Hari jumat yang cerah ini, aku jalani seperti biasa. Saat di sekolah pun masih sama dan tidak ada yang berubah. Mengerjakan tugas, dimarahi karena tidak mengerjakan pr, dan pingsan. Mendengar ulangan dadakan yang berkumandang merdu sekali saat di dengar. Juga cenat - cenut kepalaku karena belum belajar tadi malam, sungguh sakit yang luar biasa. Hmm ... hari - hari yang berat.
Lalu. Kali ini aku akan menampilkan dan mengingat kembali sebuah memori dan kurangkai kata demi kata ini. Bukan untuk menceritakan pelajaran sekolahku. Bukan menceritakan betapa beratnya soal ulanganku yang seperti menunggu ayam jantan bertelur. Tetapi, kali ini aku akan bercerita tentang temanku yang berbeda dari pada yang lain.
Bersambung ...
YOU ARE READING
SAHABAT SPESIALKU (Cerpen)
Teen Fictionmungkin kalian tidak tahu, betapa beratnya memiliki sebuah perbedaan itu. Yang dijauhi teman sekelas, bahkan satu sekolah.
