Chapter 1: Beberapa detik lagi

130 21 5
                                        

Terik matahari membakar kota. Debu beterbangan kesana kemari. Suara klakson mobil yang terjebak lampu merah menambah kebisingan kota.

Kerumunan orang berdiri di tepi jalan menunggu pejalan kaki diperbolehkan menyebrang.

Setelah beberapa saat menunggu, kerumunan orang tadi mulai berjalan melangkah membelah jalanan.

Sesekali Jaehyun melirik arloji yang melingkar dipergelangan tangan kirinya.

Saat kerumunan mulai berjalan, ia mempercepat langkahnya dengan berlari. Mendahului orang-orang di depannya.
Tak peduli jika beberapa kali ia menyenggol pundak orang dan mendapat makian karna itu.

Saat kakinya menapak trotoar, ia mulai berjalan menyusuri trotoar. Melewati deretan minimarket dan sebagainya.

Tenggorokannya terasa kering. Napasnya tergenggal-senggal akibat berlarian.

Ingin sekali ia mampir kesalah satu minimarket guna membeli sekaleng minuman dingin. Kendati rasa haus membuat tenggorokannya sakit, dirinya sama sekali tak punya waktu untuk sekedar membayar sekaleng minuman dingin. 

Dirinya terus melangkah. Sampai matanya tertuju pada seorang wanita tua yang duduk didepan minimarket dengan seorang gadis berseragam SMA yang berjongkok didepan si wanita tua.

Si wanita tua meliriknya, lalu mengangkat tangannya dan menunjuk Jaehyun yang tengah berjalan tergesa-gesa.

Kemudian si gadis menoleh mengikuti arah telunjuk wanita tua. Matanya dan mata si gadis sempat bertemu sampai Jaehyun mengalihkan pandangannya kembali fokus pada jalanan didepannya.

Jaehyun merasa aneh. Dirinya hanya berjalan diatas trotoar. Apakah itu suatu kesalahan hingga dirinya di acungi jari telunjuk.


Dirinya memilih terus melangkah tanpa memperdulikan si wanita tua.

"T-tunggu, Tuan."
Jaehyun menghentikan langkahnya saat dirasa tangannya ditahan oleh seseorang.

Sungguh, Jaehyun hanya ingin berjalan dengan cepat ketempat tujuan.

Ia menghela napas, lalu menoleh untuk melihat siapa yang mengganggunya.

Gadis tadi? Jaehyun bahkan tidak mengenalnya. Ada urusan apa dirinya dengan Jaehyun.

Jaehyun menatap gadis berseragam di depannya datar. Menunggu gadis itu mengatakan sesuatu.

"A-apakah kau bernama Jung Jaehyun?" Tanyanya gugup.

"Ada apa memangnya? Kau menggangguku." Ketus Jaehyun.

"O-oh, maafkan aku. Apa kau ingin mampir sebentar? Ke caf-"

"Aku sedang terburu-buru, bisakah kau melepaskan ku dan pulang saja kerumah mu?" Jaehyun sedikit meninggikan suaranya.

Si gadis tampak terkejut. Lantas melepaskan tangan Jaehyun.
"M-maaf." Gadis itu membungkukan tubuhnya berkali-kali.

Jaehyun tak menanggapinya. Dirinya berbalik dan melanjutkan langkahnya meninggalkan si gadis.













BRAKKK

Baru beberapa langkah Jaehyun berjalan, dirinya harus menghentikan langkahnya dan berbalik guna memuaskan rasa ingin taunya-berasal  dari mana suara tadi.

Yang ia dapati hanya kerumunan orang-orang yang ramai di tengah jalan.

"Astaga, bagaimana bisa gadis itu tertabrak. Sepertinya ia baru saja berbicara dengan seorang pria tadi. Ya ampun, kasihan sekali. Dia baru SMA."

Jaehyun menatap wanita berseragam minimarket yang baru saja keluar dari kerumunan.

Gadis SMA? gadis tadi?
Sungguh, Jaehyun sebenarnya tidak ingin berdesakan disana hanya untuk memastikan. Bahkan ia sedang terburu-buru.

Tapi Jaehyun selalu kalah dengan rasa ingin tahunya. Ia berlari mendekati kerumunan, memaksa masuk guna melihat gadis tadi.

Itu benar. Gadis tadi. Gadis yang mengganggunya tadi. Rasa bersalah berkecamuk dihati Jaehyun.

Ia tak percaya, ia berbicara dengan orang yang bahkan umurnya tersisa beberapa detik lagi.

Kendati perasaannya diselimuti rasa bersalah, dirinya tak punya waktu lagi. Jaehyun kembali membelah kerumunan untuk mengeluarkan dirinya dari sana.

Lantas berlari menjauhi kerumunan. Menuju tempat tujuannya.

Partikel Debu✔[Jung Jaehyun]Stories to obsess over. Discover now