini.

"Emang utang gua berapa sih, nagihnya kayak gua punya utang milyaran aja" jawab Raka dengan wajah kesal sembari mengerluarkan dompetnya dari dalam saku celananya.

Intan mulai menghitung berapa banyak tunggakan Raka , karena memang Raka jarang sekali bayar uang kas dan uang iuran-iuran lainnya.

"Lama banget sih" Raka pun mulai malas menunggu gadis ini.

"Gausah berisik lo, ganggu aja. Gua lagi fokus nih, utang lo tuh banyak banget" jawab Intan kesal lantaran konsentrasinya dirusak oleh Raka

"Mana coba gua liat" kata Raka

Karena penasaran akhirnya Raka pun berinisiatif ingin melihat seberapa banyak tunggakannya itu, dia merasa tidak terlalu sering nunggak kas, tapi kenapa gadis ini menagihnya seperti dia terlilit utang milyaran.

"Nih ya kita ini semester 2 dan kita masuk awal bulan januari kemaren, ini udah bulan maret dan lo baru bayar sekali doang dihari pertama bayar uang kas, setiap minggu kita kas goceng, itung sendiri tu berapa minggu lo ga bayar" jelas Intan panjang lebar.

Raka yang tidak paham dengan apa yang Intan bicarakan hanya diam dan menatap rincian buku bendahara ini, bagaimana bisa Intan mengatur uang murid satu kelas yang banyak ini dengan teleti. Belum lagi Intan juga menjabat sebagai bendahara osis yang harus mengatur kas osis, sepongsor ketika ada acara disekolah, Raka tidak bisa membayangkan betapa rumitnya, gila si ini bendahara.

"Woy, paham ga si diem aja !" teriak Intan yang membuat Raka terjingkat

"Gila ya lo, bisa pelan-pelan ga si ngomongnya. Lo tuh ya kalo orang ga kenal tau nya lo kalem pendiem, padahal mah....."jawab Raka dengan menggantungkan ucapannya

"Apaan si lo" ucap Intan risih

"Liat penampilan lo, syar'i banget udah kayak ukhty-ukhty, tapi suara lo tuh kayak preman komplek"

"Bodo amat, cepet mana bayar!"Intan semakin kesal lantaran Raka malah membicarakan penampilannya.

"Ya berapa, lo aja dari tadi ga bilang" Raka pun ikut kesal karena dari tadi tidak dijelaskan berapa hutangnya.

"Gila lo ya, dari tadi gue jelasin panjang lebar, rinci gitu lo ga ngerti juga?"

"Engga, ribet banget "

"Yaudah total utang kas lo..." ucap Intan terjeda dan langsung menatap Raka dengan tatapan kesalnya

"Kenapa?" jawab Raka yang merasa bingung karena tiba-tiba ditatap dengan seperti itu.

"Wah gila ya lo,nih sama iuran buat lomba kelas waktu kita kelas 11 juga lo belom bayar" jawab Intan sambil menunjuk buku rinciannya ini.

"Bener-bener ya lo kebangetan. Udah jadi total uang kas nya lo nunggak 40 ribu, sama iuran kelas 11 itu 30 ribu jadi total semuanya 70 ribu." Jelas Intan

Raka hanya diam menganga mendengar segitu banyak hutangnya tanpa ia sadari, akhirnya dengan berat hati dia memberikan uang didompetnya yang hanya tinggal selembar seratus ribuan itu kepada bendahara kelas ini. Raka memang anak orang berada tapi dia tidak manja dengan terlalu menikmati fasilitas dari orang tua nya.

"Oke uang lo seratus ribu ya, ini kembaliannya 30 ribu" jelas Intan sembari memberikan kembalian kepada si tukang ngutang ini.

Setelah urusannya dengan Raka selesai Intan langsung bangkit dan kembali ke bangkunya, baru beberapa langkah ia berjalan meninggalkan tepatnya tadi ia pun berbalik.

"O iya, itu tadi sama uang kas minggu ini, jadi minggu depan lo udah mulai bayar kas wajib lagi" ucapnya sambil memberikan senyum manisnya .

"Bodo amat, uang gue abis lo plorotin tan gini caranya"

"Hei kalo ngomong, ini kewajiban lo !"

" Kasian gua sama suami lo nanti, pasti stress ngadepin cewe kayak lo"

"Justru gua yg kasian sama istri lo, punya suami pelit perhitungan gini" jawab Intan dengan muka mengejeknya, sebeleum urusan ini semakin panjang Intan berjalan meninggalkan laki-laki ini dengan muka kesalnya. Sesampainya di tempat ia biasa duduk tiba-tiba ada yang memanggil namanya.

" Intan ".........

TBC....

Semoga suka yaaa, buat teman-teman semuaa jangan lupa sehat dan senangnya yaa xoxo

Salam sayang

Erinn

Hidup BaruStories to obsess over. Discover now