Kim sol-ah nama gadis itu. Gadis yang berada di rooftop sekolah nya sambil memegang perut nya yang terasa sangat lapar. Ia hanya gadis biasa yang hidup di dunia. Ia memiliki keluarga utuh seperti orang orang pada umumnya, tapi ini beda meskipun ia punya keluarga ia tetap merasa sendiri.
Kim sol-ah menghela nafas panjang lalu merenggangkan badan nya sedikit. Rambut pendek sebahu nya berterbangan kesana kemari membuat gadis ber marga 'kim' itu terlihat lebih cantik. Gadis yang kerap di panggil Sol-ah itu bersenandung kecil sambil melihat lihat daun kering ber guguran, ntah kenapa hari ini sekolah itu terasa sepi padahal pulang sekolah baru saja 15 menit yang lalu.
Hingga beberapa menit kemudian ia merasakan badan nya seperti di angkat oleh seseorang lalu di hempaskan ke bawah dan seketika penglihatan nya gelap.
~oOo~
Deg!
"Astaga, mimpi buruk lagi" Kim sol-ah mengusap wajahnya kasar seraya memegang kepala nya yang terasa sangat berat
"Kali ini terasa sangat nyata" sol-ah bergumam dalam hati lalu menuju ke kamar mandi untuk sekedar membasuh wajah nya
Sol-ah menatap dirinya dari pantulan kaca. Ia termenung beberapa menit sambil melihat bekas luka di sudut bibirnya dan luka lebam di dekat alisnya. Cukup lama ia termenung hingga beberapa menit kemudian lamunan nya buyar karena cacing di perutnya sudah ingin di beri makan.
Sol-ah turun dari kamar nya yang berada di lantai empat. Rumah yang di tempati nya itu sangat besar, sampai membuat nya ngos ngos an saat sudah sampai di lantai satu. Sol-ah membuka kulkas dan hanya mendapati roti tawar gandum dan selai blueberry kesukaan nya sedangkan yang lain nya tidak bisa ia sentuh, jika ia berani mungkin tangan nya akan putus.
Sol-ah mulai memakan roti itu perlahan, gigitan pertama biasa saja, gigitan kedua sedikit aneh, gigitan ketiga ia memuntahkan roti gandum yang sudah masuk ke perut nya itu.
"Uekk! Uekk!, cih" setalah muntah sol-ah melihat kemasan roti tawar gandum itu, tidak kadaluarsa kok. Lalu matanya beralih ke selai blueberry ber kemasan kaca lalu membuka tutup nya dan melihat tanggal kadaluarsanya, ternyata selai itu sudah kadaluarsa.
"Sudah kadaluarsa rupanya" sol-ah lalu membuang selai itu ke tempat sampah di sebelah kulkas agar tidak ada yg terjebak seperti nya lagi
"Tidak apa apa hari ini hanya makan roti gandum tanpa selai" sol-ah berjalan ke arah ruang tv
Rumah yang begitu besar tetapi seperti tidak ber penghuni. Sol-ah ingin menonton tv tapi di urung kan nya niat nya itu untuk sekedar membersihkan banyak foto di atas meja hias ruangan itu. Setelah memasukkan semua roti ke mulutnya sol-ah mengambil sebuah kemoceng lalu mulai membersihkan debu debu yang menempel di semua bingkai foto keluarga yang tampak bahagia itu
Sol-ah dengan telaten mengusir para debu debu yang kira kira sudah lama bersarang. Sesekali ia melihat foto itu. Foto saat dirinya masih ber usia 13 tahun dan di sebelahnya terdapat nenek nenek sekitar usia 72 tahun yang memegang kedua bahu nya gemas. Tanpa sol-ah sadari mata nya mengeluarkan cairan bening, ia ter ingat nenek tiri nya yang ter amat sangat menyayanginya.
Sol-ah mengangkat foto itu lalu berniat untuk meletakkan nya di kamar nya saja. Setelah selesai membersihkan debu, sol-ah berniat pergi ke kamar nya saja. Tak lupa ia membawa bingkai foto yang ingin ia letakkan di kamarnya. Pada tangga di lantai dua malang nya kaki sol-ah terkilir karena salah memijak tangga, alhasil bingkai yang ia bawa terlempar dan pecah. Tak perduli dengan kaki nya yang sudah mem biru sol-ah buru buru mengambil bingkai foto lama itu lalu sol-ah langsung menangis
"Hiks, pe-pecah. Nek maafin sol-ah" hanya selembar foto yang utuh, tapi tunggu sol-ah melihat ada selembar kertas terlipat dua yang berada di antara serpihan kaca ia mengambil nya lalu membuka nya
Nenek yakin Sol-ah pasti bakal bahagia, jika kamu udah baca surat ini kamu harus inget satu hal ya sayang nenek selalu ada di sekitar kamu dan selalu menjaga kamu. Kamu harus kuat ya sayang menghadapi berbagai macam cobaan, nenek yakin kamu bisa. Kamu harus jaga orang yang kamu cintai Sol-ah, kamu hebat Sol-ah
-Nenek
-/-
Annyeong yeoleobun!
Next episode bakal lebih panjang lagi kok :>
