Metamorphosis of Love

24 2 0
                                        

Genre : Teen Fiction
Tgl penulisan : 3 November 2019

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Perkenalkan namaku Tari. Aku suka membaca buku-buku apapun, karena itu mataku rabun. Jadi, aku memakai kacamata untuk memperjelas penglihatanku. Tapi karena hal itu juga aku dipanggil "Cupu"di sekolah. Namun itu tak penting, karena menurutku masa depanku jauh lebih penting.

Aku juga suka mengikuti lomba cerdas cermat yang diadakan oleh sekolahku dan memenangkannya. Sekarang aku sedang bersama sahabatku Danu. Dia adalah sahabatku dari kecil. Sahabatku ini juga terkenal karena dia adalah anggota tim basket populer di sekolah kami, tapi dia tidak ganteng menurutku.

"Tar lo tau enggak Dewi anak kelas 11 Ipa 1?" ucap Danu membuka suara.

"Oh Dewi? Dewiyani Syahputri?"

"Iya bener! Lo tau nomornya enggak?"

"Hehh! Lo minta nomornya ke gue?"

"Iyalah, lo kenal kan? dia juga suka ngikutin lomba cerdas cermat sama lu."

"Iya sih gue kenal, tapi Dewi itu sebenarnya," ucapku ragu. "dia playgirl, gue tau dari gosip-gosip di sekolah," kataku sambil berbisik di telinga Danu.

"Woyy! Cupu! Sekarang cewek cupuku udah tau gosip ya," ucapnya sambil tertawa.

"Lo cari sendiri aja dah nomornya. Gue enggak mau kasih. Titik!"

"Hooo ngambek! Entar gua beliin pizza deh kalau kasih nomornya."

Aku meninggalkan Danu sendirian. Sebenarnya aku ingin memberikan nomor Dewi, tapi aku khawatir sahabatku itu dipermainkan perasaannya. Bisa-bisanya dia terkena sihir playgirl di sekolahan juga, sampai mau berpacaran dengannya.

Sebenarnya aku menyukai kakaknya Dewi namanya Reno. Reno kelas 12 IPS 2. Reno baik dan terkenal murid pintar di jurusannya. Dia kapten basket di sekolah kita dan satu tim sama Danu. Aku berkenalan dengan Reno karena Danu memperkenalkan aku dengannya. Reno itu idaman setiap wanita di sekolah, karena keren dan ganteng.

BUGHH!

Tiba-tiba aku terjatuh ke lantai karena bola yang mengenai kepalaku. "Aduh!" ucapku dalam hati. Sakit sekali rasanya kepalaku. Bola itu mengenai jidatku. Kacamataku juga terlepas karenanya. Tak beberapa lama ada yang menghampiriku dan memberi kacamataku. Aku langsung memasangkan kacamataku lagi, agar melihat jelas orang yang menolongku ini.

"Eh Tari, Maafin kakak ya, Tari enggak apa-apa?" sambil membantuku berdiri kembali.

Samar-samar aku melihatnya. Penglihatanku semakin jelas, yang benar saja dia adalah Reno. Ya ampun! Aku menatapnya beberapa saat. Jantungku juga berdegub kencang. Namun aku tersadar, karena Reno membuyarkan tatapanku dengan melambaikan tangannya di depan mataku.

"Dek! Kamu enggak apa-apa kan?"

Aku tertawa sebentar sambil memperbaiki kacamata. Apakah kali ini aku terlihat salah tingkah? Entahlah yang jelas aku harus berusaha tenang.

"Iya kak," kataku sambil mengangguk cepat.

"Yaudah lain kali hati-hati yah kalau jalan." Reno tersenyum dan berjalan meninggalkanku menuju lapangan basket kembali.

Aku melihatnya perlahan menjauhiku sambil tersenyum. Walaupun aku merasakan sakit awalnya, sepertinya sakitnya sudah sembuh saat melihat Reno tersenyum beberapa saat yang lalu. Aku akhirnya berjalan kembali. Tanpa kusadari ada beberapa siswi yang menggosipkan Reno.

"Eh! Lo tau nggak tipe cewek Kak Reno kayak gimana?"

"Kurang tau sih! Tapi denger-denger nih tipe cewek Kak Reno itu cantik, putih, rambut terurai indah dan satu lagi nih!"

THE HEART PIECES (Kumpulan Cerpen) Stories to obsess over. Discover now