Tak ada batas nya

42 3 0
                                        

"Aku terdampar di salah satu sisi dunia dan aku terus berlari dan bingung kenapa dunia ini tak sampai pada batas nya"

"Kisah ini berawal dari seorang anak laki laki yang duduk di bangku SMA cerita ini di mulai dari MOS"

"Setelah saya lulus dari SMP saya memilih SMA 5 sebagai Saksi hidup perjalanan Massa muda saya panggil saja saya dengan nama Hezel"

" Dringgg.... Bunyi alarm jam menunjukan pukul 06:05 pagi"

"Hezelll... Kata orang tua ku memanggil ku"

"Iya mahhh... Bentar nih aku juga dengar KO alarm nya berbunyi, aku pun mulai bersiap siap untuk menuju ke sekolah baru ku"

"Setelah ku sampai kesekolah baru ku banyak sekali orang orang baru yang tidak aku kenal dan cuman sedikit orang yang aku kenal dan itu dia adalah teman SMP ku"

"Kumpul... Teriak nya di lapangan, di adalah ketua OSIS di mna massa aku baru beranjak di sekolah baru ku"

"Seluruh siswa pun berkumpul"

"Pembagian kelompok pun di mulai dan aku pun mendapatkan kelompok 7 yang beranggotakan 6 orang dan sial nya semua orang yang ada di kelompok ku tidak ada 1 pun yang aku kenal"

"Kami anggota kelompok 7 pun mulai berkumpul"

"Satu wanita mulai membuka pembicaraan"

"Perkenalkan nama ku Shintia aku alumni SMP 7, kata shintia sambil melirik ke kami"

"Dan kami pun mulai menyebutkan nama kami satu persatu dan dari SMP mana kami berasal"

"Aku Hezel dari SMP 30, aku Roma dari SMP 9, aku Maya dari SMP 7 Aku satu SMP sama Shintia, aku Rizal dan ini teman ku Restu kami satu SMP sama sama SMP 10"

"Oh... Iya salam kenal kata ku"

"iya salam kenal juga ,Siapa sekarang yang mau jadi ketua kelompok ? Kata Shinta sambil melirik ku"

"Restu pun bicara, kalo aku sih sama Rizal gak ada pengalaman tuh untuk jadi ketua jadi kami berharap ada yang lain selain kami"

"Yahhh, harus nya cowo sih yang jadi ketua kata Maya sambil melirik ku"

"Muka Roma pun pucat dan dia langsung angkat tangan, aku... Gak berani jadi ketua, aku pemalu..."

"Klo begitu kamu aja Hezel yang jadi ketua kamu cocok KO jadi seorang pemimpin..., Mau yah...? Kata Shintia sambil tersenyum melihat ku"

"Iya deh, aku coba yah jadi ketua tolong kerja sama nya...! tegas ku melontarkan nya "

"Kumpulll.... Sudah selesai pembagian ketua nya kata Desta Ketua OSIS saat itu"

"Kami pun kumpul dan berbaris di lapangan sesuai kelompok"

"Baru hari pertama MOS si Roma mulai mendekati ku dan berbisik hai Hezel apakah kamu berani bicara dan meminta Nomer WhatsApp kepada Shintia...?"

"Buat apa...? Dengan wajah ku yang bingung"

"Jujur saja aku mulai tertarik sama dia saat ku liat tatapan mata nya ke kita tadih kata Roma dengan muka yang tersenyum"

"Aku pun berpikir dan melesat wajah Maya dipikiran ku "

"Iya aku berani kata ku, aku pun bicara dalam hati mungkin ini jalan ku bisa dekat sama maya yaitu lewat Shintia"

"Aku pun memanggil Shintia"

"Shintia boleh kah aku meminta Nomer WhatsApp kamu ?
cuman untuk temenan aja (aku tersenyum), jadi nanti bisa aku masukan ke grub kelompok...?
Modus ku untuk meminta Nomer nya"

"Oh...iya boleh nih sini hp mu kata Shintia"

"Aku pun mengasihkan hp ku ke Shintia dan Shintia mulai mengetik nomer nya di hp ku "

"Nih sudah aku simpan nomer ku tapi belum ku beri nama kata Shintia sambil menatap mata ku"

"Iya aku beri nama mawar aja, boleh ? kata ku sambil tersenyum"

"Kenapa jadi mawar...? kan kamu tau nama ku...! dengan wajah cemberut Shintia menatap ku"

"Iya... Mawar, karna harum nafas mu yang ku rasa... (aku tersenyum sambil menatap mata nya)"

"Shinta tersenyum dan pipi nya pun jadi merah"

Baca juga bagian 2 nya yah kelanjutan dari cerita ini 😊

Jangan lupa vote dan bagikan cerita ini yah

ROMANSA SMAWhere stories live. Discover now