Xameera menatap wajahnya di cermin. Sambil menghembuskan nafas frustasi, Xameera melirik jendela sebuah rumah sakit di jakarta yang terhiasi oleh langit senja yang indah dilengkapi rintik hujan. Ternyata kota ini masih menyimpan keindahan selain kemacetan dan polusi udaranya. Hingga lamunan frustasinya sirna, namun pikirannya terus berputar pada kejadian tadi siang di rumah sakit tempat dia bekerja.
Xameera tidak menyangka akan dipertemukan lagi dengan dia, seseorang yang selama lima tahun ini mati-matian untuk dia lupakan. Padahal sejak pria itu memutuskan untuk meninggalkan dia tanpa sebab dan mencampakkannya begitu saja. Xamee memutuskan untuk melupakan pria itu. Dan semenjak itu juga Xamee sudah tidak bertemu dengan pria itu lagi. Sesuai dengan harapannya. Walau usahanya selalu gagal, karena menurut dia pria itu adalah seseorang yang mampu membuatnya tertawa lepas dan melupakan trauma dalam dirinya.
Selama lima tahun itu juga Xamee sudah mulai benar-benar lupa akan pria itu dan sudah mulai berusaha membuka hatinya untuk orang lain yang pantas untuk dia perjuangkan. Bagi Xameera untuk saat ini pria itu bukanlah bagian dari hidupnya lagi. Jika saja dulu dia tidak begitu tulus dalam mencintainya, mungkin Xamee tidak akan sulit untuk melupakannya. Ah sudahlah, mungkin itu takdir tuhan yang harus dia terima. Tidak usah diungkit lagi rasa sakit itu. Karena hidup takan menyenangkan jika tak ada tantangan berupa ujian yang menyakitkan yang penuh air mata. Saat ini bagi Xamee hidup itu bukan untuk di tangisi tapi di nikmati. Dan Xamee selalu menanamkan dalam dirinya "Pria di bumi terlalu banyak, untuk apa kita terjebak dalam satu pria yang brengsek". Nyatanya kata-kata itu ga berguna untuk orang yang benar-benar sudah menyayangi seseorang dengan tulus. Termasuk xameera, yang sudah menelan bulat-bulat kata-kata itu selama lima tahun.
Xameera bangkit dari lamunannya dan memasang kembali topeng kebahagian dalam dirinya. Lalu dia pergi menyusuri lorong rumah sakit dan menyapa setiap orang yang ia temui. Dibagian depan tampak seorang pria berdiri sedang berbicara begitu serius kepada seorang wanita paruh baya, untuk meyakinkannya bahwa akan baik-baik saja. Xamee terkejut saat pria itu membalikan tubuhnya. Tatapan mereka saling beradu selama beberapa detik. Pria itu dengan mudahnya tersenyum terhadapnya. Senyum yang akan selalu Xamee ingat dalam hidupnya. Senyum yang selalu membuat Xamee hilang akal.
"Xameera Aurora Khumairah. Gue tahu Dokter baru itu ganteng. Jangan gitu juga kali ngeliatinnya, kaya ga pernah liat cowok cakep aja. Hehe" kekeh Lani. Xamee begitu terkejut. Kalau sedari tadi dia masih memandangi pria yang berwajah mirip dengan Arka.
Ya " dia" Arka, Arkana Megantara.
Pria yang saat ini, berusaha ia lupakan. Namun cinta berpihak lebih tinggi dari itu.
" Datang dan hilang" bualan menyebalkan yang sering dilakukan penghuni bumi yang hanya bercanda pada perasaan. Coba deh kita ganti dengan kata simple " Bertemu lalu Bersatu"
Tadi malam hujan turun begitu deras, hingga menyisakan genangannya dijalan. Rasanya pagi ini Xamee ogah-ogahan untuk pergi bekerja. Dia malu untuk menampakan wajah menyedihkannya, apalagi dihadapan Lani, mungkin dia akan habis diledek dia. Dan dihadapan Arka. Rasanya malas sekali menyebut nama itu lagi.
Xamee menatap dirinya dalam cermin, melihat wajah menyedihkannya apalagi mata bengkaknya. Berbagai cara Xamee lakukan untuk menghilangkan bengkak dimatanya. Menurut orang dan berbagai artikel yang pernah dia baca, menangis dapat menghilangkan rasa sesak dihatinya. Bodohnya, Xamee percaya. Dengan keyakinnya dia keluarkan semua persediaan air matanya. Juga mengorbankan waktu istirahatnya. Tapi rasa sesak dihatinya masih sama. Malah mata yang jadi korbannya.
Pertemuannya dengan Arka kemarin di luar dugaannya. Percuma Xamee mati-matian melupakannya, jika dia masih di pertemukan. Ternyata rumah sakit tempat dia bekerja adalah milik kakeknya Arka dan dia juga bekerja disana. Dan itu berarti peluang untuk bertemu Arka semakin besar. Akal Xamee sudah buntu. Dia bingung harus memilih mana. Memilih bertahan ditempat ini dengan penderitaan atau pergi dengan banyak pertanyaan.
Ahhh, rasanya dia ingin pergi saja ketempat yang sepi. Sendirian, ya hanya sendirian. Ditemani semilir angin dan langit senja sore hari.
Sejak mengenal Arka, Xamee mulai menyukai tempat sepi dan lebih mengenal dirinya. Dulu kesepian adalah musuh baginya. Sebisa mungkin dia menghindar dari kesepian. Sendirian. Kehidupan masa lalu yang membuatnya trauma akan sendirian.
"Terkadang mereka hadir, Bukan menyelamatkan. Namun hanya membantu, mempermudah dan membuat nyaman. Lalu pergi tanpa alasan"
Dulu dia memiliki keluarga yang harmonis. Memiliki satu kakak perempuan dan adik laki-laki. Ketika umur lima tahun baginya keluarga dia adalah keluarga terbaik di dunia. Namun, tiba-tiba di suatu hari ketika dia bangun, dia tidak menemukan keluarganya termasuk adik kecilnya. Dia sendirian di rumah itu.
"ibu...ibu"tidak ada jawaban
"ayah...ayah"masih tidak ada jawaban
"kak xavia.... Kakak. Dimana" termasuk kakanya pun tidak memberi jawaban.
Dia berusaha mencari diseluruh bagian rumahnya yang sederhana. Dengan sepuluh menit bisa menelusurinya. Namun dia tidak menemukan siapapun.
Selama beberapa jam dia menangis. Dia merasa lapar dan haus, dia mencari makanan di dapur, namun tidak ada makanan matang sedikitpun. Dia berusaha meraih gelas di meja, namun dia terlalu pendek untuk meraihnya. Dia terus berusaha hingga gelas itu jatuh dan membentuk pecahan-pecahan beling. Tiba-tiba lampu padam. Dia menangis histeris dan berlari ia tak sengaja dia menginjak pecahan beling itu. Hingga dia tertidur dengan penuh darah di kakinya hingga dia bangun lagi. Keluarganya masih belum terlihat. Begitu drama ya. Namun itu nyata, Xamee merasamengapa hidupnya begitu banyak drama.
Tiba-tiba dari balik pintu datang sepasang suami istri. Yang ternyata om dan tantenya, omnya merupakan kakak dari ibunya, yang sudah lama tak ia jumpai. Lalu mereka membopong Xamee dan membawanya pergi dari tempat itu. Baginya untuk saat ini mereka adalah keluarga untuknya dan tak lupa xamee juga memiliki sepupu perempuan yang bernama Alena Sarasvati, yang kebetulan seumuran dengannya. Sungguh kebetulan bukan. Semenjak kejadian itu Xamee menjadi takut untuk sendirian.
Mengapa ketika dia memikirkan nama Arka masa lalu nya pun ikut muncul. Rasanya Xamee ingin hilang ingatan tapi hanya tentang Arka dan trauma nya itu.
Masa lalu tak selamanya menjadi cerminan untuk menjadi manusia yang lebih baik. Tapi masa lalu bisa jadi tempat pengingat dikala kita akan berteduh di tempat yang sama. Nyaman, namun jebakan.
Author:
Akhirnya setelah mengumpulkan kekuatan, author bisa post ini juga. Semoga kalian suka ya
Salam cinta
Author
YOU ARE READING
Xameera
RomanceMove on adalah kata simple namun sulit dilakukan. Contohnya Xameera selama 5 tahun dia sulit menghapus nama Arkana di hati dan pikirannya. Apakah mungkin Xameera bisa move on dengan tips dan triknya dia?
