1 - trauma (y/n pov)

3K 246 34
                                        

Tiap kali aku akan pergi dengannya aku sangat senang.

Kalau kata Sunwoo hanya tinggal satu kata yang ku butuhkan darinya yaitu pacar. Date sudah, peluk sudah, bahkan dia sudah memberikan ciuman pertamaku. Aku hanya tinggal mendengar pernyataan cintanya padaku. Tidak mungkin aku bisa lebih bahagia lagi daripada saat itu terjadi.

"Kau sudah sampai?"tanyanya lewat telefon.

"Ne, Oppa. Aku sudah di kafe seperti biasa."

"Arasseo. Tunggu ya."

Selesai telefonnya ku kembali memperhatikan penampilanku hari ini lewat pantulan kaca di seberang. Hari ini sengaja aku menata rambutku, membuatnya ikal agar terlihat lebih feminin dari biasanya. Anting yang baruku beli pun menggantung manis di telingaku. Belum lagi make up bernuansa pink muda seperti bunga sakura yang sedang bermekaran di luar sana. Apa Oppa akan terkejut ya melihatku? Aku sudah berusaha sangat keras untuk hari ini. Usaha untuk mendengar cintanya padaku.

"Selamat datang."

Aku sontak menoleh dan melihat Oppa yang memasuki kafe.

Uwaa! Tenangkan dirimu, Y/n!

Aku segera menegakkan dudukku. Sekali lagi ku memastikan penampilanku sudah sempurna sebelum menyapa Oppa yang datang.

"Annyeong, Oppa!"

"Wah.

Cantik

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Cantik."ucapnya dengan matanya yang tak lepas dariku.

"Ani..." Yesss! Berhasil!!! Sekarang tugasku hanya tinggal membuatnya menyatakan cintanya padaku!

"Sungguh. Tidak biasanya kau begini."

Aku hanya tersenyum kecil mendengar ucapannya. Aura cantik, aura cantik, ayolah keluar!

"Oh ya, ini bunga untukmu."ucap Oppa sambil menunjuk bunga yang ada di meja.

"Ah jinjja?" Wah betul, betul! Pasti memang hari ini dia akan menembakku! "Ada apa kau memberiku bunga seperti ini?"

Oppa tampak diam menatapku sesaat. "Untuk hadiah yang terakhir."

"Terakhir?" Terakhir menjadi teman saja? Terakhir menjadi sesuatu yang tanpa status?? Terakhir sebelum menjadi pacar??? Ah memikirkannya saja aku jadi deg-degan sendiri!

"Eung." Dengan tersenyum, Oppa menaruh tangannya di atas kepalaku lalu mengacaknya pelan. "Terakhir sebelum aku pergi ke Kanada."

...

"Mwo?"

"Aku akan pergi ke Kanada untuk lanjut kuliah."

real love like mine [The Boyz Imagine]Stories to obsess over. Discover now