We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Epilog

5 0 0
                                        

" sehebat apapun kita menebak, kisah hari esok akan tetap jadi misteri yang berpotensi tak sesuai ekspektasi"

****
~Bila POV~

Perkenalkan aku Azzahro Sabila biasa dipanggil Bila dan saat ini aku tengah mengenyam pendidikan Menengah Atas di kabupaten Magelang, aku tinggal bersama kakek nenekku sedang kedua orang tuaku tinggal di Wonosobo.

Aku memilih tinggal di Magelang untuk beberapa tahun kedepan karena sekolah dengan rumah nenekku tak terlalu jauh dan untuk mengenal sifatku kalian bisa menebak dan mengetahui dari kisah dalam cerita ini.

Hari ini adalah hari kamis dimana aku mengikuti pelajaran di minggu pertama dan kelas kami ini sedang berlangsung pelajaran matematika dan akupun belum mengenal teman-temanku secara keseluruhan.

Kali ini guru tidak menjelaskan materi terlebih dahulu namun langsung memberikan soal.

" Kia aku bingung tau, materinya lupa-lupa ingat ini. Kamu bisa ngerjainya? Ntar kalo di tunjuk suruh ngerjain gimana? "

Tanyaku pada teman sebelahku ini, jujur aku bingung sekali.
Oiya aku belum mengenalkan siapa teman duduk sebelahku ini, dia bernama Tazkia Amarita biasa dipanggil Kia, dia gadis berkaca mata dan insyaAllah sholehah kalem juga orangnya.

" Ampun dah Bil, aku juga lupa hehehe "
Akupun menghela nafas mendengar jawaban Kia. Lalu, aku mulai melihat sekelilingku dan tatapanku berhenti pada laki-laki itu dimana ia terlihat sangat serius mencari jawaban dari soal matematika tersebut.

Dalam sesi perkenalan waktu itu aku sekelompok dengan dia, tapi aku lupa siapa namanya ntahlah dan menurutku biasa aja. Dia kemudian menuju meja guru memperlihatkan jawabanya dan bertanya tentang pemecahan masalah apakah sudah benar atau belum. Setelah itu gurupun mengangguk dan menyuruhnya untuk mengerjakan soal di papan tulis, diapun sangat menghayati dalam pengerjaan soal tersebut.

Dalam hatiku kuakui dia jago matematika , tapi  kalau dilihat dari tingkahnya dari awal perkenalan dia terkesan pecicilan.

"Tet! Tet! Tet! Tet! " belpun berbunyi dan berakhirlah sudah pelajaran hari ini yeee senangnya hatiku sambil ku tampakkan senyum di raut wajahku ini.

Tiba-tiba ketokan pintu terdengar.
" Assalamualaikum " masuklah 2 kakak kelas kami dengan buru-buru dan muka yang datar dan mereka itu sama-sama tinggi lalu kamipun menjawab salamnya.

" Besok akan diadakan pramuka, diharapkan seluruh kelas X mengikuti dan memakai seragam pramuka lengkap. Apakah ada yang ingin dipertanyakan? Jika tidak ada kami undur diri "
Tanpa salam mereka berdua langsung keluar dari kelasku begitu saja, dasar aneh tuh orang, dan gatau kenapa sebel aja liat orang kek gitu sok sok an banget juga tingkahnya.

Sudah sekian menit aku menggerutu dan melamun. Disisi lain ternyata laki-laki yang tadi menjadi perhatianku di kelas tiba-tiba mengulurkan tangan tepat berada di depanku mengajakku bersalaman akupun melirik dan hal itu sebenarnya dilakukan ke semua teman-teman selama 4 hari ini. namun aku menangkupkan kedua tanganku.

" Kan aku dah bilang non mahrom gaboleh salaman " jawabku ketus.

"Ayolah sekali-kali, masa gaboleh sih"
Hm apa dia ingin berusaha tuk menggodaku? lalu tanpa pikir panjang langsung saja ku tarik tangan Kia dan kamipun keluar dari kelas.

********

Setiap pagi dimulai seperti biasa dengan membaca asmaul husna bersama-sama dan dihari ini juga aku mengetahui nama laki-laki itu yaitu Maula Aghali Putra

Dia bukan cowok yang tinggi sekali juga tidak pendek, dia hitam manis dan entah kenapa hari ini bisa seperti ini. apakah aku harus tetap bersyukur atau menyebut ini sebagai musibah?

Karena hari ini ada pergiliran tempat duduk dan tempat duduk Kia dan aku kebagian duduk di belakang Maula.

karena kali ini kami sedang menunggu terlaksananya kegiatan pramuka yang dimulai setelah sholat dzuhur aku hanya berdiam diri saja di mejaku setelah melaksanakan sholat.

"Bila, Maaf waktu itu ya hhe cuma bercanda kok" dia menengok ke belakang dan tiba-tiba minta maaf diikuti teman sebangkunya Rizki.

"Iya gpp santai ja, cuma gasuka aja digituin" jawabku.

"kamu dulu mondok dimana? " Kenapa dia mulai kepo sih

" Oh aku gak mondok, jadi rumahku itu deket ma pondok jadi kalo tiap malem ya aku madrasah ngaji di pondok" terangku.

"kamu hafal surah yasin gak Bil? "
kujawab saja bahwa aku hafal tapi kadang suka lupa dan responya sungguh mengejutkan! dia bilang bahwa aku ini istri idaman dan Kia menertawakanya.

Entah kenapa kali ini aku, Kia, Rizki, Maula terlihat akrab sekali. Dimana kami membahas tentang cita-cita kami hingga terasa menyenangkan.
Dia menanyaiku terdahulu apa cita-citaku.

Lantas aku mulai bercerita jika aku ingin menjadi seorang bidan, lalu Kia yang ingin menjadi guru, dilanjut Rizki yang ingin menjadi seorang youtuber dan yang terakhir yaitu Maula yang ingin menjadi seorang TNI.

Maula banyak menceritakan tentang saudaranya yang menjadi TNI dan setelah itu terdengarlah suara para kakak kelas memanggil kami untuk mengikuti upacara.

"Dek kumpul dek! Cepet! Dihitung sampai 5. Kalau gak tepat bakal dapat hukuman! Satuuuu! Duaaaa! Tigaaaa! "

" Sumpah galak banget kakak kelas kita" ucapku pada Kia.

Panas-panas gini upacara dan tentu itu membakar kulitku menjadi belang, tapi aku berusaha tuk selalu bersyukur. Gamau kebanyakan menggerutu, yang kumau aku hanya ingin menjadi seseorang yang disiplin dan aku yakin di SMA ku ini aku pasti akan mendapat banyak pengajaran.

Ini adalah cerita pertama jadi maaf bila banyak salah kata.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 05, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

JALANKUStories to obsess over. Discover now