"Hari ini rasanya tak karuan, beragam cacian terus datang merangkul ,langkah kecil itu semakin tak berarti, perpaduan rasa yang kini tinggal empati"
Kalimat yang tertera di buku jurnal milik Langit.
Saat semesta membaca jurnal itu, hatinya langsung luluh, mereka telah bersahabat sejak kecil, dan tak pernah berpisah sampai dunia perkuliahan seperti sekarang.
Langit Charvi Daritri yang artinya gadis cantik penuh energi yang menjadi berkah bagi bumi.Langit terlahir dari keluarga yang sederhana, Ia adalah anak kedua, Langit punya abang laki-laki yang sekarang sedang mengikuti program beasiswa yaitu kuliah di luar negeri.Bunda nya meninggal saat ia SMA, Ayahnya menikah lagi dengan seorang wanita dengan paras cantik, lebih muda dari bunda nya. Sesuai dengan makna dari namanya, Langit adalah gadis yang sangat menghargai sebuah perbedaan termasuk perbedaan rasa.
Semesta putra wijaya,ia adalah lelaki dengan paras yang tampan, menjadi idola kampus, aktif berorganisasi, namun kurang cerdas soal akademik,sangat peduli dengan orang terdekatnya,namun ia termasuk golongan lelaki cuek pada umumnya.Ia lahir dari keluarga yang berkecukupan,sederhana, memiliki keluarga yang harmonis,namun suatu semesta merasa menjadi idola kampus sama sekali tak ada gunanya, yang paling penting adalah memiliki keluarga yang utuh dan bahagia.Namun, ditengah perjalanan hidupnya ia harus menerima kenyataan yang pahit. Semesta yang awalnya adalah lelaki yang ceria, kini menjadi kasar bahkan berubah seperti bukan dirinya yang dulu.
Sebelum perkuliahan dimulai, semesta menghampiri kelas langit dan berkata "Langit,ntar pulang ngampus ikut gue cari buku yaa!"
Dengan lugunya langit menjawab " eh ntar sore? Duh maaf gue ga bisa, mau rapat BEM nih"
"Ah, lo selalu ada aja alasan tentang BEM ketimbang nemenin sahabat lo yang besok ada uts" sontak semesta dengan nada yang cukup tinggi.
Lalu langit spontan menjawab "Bukan gitu, tapi ini rapat untuk mahasiswa baru, tapi nanti gue usahain deh, ntar gue coba minta izin sama kak leo"
dengan hati yang puas semesta berkata " yes!!, Lo emang sahabat gue yang paling paham, yaudah ntar jam 5 gue tunggu Lo di kantin sipil ya, btw ye terimakasih langit cantik"
dengan wajah yang memerah langit pun langsung sontak menjawab " yee, ada maunya aja dibilang cantik dasar kuda hijau"
dengan spontan semesta tertawa terbahak-bahak "HAHAHAHA, parah sih masih inget aja Lo"
tak lama-lama langit langsung menyelesaikan obrolan " iya lah gue inget, yaudah ntar sore ya, bye semesta"
dengan gombal seribu diksi yang dikeluarkan nya lalu semesta sontak berkata " siap tuan putri, belajar yang rajin biar bisa beli konde buat nikah"
dengan kesal langit menjawab " yee, rese Lo ih udahan ah gue ke kelas bye!" Lalu, sambil tertawa halus semesta menjawab"bye cantik".
sambil tersipu malu langit langsung pergi dari tempatnya menuju kelas.
Percakapan itu adalah hal biasa yang selalu dilakukan semesta dan langit. Sebenarnya mereka adalah dua makhluk Tuhan yang saling mencintai, namun harus menahan perasaan karena tak ingin mengingkari janji yang mereka buat saat smp, "kita sahabatan ga boleh ada yang punya perasaan ya, nanti hancur ga bisa sama-sama" ucap semesta saat remaja dulu.Mungkin sekarang semesta menyesal atas perkataan nya kepada langit saat zaman cinta monyet.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pesan dari Langit (TAMAT)
RomansaMencintai seseorang untuk beberapa orang itu hal yang menyenangkan atas alasan saat dicintai kembali dengan rasa yang sama,namun untuk sebagian dari mereka itu hal yang menyakitkan karena alasan cinta sendiri, dan tak terbalas. Pesan dari Langit aka...
