Syila menggeram kesal,tanganya ia kepalkan,sebisa mungkin mencoba agar tidak meluapkan emosinya.Gadis itu kembali memandang ponsel ditangannya,melihat roomchat Gheo--mantan pacarnya,cowok itu mengancam Syila,jika gadis itu tidak menemuinya di taman dekat rumahnya,cowok itu mengancam akan mendatangi rumahnya.
Syila benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran Gheo,padahal cowok itu bisa saja mencari cewek lain yang lebih dari dirinya,Syila juga sudah sakit hati karena merasa di bodohi dengan ucapan manis yang selalu cowok itu lontarkan dulu.
Syila yang tengah berjalan di koridor dengan mata yang masih fokus menatap ponselnya kaget,saat tiba-tiba Syila menubruk tubuh kekar di depannya.
Brukk
Syila memegang keningnya yang baru saja terbentur benda keras.Syila mendongak menatap seseorang di depannya yang menatapnya datar.
"Sori,nggak sengaja,"Ucap Syila meminta maaf dengan tidak sopan.
Alga memicingkan matanya saat wajah gadis di depannya ini seperti tidak asing baginya.Alga sedikit membulatkan matanya saat pikirnya langsung mengarah ke almarhumah pacarnya yang sudah meninggal 1 tahun yang lalu.
Ya,gadis di depannya ini sangat mirip dengannya. Alga melihat dari atas sampai bawah pun semua sama persis dengan Rachel tidak ada yang berbeda satupun.Tapi apakah ini nyata?atau ini hanya mimpi Alga?jika iya,sadarkan ia sekarang.
Alga menggelengkan kepalanya pelan,merasa hanya imajinasinya saja yang baru saja ia pikirkan,dengan cepat cowok itu menepis pikirannya jauh-jauh.
Alga berdecih pelan,sedikit membungkukkan badannya untuk menyamakan tingginya dengan tinggi gadis di depannya.
"Punya mata kan?"Tanya Alga dengan tatapan menusuk.
"Punya"Jawab Syila santai, seolah-olah tidak terjadi apapun.
Syila sedikit memundurkan wajahnya saat cowok di depannya malah mendekatkan wajahnya pada wajah Syila.
"Kalau punya, harusnya Lo tau fungsinya buat apa"Ucap Alga sedikit berbisik,dengan tangan yang menunjuk-nunjuk dekat mata Syila.
Syila mencoba tenang menghadapi cowok di depannya ini,bukanya tidak takut,tapi ini sudah menjadi santapannya sejak ia di sekolah lamanya.
"Lo,ngapain sih anjir,tinggal bilang iya susah amat"Degan jengkel Syila mendorong tubuh Alga kencang,tapi nihil kekuatan perempuan tidak sebanding dengan kekuatan laki-laki.
"Gue tunggu Lo minta maaf degan sopan"Ucap Alga dan langsung menjauhkan wajahnya pada wajah Syila.
Syila terkekeh kecil."Siapa gue,Lo?,penting banget gue minta maaf sama Lo?"Syila menggelengkan kepalanya heran melihat cowok di depannya ini,untung dengan sabar Syila tidak mengeluarkan jurusnya,jika kelepasan tamat sudah cowok gila ini.
Alga tersenyum miring, ternyata gadis di depannya ini tidak seperti yang ia kira bakalan lemah lembut seperti Rachel dulu."Turuti,kalau mau hidup Lo tenang".
Rachel bersidekap dada,menarik napas panjang lalu menghembuskan nafasnya pelan."Gue,nggak takut,"Ucap Syila dan hendak melangkahkan kakinya pergi sebelum tanganya kembali di tarik oleh Alga.
"Anak baru nggak usah belagu!"Ucap Alga menekan kata belagu.Alga paling tidak suka kalau ada perempuan yang berani pada dirinya, seakan-akan harga dirinya tidak ada harganya dimatanya.
Syila membalikkan badannya membalas tatapan tajam Alga."Oke,gue minta maaf.Puas,lo?!"Ucap Syila kencang,merasa jengkel karena masalah sepele saja cowok itu permasalahkan,seperti tidak ada kerjaan saja.
Alga terkekeh mendengar itu."Nggak segampang itu"Syila mendesah kesal,tanganya hendak memukul wajah Alga namun dengan cepat cowok itu menepisnya sebelum wajah mulusnya berubah warna.
"Turuti permintaan gue"Untuk kedua kalinya Syila menghembuskan nafasnya kasar,tanganya terkepal kuat ingin menonjok cowok gila ini,namun berhubung ia murid baru disini,sebisa mungkin di hari pertamanya ini ia tidak membuat masalah.
"Dih,ogah!"Tolak Syila mentah-mentah dan langsung beranjak pergi dari sana, Alga yang melihat itu pun hanya diam menatap kepergian sang gadis hingga tak terlihat.
Rachel?,Tanya Alga pada dirinya sendiri.
Tak ingin ambil pusing,setelah itu Alga juga pergi menuju kelasnya yang sepertinya pelajaran sudah dimulai 10 menit yang lalu.
Hai guys
Gimana ceritaku?,ini lagi awal loh belum aku up semuanya,aku harap kalian suka,aku cuma mau mengeluarkan imajinasi ku aja yang ada di pikiranku,it's okay kalau kalian bilang ceritaku jelek,karna aku lagi mau memulai ceritaku yang baru<3
KAMU SEDANG MEMBACA
Algareza
Teen FictionSimpel saja akan ku ceritakan semua kisahku di cerita ini. Dimana gue kehilangan orang yang gue sayang,dan dipertemukan kembali Dengan orang yang sama dengannya,gue bingung kenapa tuhan bisa buat alur kehidupan gue serumit ini. Gue terlalu memendam...
