Chapter 1

17 4 0
                                        

.

.

.

.

~ºHappy readingº~

.

.

.

Dipinggiran kota, Boston, Amerika Serikat.

Terlihat seorang gadis berpakaian serba hitam dengan penutup wajah sedang diam-diam menyelinap masuk ke dalam bangunan tua. Dengan hati-hati ia berjalan mendekati pintu masuk seraya bersembunyi di beberapa balik tiang. Sekarang gadis ini sedang menjalankan misinya membunuh sekelompok geng yang selalu meresahkan masyarakat. Mereka selalu mengancam, memeras, atau melakukan kriminal lainnya. Bahkan mereka tidak segan-segan membunuh jika ada yang berani menentang mereka

Gadis itu bernama Marylin Fiorentina. Setiap orang yang berurusan dengan nya akan bernasib sial. Mana tidaknya ia akan menyiksa lawan nya dengan luka sayatan di tubuh hingga lawan nya tak berdaya karena kehabisan darah. Setelah puas ia akan membunuhnya.
Ya, gadis ini sering disebut dengan nama Heartnet oleh orang dunia bawah(mafia).
Nama Heartnet adalah sebuah nama yang diberikan kepada seorang pembunuh bayaran yang terkenal dengan kejam dan sadis saat berhadapan dengan lawan nya seperti gadis ini.

Marylin mengintip dibalik tiang untuk melihat keadaan disana. Mata nya bak elang itu menangkap beberapa pria berbadan kekar dan lengkap dengan senjata api ditangan mereka masing-masing.

'Banyak sekali mereka disana. Hmm..bagaimana aku bisa masuk ke sana? Jika aku memaksa menerobos masuk, itu sama saja mengantarkan nyawa kepada malaikat maut🤔. Sepertinya aku harus membunuh mereka satu per satu untuk mempermudah pekerjaaan ku.' Ucap Marylin dalam hati.

Marylin mengeluarkan sesuatu dari balik jas yang ia kenakan. Sebuah senjata api Desert Eagle Mark XIX  yang di ujung nya terukir cantik dua huruf 'M🌹R' sudah di tangan kanan nya.

Agar kedatangan tak disadari oleh pihak lawan, ia mengendapkan bunyi dari senjata kesayangan nya. Lalu Marylin melakukan rencana dengan memindik orang-orang yang ada di sana. Perlahan ia menarik pelatuk senjata nya. Dan...

Splassh!!

.

Splassh!!!

.

Splassh!!

Bruk! Bruk! Bruk!

Tembakan yang sempurna tanpa meleset pun. Ia telah menjatuhkan dua orang dalam sekejap. Mereka yang disana terkejut saat melihat tiga rekan nya terjatuh ke tanah.

"Ada apa dengan mereka?" Sahut salah satu orang disana seraya memeriksa tubuh rekan nya.

"Astaga! Mereka telah mati ditembak..." sambung nya dengan ekspresi terkejut.

Mereka terkejut melihat tiga orang yang sudah tidak bernyawa.

"Tapi, kenapa kita tidak mendengar suara tembakan?" Tanya rekan nya yang lain.

"Kau itu bodoh atau apa? Tentu saja ia mengendapkan bunyi dari senjata api nya." Balas rekan nya yang berdiri di sampingnya.

"Cukup! Kita sedang kedatangan penyusup. Sepertinya ia seorang sniper hebat. Jangan biarkan ia masuk." Perintah seorang yang diketahui ketua penjaga disana.

The Hunter KillerWhere stories live. Discover now