01.Juli.2020
"Dihadirkannnya kamu dalam hidupku adalah keberuntungan yang luar biasa. Ini mungkin karena kebaikanku di kehidupan sebelumnya."
-CANLE
.
.
.
Aku menulis ini dengan sangat hati-hati, sembari mengingat dengan baik agar ketika kamu membacanya kamu tidak mengejekku dan mengatakan aku melewatkan sesuatu. Baik aku akan memulainya.
Kamu pasti jauh lebih mengingatnya dan tahu kalau aku adalah orang yang payah dalam hal mengingat sesuatu, kamu sangat tahu itu tetapi aku mencoba menulisnya agar ketika aku benar-benar melupakannya, aku masih punya jalan untuk kembali mengingatnya, meski kamu selalu bilang "Ada aku, aku yang akan menceritakan kepadamu agar kamu bisa mengingatnya kembali." Yayaya aku percaya dengan kemampuanmu mengingat, aku percaya. Tetapi ada beberapa ketakutan yang tidak bisa aku hilangkan bahkan untuk sekedar mengatasinya sebentar. Aku percaya kalau aku mampu mencintaimu seumur hidupku dan kamu juga menyanggupi itu. Tetapi yang aku takutkan adalah saat dimana semesta tidak lagi sudih menyatukan kita, aku takut.
.,,
Hari itu, hari dimana kamu membolos bimbingan belajar hanya karena ingin menemaniku di perpustakaan, padahal kamu akan melaksanakan ujian yang bagi kebanyakan orang itu adalah ujian yang tergolong cukup penting dan jahatnya aku malah senang kamu lebih memilih menghabiskan waktu bersamaku. Seperti biasa, kita lebih sering menghabiskan waktu dengan hal yang tidak bermanfaat bagi kebanyakan orang tetapi bermakna untuk kita, tapi kan kita adalah dua manusia yang tidak peduli penilaian orang lain.
Maaf sekali, aku lagi-lagi harus melangkahinya sedikit, iya iya kamu pasti akan tertawa dan mengatakan "Sudah kubilang, daya ingatmu payah." Tetapi yang harus kamu tahu, aku tidak mungkin lupa bagian penting dari cerita yang sudah kita lewati, meski menurutmu semuanya penting, tanpa ada kecuali.
Saat itu aku tertidur, akan menghampiri nyenyak. Aku bisa membayangkan seperti apa posisi tidurku saat itu, terduduk di kusi perpustakaan, sandar pada sandaran kursi. Kepala sedikit bengkok kebelakang dan wajah yang menghadap ke arah langit-langit ruangan. Tidak lupa buku yang tidak terlalu tebal berisi puisi-puisi yang menutup wajahku, menjadi pengantar tidurku, yang aroma dari tiap lembar kertasnya mampu menghanyutkanku.
Lalu ketika aku hampir saja menghilangkan suara-suara yang terdengar mengganggu di telingaku, buku itu malah jatuh dari wajahku, mungkin karena tidak didukung bisa tetap bertahan dengan posisi tidurku saat itu. Baru aku ingin membuka mata untuk mengembalikan posisi buku itu seperti sediakala, kamu sudah lebih dulu meletakkan bukunya di atas wajahku kembali, iyadeh kamu yang paling mengerti keinginanku.
Tetapi sebagai penghormatan aku tidak langsung melanjutkan tidur, aku sedikit menjauhkan buku itu dari wajahku lalu tersenyum menatapmu sebagai tanda terimakasih dan yang kuingat kamu hanya terkekeh sebagai balasan. Aku kembali memejamkan mata, membuka buku tadi kebagian halaman tengah agar lebih seimbang untuk aku tempatkan di atas wajahku kembali. Kalian pasti bingung dan berpikir mana bisa tertidur seperti itu, pasti bakalan sesak. Tapi menurutku, justru itu membuatku jauh lebih bisa tenang, kalian akan mengerti kalau kalian sudah mencobanya, aromanya sungguh enak. Ok ok tidak semua orang, karena beberapa orang yang sudah aku tawarkan melakukannya malah merasa sesak dan mengatakan aku aneh, hmmm iyya sih dipikir-pikir aku juga aneh ya.
Tetapi pemikiran itu hanya berlangsung sebentar, sesaat setelah aku mendengar jawabanmu kala aku bertanya "memangnya aku aneh ya?" kamu tertawa dulu sebelum menjawab "Bukan aneh, tapi unik. Memangnya siapa yang bilang aneh? Orang-orang? Kok sekarang jadi peduliin perkataan orang sih, kan yang penting kamunya ngerasanya gimana, kamunya nyaman atau nggak."
Aku tersenyum, perasaan ini nyata, aku sungguh merasa jadi orang yang paling beruntung di dunia, Tuhan kenapa bisa sebaik ini kepada aku yang masih sering lupa bersyukur.
YOU ARE READING
CANLE
RomanceIni kisah tentang dua makluk Tuhan yang saling mencintai, saling menggantungkan harap satu sama lain, dan saling menjadikan bagian dari mimpi masa depan. Dua manusia yang saling menyebutkan nama dalam do'a, berharap bahwa mereka ditakdirkan bersama...
