LSG-1 👿

83 36 9
                                        

Happy reading guys, semoga kalian suka yahhh sama cerita yang satu ini.
.
.
.
.

Hi ✋ namaku Jesslyn Gail Fenton biasa di panggil Jess aku adalah anak dari Metta Miccle Fenton dan Shane Fenton, aku juga memiliki kaka laki laki bernama Dexter Fenton. Kami berempat hanyalah keluarga kecil yang hidup dengan kesederhanaan dan apa adanya. Ayah ku hanyalah seorang karyawan di kantor biasa sedangkan ibuku hanyalah seorang ibu rumah tangga yang mengurusku dan kaka laki laki ku.

Aku tinggal di kota kecil dekat dengan kota. Beruntung aku masih sekolah karena menurut kedua orang tuaku pendidikan itu sangatlah penting.

"Jess ayo makan." Teriak Metta dari arah dapur. Memanggil Jesslyn untuk datang makan bersama yang lainnya.
"I'm Coming mom." Jesslyn menarik bangkunya di hadapan Dexter kaka laki lakinya, lalu menimbah makanannya.

6 menit mereka di meja makan dengan hening dan tentram tiba tiba saja ada suara gaduh dari luar sana, menggnggu makan malam tenang keluarga Fenton tersebut.

BUK BUK BUK BUK.
"Siapa yah mah? Udah malem padahal, masih ada aja yang dateng."

BUK BUK BUK.
Suara gendoran kasar itu kembali terdengar sampai ke ruang makan.
"Shane Fenton buka atau saya dobrak." Teriak orang yang di luar sana memaksa kel. Fenton untuk membukanya.

"Mah, pah, siapa sihh itu, galak banget."
"Metta, mereka datang bagaimana ini?" Tanya Shane kepada ustrinya Metta.
"Buka saja Shane, mereka juga baru pertama kali ke sini jadi kita masih bisa memberikan mereka alasan. Dan meminta waktu." Jelas Metta menenangkan suaminya.

Shane mengangguk setuju lalu berjalan menuju pintu utama rumah sederhana itu yang diikuti oleh Metta dan Dexter dari belakang. Sedangkan Jesslyn berdiam diri di dapur karrna dia terlalu takut untuk ikut keluar.

Ceklek. Pintu handle di buka oleh Shane.
"Mana utangmu?" Tanya pria bertubuh tinggi, dengan wajah sangar.
"Saya belum bisa membayarnya."
"Kapan kamu akan membayar nya?" Tanya pria itu sambil melangkahkan langkahnya menuju Shane.

"1 setengah bulan." Jawab Shane.
"Terlalu lama bagaimana dengan 1 bulan."
Shane nampak berpikir. Lalu meminta kembali.
"1 bulan 13 hari kumohon."
"Baiklah. 1 bulan 13 hari aku akan kembali ke sini, untuk menagihnya lagi."

Shane mengangguk, lalu setelah mereka pergi Shane menutup pintunya sambil menghela nafas panjangnya. Shane, Metta dan Dexter kembali ke belakang untuk melanjutkan makan malam yang sempat terhenti.

"Pah, mah tadi siapa?"
"Penagih utang Jess." Jawab Metta.
"Utang? Papah sama mamah punya utang?"
"Iya Jess."
"Berapa pah, mah?"
"13 juta."
''WHAT?"
"Biasa aja Jess."
"Gimana aku bisa biasa aja kak kalo papah mamah kelilit utang, pah, mah, 13 juta itu bukan uang yang dikit loh pah, mah."

"Iya Jess, papah mamah tau kami akan membayarnya segera. Sudah jangan bahas itu lagi mari makan. Lalu kita tidur, besok kalian akan sekilah bukan?"
"Iya mah." Jawab Jessy.

👿👿👿

Pagi hari

"Jess ayo bangun. Nanti kamu telat."
Jesslyn membuka matanya dan mendapatkan Dexter di hadapannya.
"Kak... kita bantu mamah papah yu, supaya mamah papah cepet cepet lunas dari utang mereka."
"Ngga usah Jess."
"WHY?"
"Bener apa kata kakamu Jess, kamu ngga usah lakuiin itu."

"Kenapa mah. Aku cuman mau bantu. Hanya itu. Mah"
"Jess kamu fokus aja dulu sekolah biar papah sama mamah yang cari uang."
"Mah, selagi aku bisa kenapa ngga?"
"Jess pokoknya kamu fokus aja sekolah, ngga usah pikirin utang mamah, papah."
"Huffft iya mah."

LET SHIT GO!Donde viven las historias. Descúbrelo ahora