Chapter 01: Become stronger

491 38 4
                                        

• Viona (POV) •

Sejak terbunuhnya Shig oleh para player, Moa tidak kunjung kembali ke kota Helbron. Aku tidak tahu dia ada dimana sekarang, tapi aku yakin dia ada di luar sana. Karena aku mendengar dari para player hanya Shig yang terbunuh waktu itu, kemungkinan Moa berhasil selamat dan sekarang bersembunyi di suatu tempat.

Enam bulan telah berlalu sejak kejadian itu, kini aku mencoba untuk fokus meningkatkan levelku dengan berburu monster di dalam Dungeon. Dari lubuk hatiku yang paling dalam, sebenarnya aku masih belum bisa memaafkan para player yang telah membunuh Shig dan menuduhnya sebagai seorang penjahat. Aku ingin sekali membalas perbuatan yang telah mereka lakukan kepada Shig. Sebagian di lubuk hatiku menyimpan dendam dan amarah yang kupendam selama ini.

Walaupun hingga saat ini aku masih belum bisa memaafkan mereka. Tapi aku harus bisa melangkah maju, meskipun langkah ini berat dan menyedihkan sekalipun. Aku tidak ingin terus terlarut dalam dendam dan amarah yang membuatku terjatuh. Aku harus menjadi lebih kuat agar bisa melindungi semua yang berharga bagiku.

- Dungeon lantai 52 -

Hembus nafas kecil keluar dari mulutku membuatku sedikit lebih tenang. Aku mencoba kembali fokus menghadapi seekor monster bernama Giant Spider, monster laba-laba hitam besar penghuni lantai lima puluh dua Dungeon.

Terlihat dia sudah bersiap menyerangku yang berdiri tak jauh di depannya. Tanpa perlu aba-aba, perlahan aku mengeluarkan pedangku dari sarungnya. Sambil melakukan kuda-kuda aku bersiap menyerangnya.

Tidak butuh waktu lama monster laba-laba itu menyerangku dengan menghujamkan salah satu kaki depannya ke arahku. Aku sedikit kebelakang menghindari hantaman kakinya. Tepat di depanku kakinya melintas menghantam tanah.

DUUAARRR..!!

Tanah di depanku hancur oleh hantaman kakinya. Aku yang berhasil menghindar seketika itu langsung melakukan serangan balik dengan memotong kakinya dengan pedangku. "Hiiaatt ..."

SRRIIIIING...!!

Aku berhasil memotong salah satu kaki depannya. Tidak sampai disitu aku lalu melakukan serangan lanjutan dengan melesat ke arah tubuhnya.

Melihatku mendekat, dia langsung melompat kebelakang. Walaupun sudah kehilangan salah satu kakinya, dia masih bisa melompat cukup tinggi ke udara. Saat masih di udara dia lalu menembakan jaring laba-laba dari mulutnya yang melesat tepat ke arahku. Berbeda dengan laba-laba pada umumnya yang mengeluarkan jaring dari pantatnya. Dia justru sebaliknya, dia dapat melesat jaring laba-laba dari mulutnya.

Tanpa pikir panjang aku kemudian mengeluarkan skill pedangku. "Sword skill : Air slash ...." Aku mengayunkan pedangku ke arah jaring laba-laba yang melesat ke arahku. Ayunan pedangku mengeluarkan hempasan angin tajam yang langsung membelah jaring laba-laba itu di udara.

Aku kemudian melesat ke arahnya yang baru saja mendarat di tanah. Dia yang melihatku mendekat lalu mengayunkan kaki depannya tepat ke arahku yang berlari mendekatinya.

Aku yang melihatnya kemudian melompat tinggi ke udara. "Sword skill ..." Perlahan pedangku mengeluarkan cahaya putih. Saat melihatnya berada tepat di bawahku. "Fallen light ..." Aku yang mengangkat pedangku ke atas dengan kedua tanganku yang memegangnya, lalu mengayunkan pedangku secara vertikal ke bawah dengan posisi tubuhku yang langsung melesat jatuh ke arahnya.

SRRIIIIING..!!!

Aku berhasil menebas kepalanya dengan menggunakan pedangku. Terlihat ayunan pedangku meninggalkan bekas cahaya putih yang memanjang vertikal di udara.

Vorrestia Online Vol.II : The VengeanceStories to obsess over. Discover now