Idiosyncratic 1

2 0 0
                                        

“udah?” tanya desi, dia memegang bahu halwa dengan tangan kirinya memegang sebotol air mineral,

Halwa mengangguk, wajahnya masih memerah, begitupun matanya, dam lagi bibirnya pucat! Desi mengangguk paham, dia menyerahkan sebotol air mineral agar diminum halwa, dan lagi dia menggeleng menolak, dia kembali lari ke dalam toilet memuntahkan segala yang ada di perutnya,

“gimana? Udah mendingan?” suara laki-laki mengagetkan desi, dia hanya menggeleng pelan sebagai jawaban, “belum zal” jawabnya lagi,

“aku, udah mendingan kok!” timpal halwa, dia keluar dari toilet dengan keadaan yang masih sama seperti tadi, lalu mengambil air mineral dari tangan desi, diminumnya sampai setengah botol dengan tubuh yang  lemas, dan lagi dia tersenyum

“ayo! Acara mau dimulai” ucap halwa, dengan menarik tangan desi, rizal hanya tersenyum tipis menimpali,

“jangan terlalu cemas, jangan takut! Acara lancar dijamin, kamu hebat! Konsep dan teknisnya juga sudah matang” ucap rizal sambil mengelus pucuk kepala halwa, “anxienty-mu kambuh karena kamu terlalu cemas, terlalu takut hingga pikiran negatif menguasaimu” ucap rizal dengan tersenyum, lalu pergi.

“nah iya, jangan terlalu takut, kamu engga sendiri kok, ada aku, rizal, rohman, dan banyak lagi, semangat dong” ucap Desi, dibalasnya dengan anggukan dan senyuman.

"Gimana? Presma udah hadir belum? Tamu undangan lainnya?" Tanya halwa kepada Pajri, selalu panitia Humas,

"Kalau dari ormawa lain udah, Presma belum Ada" jawab Pajri, dia menggaruk belakang kepalanya, bingung.

"Presma katanya gak hadir, diganti sama ka Pebri" ucap nabila, dibalas anggukan halwa,

" Yasudah, kalau udah ada kaprodi mulai aja, terus kak Pebri nyusul masuk ke dalam" ucap halwa pada nabila, dia bergegas masuk ke dalam ormawa dengan wajah sedikit tidak bersahahat,

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 25, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Idiosyncratic Where stories live. Discover now