06.05
TingTong~
'Aduh siapa sih? Masih pagi juga,' Batin Maudyara Navirra Deva, gadis berusia 17 tahun, kelas XI IPA 3 di SMA GARUDA anak dari Deon Rajendra dan Novanya Bagaskara. Dia memiliki kakak laki-laki bernama Arjuna Novalo Deva, yang sekarang sedang menempuh pendidikan bisnis & manajeman semester 2.
"Iya bentar!" teriak Maudy dari dalam rumahnya.
"Siap-- Loh tante Vivi, tumben pagi-pagi udah kesini?" tanya Maudy basa-basi. Vivi adalah adik ipar dari Nova- ibu Maudy & Arjuna (kakak Maudy).
"Iya 'nih, mau cari mama kamu, ada dirumah kan?"
"Oh, ada kok di dapur, lagi nyiapin bekel bang Arjun. Langsung masuk aja tan." ucap Maudy mempersilahkan Vivi masuk.
"Aku tinggal dulu ya, tan, mah."
Ucap Maudy meninggalkan dua kakak ber adik yang sedang mengobrol ria, mungkin tentang arisan atau gosipin tetangga, Maudy tak peduli hal itu.
06.28
Maudy turun dari kamarnya menuju dapur tempat tante dan mama nya berada.
"Mah, aku berangkat dulu ya!" ucapnya lalu menyalami tangan Nova dan Vivi.
"Oh iya dy, tante minta tolong dong, sekalian kasih surat ijin Satria, nih keterangannya," ucap Vivi menyodorkan amplop putih berisi surat keterangan sakit.
"Loh, Satria gak berangkat tan?" taya Maudy yang dibalas anggukan dari Vivi.
"Yaah, trus aku berangkat sama siapa dong?" ucap Maudy lesu.
"Udah, berangkat pake mobil sana! Kuncinya di kamar bang Arjun. Sekalian bangunin tuh Abang kamu!" ucap Nova yang dibalas anggukan semangat dari Maudy, yang langsung melesat menuju kamar abangnya.
Toktoktok
"Bang aku masuk ya!" Ucap Maudy langsung membuka pintu kamar Arjuna.
"Elah, dasar kebo. Jam segini belum bangun. Baaang bangun!!" ucap Maudy menggoyangkan tubuh Arjuna yang masih terbalut selimut. Maudy menyingkap selimut Arjuna.
"Abang ish. Bangunn!!" ucapnya menepuk pipi Arjuna dengan keras hingga pipinya memerah. Merasa tidurnya terganggu, Arjuna perlahan membuka matanya dan memaksa diri bangun dari tidurnya.
"Apaan sih lu dek? masih pagi udah teriak aja, kek di hutan aja lu," ucap Arjuna masih dengan muka bantalnya. Jangan minta dijelaskan, kalau dijelaskan bisa membuat perut mual :)
"Disuruh bangun sama mama, tu lho, tau ah! Ngurusin elo ga ada faedahnya. Gua pergi pake mobil ya bang? Oke! Makasih!" ucap Maudy sambil mengguncangkan badan Arjuna dan berlari kecil keluar, tak lupa mengambil kunci mobil lalu pergi dari kamar abang laknatnya itu.
"Mah, tan, aku berangkat dulu ya. dahh." pamitnya pada dua ibu-ibu yang sedang mengobrol entah apa itu. Ya gimana sih kalau ibu-ibu kumpul bareng tuh? Gosip lah, cerita tentang sinetron yang lagi hits lahh pastinya.
"Iya ati-ati jangan ngebut!" peringat Nova yang dibales acungan jempol dari Maudy.
•••
"Maudy!!!" teriak Meta sahabat Maudy yang langsung berlari kecil merangkul tubuh Maudy.
"Apaan sih lo? Masih pagi ini, udah teriak aja!" omel Maudy yang hanya dibalas cengiran dari Meta.
"Tumben lo berangkat pake mobil? Mentang-mentang udah dapet KTP langsung dibuatin SIM gtu" tanya Meta sedikit menggoda Maudy.
"Satria sakit, jadi gua berangkat sendiri deh. Lagian KTP baru jadi minggu kemaren, ini gua di bolehin karena kepepet aja tauu," jelas Maudy, Meta hanya ber'oh' ria.
YOU ARE READING
My Priority [HIATUS]
Teen FictionJudul Awal : Just Friend. No More! _______________~_______________~________ Ini bukan tentang manisnya cerita persahabatan. Ini bukan cerita tentang dua insan yang saling jatuh cinta dan berakhir bahagia. Ini tentang prioritas. Sesuatu yang selalu...
![My Priority [HIATUS]](https://img.wattpad.com/cover/223314250-64-k303852.jpg)