Pagi yang ceria

45 4 0
                                        

"Aduh bunda Sha berangkat dulu ke kampus ya ini udah telat banget Assalamualaikum"

"Waalaikumussalam,hati hati Ayesha jangan ngebut bawa mobilnya"Teriak bundanya,-Zahra

***

Brukkk

"Aduh gimana si, mas kalo jalan liat liat dong jangan asal tabrak aja,buku buku saya jatuh semua kan"kataku kesal

" Maaf mbak saya gak sengaja,lain kali mba yang hati hati jangan buru-buru.saya permisi Assalamualaikum"kata cowok yang nabrak itu"

"Eh aku belum selesai ngomong,woi, waalaikumussalam"

Awas aja yah kalo ketemu lagi aku pites tuh orang ugh kesel"batinku

Secepat kilat pun aku langsung berlari menuju kelas di fakultas kedokteran,semoga aja pak Rafif nggak ngasih hukuman berat.

***
Author POV

'Oy gue denger ada dosen baru yang ngajar di kelasnya pak Rafif, soalnya pak Rafif pensiun jadi di gantiin'

'Iya denger denger juga orangnya masih muda ganteng terus keren,hadeh meleleh deh gue'

Bisik bisik para kaum hawa yang sibuk bergosip

Tak mau melewatkan kesempatan Ayesha segera berlari menuju kelasnya berharap tak terlambat sebelum sang dosen baru datang,ia tak mau telat saat pertemuan pertama membayangkan saja membuat Acha bergidik ngeri teringat cerita cerita novel yang ia baca.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"salam seseorang

"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh" ucap serentak para mahasiswa di kelas tersebut.

"Sebelumnya perkenalkan nama saya Alkana Atef Muhammad selaku dosen baru yang akan mengajar kalian di kelas Imunologi"ucap sang dosen yang sangat tampan dengan tinggi badan semapai badan tegap dan bagus dengan kulit putih bersih bulumata lentik rahang tegas serta iris coklat yang menunjukkan keteduhan dibalik tatapan tajam dan dinginnya

Ayesha POV

'Baiklah saya akan mengabsen kalian terlebih dahulu'

Aduh gimana dong udah di absen aku gak mau telat ngeri gimana kalo dosennya killer haduh,apa aku ke kantin aja yah, terus nanti kalo aku ketemu papa rafif aku minta ijin aja,iya mending gitu daripada telat.

Akupun melangkah menuju kantin yang kebetulan ada sang papa sambung yang sedang makan pagi karena bundanya hari ini tidak masak karena sedikit tidak enak badan.

Dengan cekatan aku pun segera mendatangi papaku

" Assalamualaikum papa" kagetku pada papa

"Waalaikumussalam Ayesha, kamu ini nggak bisa ya biasa aja kalo papa kena serangan jantung gimana?"

"Ih ya jangan lah pa,ntar aku sama bunda gimana" ucapku dengan wajah memelas

" Iya iya, kenapa tumben temuin papa,kan seharusnya kamu masuk kelas Imunologi ada dosen baru loh pengganti papa"

Aku menggaruk-garuk kepalaku yang tertutup jilbab yang tidak gatal sama sekali.

" Ehm pa, Ayesha minta diijinin ya pa, sekali aja pa, Ayesha sakit perut ini pa dari pagi Ayesha gak makan" kataku dengan wajah memelas dan memohon pada papa dengan raut bingung papaku mempertimbangkan.

"Gimana ya Sha, masalahnya sekarang papa bukan dosen kamu lagi,gimana dong"

" Lah pa papa kan dosen ga papa ya Ayesha diijinkan dulu.gapapa deh Ayesha dikasih tugas buat ganti mata kuliah ini please bantuin Ayesha pa" kataku.

Papa pun akhirnya menyetujui dan aku langsung mencium tangan papa dan segera memesan makanan sambil menunggu mata kuliah berikutnya.

***

Author POV

" Baiklah saya akhiri pelajaran kali ini, jangan lupa untuk mengerjakan tugas dan besok harus sudah dikumpulkan di meja saya ok, Saya permisi Assalamualaikum"

"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh" ucap mahasiswa serentak

Setelah pergi dari kelas Imunologi Alka segera menuju ruang dosen.

Setelah sampai di ruangan dosen ia pun segera mendatangi tempat duduknya dan mengecek tugas mahasiswa nya.

Satu persatu ia membaca data tugas mahasiswa nya hingga ia dikejutkan dengan surat izin dari seseorang yang namanya amat ia kenal

"Ayesha Aila Albar"

Author POV end

***

"Sha lo kok tadi gak masuk kelas Imunologi sih,kan ada dosen baru ganteng lagi,ih rugi loh lu gak masuk"

"Iya Sha bener apa kata Farah tadi itu dosennya imamable banget sumpah,udah ganteng tinggi putih,hadeh hayati gak kuat ini" kata Sisil lebay

" Lebay deh kalian ,tadi tuh aku gahn  knk  masuk kelas gara gara aku sakit perut jadinya aku ijin sama papa terus disini deh aku" kataku sambil tersenyum lebar .

" Yakin cuma sakit perut bukannya terlambat" kata Fina orang paling dewasa diantara kami berempat dan finalah yang paling tidak bisa dibohongi.

" Itu juga masuk daftar alasan hehe" kataku nyengir.

" Heu dasar" ucap ketiganya serentak
Tanpa mereka sadari sedari tadi ada menatap mereka tajam tepatnya ke arah Ayesha

Al & AyeshaWhere stories live. Discover now