Gue adalah cewek cantik dan anggun dari sekolah favorit di kota ini, yaitu SMA Global Nusantara. Ga banyak yang tau gue, Karena di sekolah sendiri gue di kenal sebagai anak yang pendiam, jarang ngomong dan memang gue ngga pernah memperlihatkan diri. Dengan menjadi anak pendiam, gue akan tampak lebih menarik. Loe semua pernah dengarkan kalo wanita itu akan tampak keanggunan dan kecantikannya apabila mereka diam dan pemalu. Ya begitulah gue bangun citra di sekolah sebagai cewek anggun dan gue yakin dengan sifat pendiam dan pemalu ini jelas banyak cowok di sekolah akan penasaran dan so pasti gue akan mejadi salah satu cewek yang diperhitungkan di sekolah.
Tapi teman-teman sekelas menyebut gue sebagai anak yang paling aneh se antero sekolah. Mungkin mereka pada iri dengan kecantikan dan keangunan gue. Secara gue memiliki tubuh yang ideal dan rambut panjang se pinggang yang berkilau. Setiap hari saat ke sekolah gue selalu membiarkan rambut tergerai indah hingga pinggang dan sesekali diberi pita pink di poni bagian kanan. Poni itu sendiri gue biarkan menyamping sebelah kanan, ngga perlu peke poni selamat datang, karena poni selamat datang hanya bagi mereka yang punya dahi lebar dan jenong saja. Gue sangat memperhatikan penampilan, apalagi saat ingin berangkat ke sekolah. Di wajah, gue selalu menggunakan krim pelembab, klim sunscreen dan bedak tabur khusus remaja agar kulit gue tampak tetap cerah dan terlindung dari sinar matahari. Tidak lupa di bibir yang mungil gue beri pelebab dan sedikit lipteen agar terlihat lebih berwarna, namun tidak terlalu norak seperti ibu-ibu. Untuk alis gue usahakan selalu senatural mungkin dengan tukikan di bagian atas agar lebih mempertegas garis wajah. Tidak lupa pada bagian pipi gue memberi sedikit blushon agar terlihat lebih merona. Kalau teman-teman cowok bilang sih biar sedikit humaira gitu. Kalo loe semua ga tau arti humaira, bisa loe cari di mesin pencari canggih sekarang yang namanya mbah chroom atau goolge. Jangan jadi orang yang kudet lah ya.
Temen cewek sekelas sepertinya tidak terlalu suka dengan gue, kemungkinan besar karena mereka iri dengan wajah yang imut dan kepribadian gue yang anggun. Mereka selalu memasang muka sinis dan masam, juga sesekali saat gue dekat dengan seorang cowok di sekolah mereka tidak sagan-segan untuk mentertawakan.
Pernah suatu ketika saat gue dekat dengan sorang cowok IPS, ya boleh dibilang cowo popular dan lumayan terhitung cowok ganteng di sekolah, secara dia tinggi dan memiliki senyum yang huee, kalo dia senyum semua cewek bakalan meleleh. Manis banget. Karena itu teman cewek sekelas banyak ngga suka liat gue jalan sama dia, gue yakin banget banyak dari mereka juga suka sama anak IPS itu. Tapi menurut gue ngga ada yang lebih pantes jalan sama dia kecuali gue. Karna dia keren dan ganteng, sementara gue imut dan anggun, udah pokonya udah best couple banget dah. Kertidaksukaan mereka tidak begitu gue ambil pusing selama mereka belum terlalu mengganggu kehidupan. Gue hanya akan menganggap mereka seperti angin lalu. Ya gue menganggap seperti anjing menggonggong kafilah berlalu dan gue kafilah nya.
Sebenernya gue ngga terlalu suka berteman dengan mereka, gue merasa tidak selevel dengan mereka semua, gue merasa jika berteman dengan merka akan menurunkan derajat gue sebagai cewek anggun di sekolah. Semua temen sekelas gue itu sangat blak-blakan dan benar-benar jauh dari kata wanita sesungguhnya. Sering tertawa keras dan ngakak sangat keras, sampai-sampai suaranya terdengar ke kamar lain bahkan ke ruang makan. Dan mereka memiliki kebiasaan yang sangat jorok, makan-makan kerupuk bareng di atas kasur dan pake saus yang sangat banyak micinnya. Iuh, membayangkannya saja gue udah hampir muntah, di tambah lagi setelah makan micin mereka jarang membersihkan sampah-sampah yang berantakan sampai-sampai banyak semut yang pergi ke sana dan semua itu di atas kasurrrrr. Loe bisa bayangin kalo habis itu mereka akan tidur di kasur yang penuh sampah dan semut itu. Ihih makanya gue anti banget temenan sama teman-teman cewek di kelas. Udah jorok, nakal, dan mereka ngga tau bagaimana seharusnya kodrat seorang wanita.
Oh iya, gue punya satu rahasia yang gak seorangpun tau, termasuk teman sekelas. Sebenarnya, gue paling gak suka liat cermin. Tiap kali bercermin, gue menemukan sosok hitam dan keji yang sayangnya mirip banget sama muka gue. Sosok di cermin itu seolah-olah meminta gue untuk nyakitin orang-orang sekitar. Karena itu, gue jadi dilema berat.
YOU ARE READING
Black Mir.ror
Mystery / ThrillerTeror demi teror yang diterima teman-teman viny setelah melihat perubahan sikapnya. Apakah mereka salah jika menuduh viny melakukan teror tersebut? Apakah memang ada kaitan antara perubahan sikap viny dan teror yang diterima teman-temannya?
