Berbinar [Scheinen]

188 73 21
                                        

TIK TOK, TIK TOK, TIK TOK, TIK TOK

Terdengar suara jam di mana hari itu dia menunggu jam keberangkatan pesawat nya di bandara.
Seorang pemuda yang bernama Febrian, pemuda yang sedang berusaha mewujudkan sedikit demi sedikit impian dan cita citanya.
Dia di terima bekerja di salah satu kontraktor di negara jerman, tepatnya di kota dortmund.
Detik demi detik terlewati, tiba saatnya jam keberangkatan pesawatnya tiba, dia bergegas menuju pesawat yang akan membawanya ke negeri orang. tak terasa air mata menetes di pipinya, dia teringat akan semua hal di dalam hidupnya, kisah cinta yang teramat perih sebelumnya, perjuangan orang tua dan adik adik nya, dan masih banyak lagi hal yang terngiang di benaknya. setelah sampai di pesawat ia segera mencari nomer bangku, saat pesawat take-off ia berusaha memejamkan mata, maklum saja saat berangkat dari jogjakarta ke jakarta menggunakan bis dia tak tidur semalaman.

Setelah berjam-jam akhirnya pesawat yang ia tumpangi mendarat dengan selamat di negara jerman, saat ia pertama kali melangkah kan kakinya dan turun dari pesawat kembali air matanya menetes.

"apakah ini nyata?atau ini mimpi?"
Gumamnya dalam hati.
Ia segera menuju ke luar bandara untuk menunggu jemputan yang akan membawa ke tempat ia bekerja.
Selang sekitar 1 jam an,datanglah sebuah mobil yang berhenti di depan nya.

(membuka kaca mobil) dan bertanya
"mas Febrian ya?

Febrian: "iya pak, pak Hermawan ya?
Hermawan: "iya mas, cepat masuk mobil,segera saya antar ke kantor dan mess.

Pak Hermawan adalah salah satu karyawan di perusahaan kontraktor tempat Febrian bekerja nanti, kebetulan dia juga sudah lama bekerja di jerman. dia jugalah yang memberi tahu kepada Febrian kalau kontraktor tempat dia bekerja sedang membuka lowongan pekerjaan di bagian mekanik.
Febrian sendiri mengenal pak Hermawan hanya dari sebuah grup facebook aquascape indonesia. kebetulan juga mereka memiliki hobi yang sama.

Setelah sekitar satu jam setengah mereka melalui perjalanan dan berbincang bincang tentang pengalam pengalam kerja dan hobi Febrian, akhirnya mereka sampai di kantor perusahaan.

Pak Hermawan: "mas tunggu di sini dulu ya, saya mau parkir mobil dulu"

Febrian: "baik pak.

Febrian pun akhirnya menunggu dan duduk di sebuah bangku yang terdapat di depan kantor tersebut, selang beberapa menit akhirnya pak Hermawan datang dan langsung mengajak Febrian naik ke kantor untuk mengurus segala hal untuk pekerjaannya.

Setelah semua selesai Febrian pun di antar oleh pak Hermawan ke workshop perusahaan untuk sekedar melihat lihat tempat untuknya bekerja besok.
Setelah puas melihat lihat akhirnya ia di antar pak Hermawan menuju mess perusahaan, tempat di mana ia akan tinggal selama bekerja di jerman.

Setelah sampai di mess kemudian pak Hermawan pamit kembali ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan nya,ya maklum saja pak hermawan bekerja di bagian office kontraktor tersebut, sedangkan Febrian akan bekerja di workshop.

Setelah memasuki mess Febrian bergegas membereskan semua barang,menata pakaian dan kasur. setelah semua beres di lanjut dengam mandi dan membersihkan badan.
Setelah semua selesai ia duduk termenung di kursi sambil menggumam.

"apakah ini jalan yang tepat? Jerman? Jerman? Sedangkan gue nol besar dalam bahasa jerman!

Ia terus saja bergumam seperti itu, dia tak pernah kursus ataupun sekolah bahasa jerman, bahkan bahasa inggris pun dia hanya bisa sedikit sedikit.
Setelah itu dia beranjak untuk mengambil telfon genggam nya dan mencoba menghubungi pak Hermawan lewat WhatsApp.

Febrian :"pak ini serius saya beneran kerja di sini? Sedangkan saya gak bisa bahasa jerman?"

Namun sayang whatsapp dari nya tak kujung di balas oleh pak Hermawan, Febrian pun bingung entah akan melakukan apa di mess, diapun coba mendengarkan musik lewat telfon genggamnya, namun tetap saja dia merasa bosan, akhirnya di putuskanlah keluar mess untuk sekedar berjalan jalan di sekitar mess, kebetulan di depan messnya terdapat sebuah suangi yang bersih dan indah yang tepat untuk mengusir kebosanannya.
Dia mulai berjalan sampai menemukan sebuah bangku yang enak untuk bersantai memandangi sungai dan orang orang yang berlalu lalang.

Mulailah dia menyalakan sebatang rokok dan membuka minuman botol yang ia bawa dari indonesia, saat dia sedang menikmati minuman dan sebatang rokok tadi, terdengar suara wanita yang berpakaian dokter sedang asik telfon dengan seseorang, terdengar samar samar apa yang dia obrolkan dan berbahasa indonesia, setelah wanita itu mengakhiri telfon tersebut lantas febrian bergegas menghampiri wanita tersebut dan berkata

Febrian: "maaf kak mau tanya, kakak orang indonesia?"
Wanita: "iya, bagaimana? ada yg bisa saya bantu?"
Febrian: "engga kak,cuman mau kenalan aja, kebetulan saya baru aja sampai di jerman dan gak punya temen"

Terlihat wanita tersebut terkesan bodot amat dengan ucapan Febrian dan mulai bergegas meninggalkan Febrian, setelah merasa ucapannya hanya di sepelekan lantas Febrian kembali duduk di kursi dan kembali memandangi sungai di depannya.
Saat itu pun dia merasa benar benar tak ada yang peduli dengannya selain orang tua dan adik adiknya saat ia merasa kebingungan, jam demi jam berlalu dan sang surya tampak perlahan lahan mulai tenggelam di langit kota dortmund. Ia segera bangkit dari duduknya dan mulai melangkah pulang ke mess tempat dia tinggal, berjalan pelan pelan sambil menikmati malam pertamanya di kota dortmund. Malam yang penuh dengan gemerlap cahaya lampu gedung dan mobil, sesampainya di mes ia langsung mencari telfon genggam nya dan berharap pak Hermawan membalas pesan WhatsApp nya, dan benar saja, ternyata pak hermawan membalas pesannya,

Pak Hermawan: "iya serius mas Febrian di bekerja di sini, masa bohongan hehe, tenang mas besok saya ajarin sedikit demi sedikit, yang penting serius belajarnya supaya cepat lancar ngomong bahasa sini nya"

Febrian: "hehe baik pak saya janji bakalan belajar yang serius"

Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 21.00. Namun matanya tetap saja tak bisa di pejamkan, dia pun mempunyai inisiatif untuk memasak air dan menyeduh kopi hitam, setelah air mendidih ia mengambil cangkir dan menuangkan kopi dan gula. Saat semua selesai dia langsung ke luar untuk sekedar menikmati angin malam dengan secangkir kopi dan sebatang rokok, tak lama kemudian dia merasa mendengar suara yang tak asing di telinganya, seperti suara seseorang tadi sore yang dia temui, dan benar saja, ternyata itu memang perempuan yang dia temui tadi sore saat sedang bersantai di pinggir sungai.

TO BE CONTINUE ☺️

LOVE STORY FROM KÖLN Stories to obsess over. Discover now