Tersadar aku bukanlah siapa-siapa, untuk mencegah kamu pergi pun aku tidak berhak.
Dalam keheningan, aku cuma bisa diam tanpa mengatakan sepatah katapun, karena kamu sudah pergi jauh.
______________________________________
"Hmmmm"
Ku mengetuk-ngetukkan jariku dimouse, mataku terfokus ke layar monitor komputer, dengan tangan kiri menopang daguku. Sesekali ku menyipitkan mata dan bola mata bergerak meneliti seluruh ruangan cafe.
"Hmmm, apa ya?"
30 menit berpikir membuat otakku sedikit lelah, tapi mau berhenti mikir ntar malah bodoh. Ku masih setia dengan pose ala modelku, menopang dagu ditangan kiri, sesekali juga ku tepuk-tepuk pipiku yang rada chubby dengan lembut. Tau ah, otakku lagi ga bisa mikir. Ku berdiri dan meregangkan otot-ototku dengan pemanasan kecil.
"Olahraga bu"
"Ga, lagi mau lepas tulang-tulang nih"
Kemudian kami cuma cuma tertawa kecil, dia adalah salah satu pelanggan tetap di cafe ku. Sekitar satu tahun yang lalu, aku memutuskan untuk membuat sebuah cafe kecil untuk menyibukkan diri sendiri. Ya sekarang sudah lebih dari sibuk sih, bahkan lelah. Aku ingin kabur dari kenyataan hidup ini. Sad.
'Cafe Linn'
Hari ini hari minggu, cafe lumayan sibuk karena weekend. Biasalah anak sekolah pada kerjain tugas disini. Cafe kami minimalis, berdindingkan semen dengan cat warna warna warni disetiap sisinya. Depan, cat warna putih. Kiri ada dinding dengan warna soft pink dilengkap dekorasi warna putih, seperti meja bundar bertaplak pink dan kursi kayunya berwarna putih, dan ada lampu berdiri dengan kepala bentuk kucing yang imut. Kanan ada dinding bercat hijau, didepannya dihiasi pot pot bunga besar hidup dan ada meja kecil untuk meletakkan pot bunga kecil seperti kaktus, disebelahnya kami letakkan rak buku. Dan dibelakang ada dinding berwarna hitam dengan ditempeli papan tulis berwarna hitam juga, bertuliskan menu rekomendasi serta menu baru untuk minggu ini. Didepannya ada meja kasir dan jangan lupa ada peralatan pembuat kopi dan etalase untuk meletakkan kue.
Ting, bel diatas pintu cafe bergerak dan berbunyi yang menandakan ada tamu masuk kedalam cafe. Orang itu berjalan sambil menenteng tas laptop 14innya. Memakai kaos oblong putih dan celana jeans hitam selutut.
Dimeja kasir dia cuma berdiri sambil memperhatikanku yang masih peregangan karena cape duduk. Dia cuma menghembuskan nafas panjang dan kemudian memukul meja keras sampai pelanggan dicafe terkejut.
"Ga bisa dipercaya, masa dia jalan sama cowok lain" teriaknya marah.
Ku cuma diam mengabaikannya, anggap aja dia ga ada gitu, lagian mau bikin rusuh dicafe orang. Ku kembali duduk sikursi kasir dan memainkan hp. Mencari sesuatu di instagram dan menyukai postingan orang-orang.
"Bagi dia gue apa sih, tsk, kalau ga ada gue dia ga bisa beli barang branded" ocehnya lagi.
Ah ku menemukan hal menarik, nonton dulu. Ternyata hari ini cafe agak tenang, aneh, padahal selalu ribut.
Lagi asyik nonton kartun, ku diganggu pelanggan yang mau bayar.
"Nya berapa, sekalian bungkusin dessert spesial hari ini yah"
"Siapp bosss" sahut ku pakai nada bersemangat.
Dessert hari ini adalah, cake smootie strawberry. Itu nama dessert aku sendiri yang bikinnya. Cake redvelvet dicup kecil dan diolesi dengan selai strawberry, jangan lupa ada whipping cream dengan perisa lemon dan dihiasi buah stawberry diatasnya.
YOU ARE READING
Hujan
RomanceKanya, cewek berusia 23tahun yang menjalankan usaha cafe bernama "Cafe Linn". kesehariannya cuma dimeja kasir dan memikirkan menu untuk cafenya, selebihnya 2 anak buahnya yang mengerjakan pekerjaan cafe. Disaat sudah hampir melupakan mantan, mantann...
