Huh Ha Hu..
Terdengar nafas memburu-buru berasal dari seorang laki-laki yang seolah emosi nya sedang tidak tertahan lagi.
muak dengan perempuan yang berdiri di depan nya.
"Gue peringatin sama lo nadine, kita PUTUS!" bentaknya dengan penuh penekanan.
Dengan egois nya dia tidak memikirkan perasaan perempuan yang didepannya menunduk dengan mata berkaca-kaca.
"lo yang nembak gue dan gue sama sekali ga ngerasa nerima lo, dan gue muak dengan sikap lo yang murahan" seolah tanpa rasa bersalah dia mengatakannya pada perempuan di depannya yang bernama Nadine.
Plakkkkk
Suara tamparan secara tiba-tiba yang mendarat di pipi kanan laki-laki itu. Semua mata yang melihat tamparan itu terkejut.
"HEH LO BAJINGAN! LO PIKIR LO HEBAT?LO PIKIR LO GANTENG? LO GA BEDA JAUH DARI SAMPAH!" bentak seorang perempuan yang datang tiba tiba. Empunya yang di tampar itu hanya menatap perempuan itu dengan remeh.
"gue ga ada urusan sama lo cantik, jadi jangan buat gue nambah emosi" ancamnya.
"Urusan nadine urusan gue, karna gue sahabat nya!" perempuan itu membalasnya tanpa takut.
"oh gitu bilangin ke sahabat lo tersayang, jangan jadi MURAHAN" lalu tanpa aba-aba laki-laki itu langsung pergi dari kantin yang ramai seolah sedang menonton sebuah pertunjukkan.
📜📜📜
Semua orang yang melihat pun perlahan bubar, Sementara itu dua pasang mata itu menatap punggung yang kian menjauh.
Namun, berbeda tatapan satunya menatap dengan sendu sementara satunya lagi menatap penuh kebencian.
"Steffi, gue salah apa? Gue tulus sama iqbaal" lirih Nadine.
Huhhh seolah menarik nafas, awal nya steffi ingin memarahi Nadine namun, dia tidak tega dengan keadaan Nadine yang seperti sekarang.
"Udah lupain dia jangan jadi cewek bodoh Nadine, cowok kayak dia ga pantes sama lo yang baik dan tulus, udah yaa nanti pulang ini kita pergi kemana yang lo mau asal lo ga sedih" tutur Steffi seolah menenangkan Nadine.
"hiks hiks gue ga mau apa-apa gue mau balikan sama Iqbaal, Steff gue sayang dia" kata Nadine masih menangis.
"udah Nadine jangan sampe gue buat tuh cowok babak belur ya, ayo masuk kelas! istirahat udah habis" ucap Steffi seraya ingin membopong badan Nadine.
"gue mau ke uks tolong izinin gue"
"yaudah kita ke uks nanti gue izinin"
📜📜📜
Setelah Steffi mengantar Nadine ke UKS dia langsung menuju ke kelasnya dan satu lagi tujuannya ketika pulang sekolah mencari cowok banjingan itu.
"awas ya gue gue cari lo pulang sekolah nanti Iqbaal" gumam Steffi.
Iqbaal leonendra Dorothy, cowok yang membuat amarah steffi memuncak, cowok egois yang dingin namun seolah-olah semua orang berpusat kepadanya karna paras nya yang tampan. Memang wajah bisa memabukkan tanpa tau sifat dan watak orang, sudah dari lama Steffi mengincar untuk melabrak iqbaal. bagaimana tidak setiap hari selama 1 minggu Nadine berpacaran dengan Iqbaal dan selama seminggu juga Nadine terus menangisi Iqbaal karna sikap Iqbaal yang ketus,egois,dingin. Setiap Steffi ingin memarahi Iqbaal nadine selalu menghalanginya dan ini kesempatannya untuk melabrak cowok itu.
📜📜📜
Bel pulang sekolah berbunyi dengan nafas memburu Steffi membawa tas nya dan tas nadine tujuannya hanya satu mencari cowok bajingan itu.
"Heh lo! Sini lo jangan jadi banci yang bisanya nyakitin cewek" teriak Steffi memenuhi ruang indoor basket sekolah.
Tanpa memperdulikan suara itu, cowok itu masih memainkan bola basketnya bersama beberapa temannya.
"woi Iqbaal bangsat! Sini lo! Gue udah dari lama ya pengen jambak rambut lo" masih dengan teriak namun Steffi menghampiri Iqbaal.
Yang merasa terpanggil langsung melemparkan tatapan sinis.
"heh lo! Ga usah sok ganteng kalo emang lo ga suka Nadine kenapa lo terima dia bego!" maki Steffi.
"sebelum lo ngomong gitu mending lo tanya sendiri sama sahabat lo, ga ada satu kata pun gue terima dia, dia yang maksa gue buat pacaran dan selama seminggu gue muak dengan sikap murahan dia" jelas Iqbaal masih dengan tatapan dingin.
Plakkk
Untuk kedua kalinya Steffi menampar pipi kanan Iqbaal.
"lo punya ibu ga!? Lo ga mikir gimana perasaan cewek yang di sakitin itu gimana?" perkataan Steffi justru menambah emosi Iqbaal.
Banggggg!!
Seraya bola basket itu dibanting dan Iqbaal menghampiri Steffi yang menatap ke arah nya.
"GA USAH IKUT CAMPUR URUSAN ORANG! Lo ga tau apa-apa dan gue peringatin sama sahabat lo jangan ngontak gue lagi" setelah berkata seperti itu Iqbaal langsung meninggalkan lapangan indoor basket.
Steffi terdiam namun perasaanya masih kesal.
YOU ARE READING
Selfish boy
RomanceSampai kapan pun gue ga akan suka sama lo Iqbaal Leonendra Dorothy, cowok egois yang merusak persahabatan gue, tolong jangan masuk lebih dalam lagi kalo lo cuma bisa nyakitin - Stefhanie Rose Winston. Gue milih apa yang gue suka dan gue buang apa ya...
