Kota Fezia, kota besar yang ramai penuh dengan gedung tinggi dan besar, kota yang tak pernah luput dari kekacauan yang disebabkan oleh para berandalan super. Disana selalu terjadi keributan besar yang bahkan hanya disebabkan oleh hal kecil. Sebuah kota yang tidak pernah bosan untuk ditinggali oleh para berandalan.
Di pagi hari yang cukup ramai, banyak orang lalu lalang untuk pergi bekerja, bersekolah, tak luput pula banyak berandalan super yang berjalan-jalan menikmati suasana kota. Seorang berandalan dengan sengaja menyenggol berandalan lainnya dari arah berlawanan didepan sebuah minimarket.
"Woy ...! Kalo jalan liat-liat lah sialan!" ketus seorang berandalan yang disenggol dengan wajah jengkel menatap berandalan lain yang menyenggolnya.
"Haaaahh ... elu yang ngalangin jalan gua, kampret!" balas berandalan yang menyenggolnya dengan jengkel pula.
"NGAJAK BERANTEM, HAH?"
Crack...!
Salah seorang berandalan terpental jatuh menerobos jendela minimarket.
Warga sipil disekitarnya panik berlarian menjauhi tempat keributan tersebut. Banyak berandalan lain disekitarnya asik menonton.
"Waduh-waduh, masih pagi udah pada semangat banget sih ...," ucap salah satu berandalan yang menontonnya, tersenyum.
"Pagi-pagi udah sarapan beginian, bikin gua nambah semangat," ujar teman berandalan itu disampingnya.
"Sebaiknya kalian hentikan perkelahian tidak berguna itu, atau kalian mau kuhabisi?" ancam seorang pria dengan suara keras dari agak jauh.
Perkelahian dua orang berandalan itu terhenti sejenak.
"SIAPA LU?" teriak seorang berandalan rambut hitam yang berkelahi, menengok ke arah pria yang mengancamnya.
Pria itu berjalan santai menuju tempat perkelahian mereka. Salah seorang berandalan yang menonton perkelahian itu menyadari ancaman besar dari pria yang akan datang itu.
"Wah-wah, aku tidak ingin terlibat dengannya, sebaiknya kita segera pergi dari sini."
Semua berandalan yang menonton perkelahian pergi setelah mengetahui kalau pria itu akan datang, dan memilih untuk memperhatikan dari kejauhan. Siapa pria itu? Mengapa semua berandalan kabur karenanya?
"LU LAMA BANGET SIALAN!" berandalan rambut hitam yang berkelahi sangat kesal karena pria itu terlama lama berjalan.
Pria itu telah berada di dekat dua orang berandalan yang berkelahi.
"Emangnya lu pikir lu itu siapa hah?" tantang berandalan rambut pirang itu kepada pria yang mengancamnya.
"Aku tidak akan menghajar kalian bila kalian menghentikann perkelahian bodoh itu," saran pria yang mengancam mereka dengan begitu santai.
"Jangan sok kuat lu!" Berandalan rambut hitam yang sok jagoan itu langsung segera memukul wajah pria itu.
Pretekk...
Pria itu berhasil menangkis pukulannya dan mematahkan tangannya, lalu menendangnya ke arah jendela minimarket yang masih utuh.
"Kau mau kupatahkan juga, rambut pirang?" tanya pria itu sambil membunyikan jari-jarinya
Berandalan pirang itu langsung lari terbirit-birit ketakutan.
Pria yang mematahkan tangan berandalan tadi adalah Darwin, pria jagoan dengan tubuh tinggi lebih dari 180 cm dan sedikit kekar, rambutnya merah acak-acakan namun tetap terlihat keren. Dia biasa memakai kaos putih polos bercelana jeans hitam panjang dengan sabuk kulit berwarna coklat. Darwin sangat sering sekali memasang wajah masam, tapi karena memiliki wajah yang sangat tampan dan penampilan keren, dia tetap disukai banyak wanita di kotanya.
YOU ARE READING
Strange'less
Teen FictionGenre : Action, Romance, supernatural, superpower, fantasy, drama, comedy, Mistery, Criminal, Dengan latar belakang didunia fiksi di masa kini, dimana 10 tahun yang lalu muncul manusia-manusia yang dibekali kekuatan super yang disebut Audela. Kekua...
