1. Telat

5.6K 131 5
                                        

"MAMAAAAAAAAA" teriak seorang gadis berlari kalang kabut dengan seragam yang lusuh menuruni tangga.

"Apaan sih. Nggak usah teriak teriak. Ini rumah bukan hutan" jawab Tasya enteng.

Mata Ayrin terbelalak tak percaya saat mendengar jawaban mamanya.

"Mama kayak nggak punya dosa tau nggak" kesal Ayrin.

Tasya mengernyitkan dahinya bingung sambil menatap putri tunggalnya sekilas, "kapan mama bikin dosa sama kamu? Yang ada tuh kamu yang bikin dosa sama mama"

Abi yang baru saja keluar dari kamarnya, siap dengan pakaian kerjanya seketika menahan tawa saat melihat penampilan putrinya itu.

"Mah. Kok ada gembel nyangkut disini?" Ledek Abi.

"Ihhh. Papa sama mama tuh ngeselin tau nggak" cibir Ayrin sambil menghentakkan kakinya kesal.

"Nggak usah sok sok an ngambek. Tau rasa nanti kalo nggak dikasih uang jajan lagi" sahut Tasya.

"Mama kenapa nggak bangunin Ayrin sihhh. Kan Ayrin jadi telatttt" teriak Ayrin.

"Sengaja. Mau bikin kamu dihukum"

"Mama tega. Ati ati kalo kualat"

"Bodo".

Dari dulu sampai sekarang, sifat tak perduli dan jail Tasya tak pernah hilang dari tubuhnya. Padahal sekarang putri kecilnya itu telah tumbuh menjadi gadis yang dewasa.

Ayrin mencibik kesal, dan segera memakai sepatu sekolahnya.

"Rin. Kamu nggak sarapan?" Tanya Tasya.

"Nggak. Liat muka mama aja udah kenyang" kesal Ayrin.

"Bagus dong kalo gitu. Kan nasinya jadi utuh"

"Isshhh. Mama banyak ngomong. Papa ayo cepetan anterinnn" teriak Ayrin.

"Iya bentar" jawab Abi.

Tasya menghantarkan Ayrin dan Abi hingga ke pelataran rumah.

"Aku berangkat dulu ya sayang. Kamu baik baik di rumah. Kalo ada apa apa telfon aku aja" ujar Abi sambil mengecup kening Tasya sekilas.

"Iya. Kamu juga baik baik dikantor. Jangan lupa makan"

"Iya sayang"

Tasya memperlihatkan senyum terindahnya dan beralih mencium punggung tangan Abi.

Ayrin kesal dengan keromantisan kedua orang tuanya. Setiap hari apalagi saat pagi seperti ini, Ayrin sudah disuguhkan pemandangan yang menurutnya begitu menjijikkan dan menyebalkan.

"Helooowww. Disini ada princess yang nungguinnnn. Mau sampek kapan bikin konten dewasanyaaa" teriak Ayrin sambil menyender di mobil Abi.

Abi yang mendengar teriakan putrinya itu langsung saja berjalan ke arah mobil dan mendapatkan tatapan horor dari Ayrin.

¤¤¤¤¤

"Tuh kan. Telat lagi kan gueee" gumam Ayrin sambil menatap gerbang sekolahnya yang sudah tertutup.

Hampir setiap hari seorang Ayrin itu telat datang ke sekolah. Dan hampir setiap hari juga, pasti ada alasan yang berbeda untuk menutupi ke terlambatannya.

"Tenang Ayrin. Lo masih bisa masuk" gumam Ayrin.

Ia segera mengambil ancang ancang dan menaiki pagar gerbang sekolah tersebut. Tanpa kesusahan sedikitpun, Ayrin mendarat dengan selamat tanpa meninggalkan lecet.

Ayrin segera berlari kalang kabut menuju kelasnya. Saat ini pelajaran yang akan ia hadapi adalah pelajaran Pak Bisma.

Sesuai ucapan Tasya dulu, ia akan menyekolahkan anaknya ke sekolah yang dulu ditempati oleh Tasya. Dulunya Ayrin sempat menolak, karna ia tak mau bersekolah bekas mama dan papanya dulu. Tetap dengan pendirian Tasya, akhirnya Ayrin terpaksa mau dan jadilah ia disini sekarang.

RinggaWhere stories live. Discover now