Bismillah semoga bisa tamat dengan lancar.
Aku kecewa,
ternyata kamu tak bisa dipercaya.
-Lara.
"Ra,tadi gue liat pacar lo pegangan tangan sama cewek.Kelihatannya mereka pergi ke arah gudang sekolah," ucap Bella di sampingku.
Aku tidak terlalu peduli dengan apa yang diucapkan Bella karena aku berusaha untuk tidak selalu curiga dengan apa yang pasanganku lakukan.
Bella memegang lenganku dan berkata,"Lo gak curiga sama mereka?"
Aku diam.Dalam diriku sebenarnya ada rasa khawatir atas apa yang kemungkinan kemungkinan mereka lakukan di gudang sekolah.Apalagi mereka hanya berdua seperti apa yang Bella katakan.Mengingat Bella adalah temanku yang jarang sekali mengerjaiku,aku pun bergegas berjalan ke arah gudang sekolah.Untunglah sekarang masih masuk jam istirahat.
"Gue ikut," pinta Bella padaku.
"Gak usah."
Aku berjalan dengan rasa khawatir dalam diriku.Berharap apa yang Bella ucapkan adalah kebohongan.
Aku menatap tidak percaya pada mereka saat aku sampai di gudang sekolah.Rasa sesak,degup jantung yang bergemuruh,dan air mataku yang sebentar lagi akan meluncur jatuh bersama kepercayaanku yang selama ini aku junjung tinggi hancur begitu saja.
Niko dan Fani yang sedang berpelukan.Bahkan aku sempat melihat Niko mencium kening Fani beberapa kali.Aku sudah tidak tahan melihat mereka.Selama berpacaran,aku dan Niko bahkan tak pernah berpegangan tangan.Niko hanya sekedar mengacak rambutku.Itu saja jika kita bertemu.
"Lara!"
Aku hendak pergi dari tempat itu,tapi aku mendengar Niko memanggilku.Aku berhenti dan mendengar derap langkah kian mendekat.Saat kurasa Niko sudah berada di belakangku,aku berbalik menghadapnya.
"Aku mau kita putus sekarang juga!" ucapku tegas.Aku berusaha menahan air mataku dan berusaha untuk tidak terlihat lemah di hadapannya.Satu hal yang dapat aku simpulkan terhadapnya, bahwa yang namanya brengsek ya akan tetap brengsek.Sudah tiga bulan aku menahan kecurigaan kepadanya.Aku mengetahui Niko adalah seorang playboy jauh sebelum aku berpacaran dengannya.
Sampai hingga kita ditakdirkan untuk saling bertemu dan menjalin hubungan.
Bodohnya,aku selalu percaya atas semua ucapannya yang sering mengatakan bahwa aku adalah perempuan satu-satunya.Tapi ternyata,itu semua hanya tipuan semata.
Niko hanya menatapku dan bahkan ia hanya diam mematung.Seperti tersirat kepasrahan dalam manik matanya.Setelah mengatakan itu,aku benar-benar pergi dari Niko.
Aku memutuskan duduk di pojok perpustakaan.Memeluk lututku sendiri dan diam termenung.Bahkan aku tak tau apa yang sedang aku pikirkan sekarang.
Aku tak peduli dengan bel tanda masuk berbunyi.Yang aku butuhkan saat ini hanya menyendiri.Merutuki kebodohanku sendiri.Sekarang aku hanya perlu hati-hati terhadap lelaki atau siapapun.Berusaha untuk tidak mudah percaya atas omongan sampahnya.
Beberapa orang mampir dalam hidup kita hanya untuk memberi pelajaran.Mereka yang pergi atau hilang sekalipun,pasti akan meninggalkan kenangan dan pelajaran.Hari ini aku belajar dari kesalahan.Aku meyakini bahwa kesalahan adalah fase untuk kita menjadi dewasa.
🍃🍃
Aku sangat menghargai pembaca ceritaku.Tapi,akan lebih seneng kalo ada yang mau votment dan share ceritaku:))
Lanjut?
🍃🍃
Aku sangat menghargai pembaca ceritaku.Tapi,akan lebih seneng kalo ada yang mau votment dan share ceritaku:))
Lanjut?
YOU ARE READING
GALATRA
Teen FictionTentang Lara yang trauma akan cinta. Dia belum bisa menghilangkan ingatan masa lalunya. Lalu,ia bertemu dengan seseorang yang selama ini ternyata mengaguminya. Yang mengajarkan bahwa cinta itu bahagia.
