02

57 24 9
                                        

Killa memakan mie ayamnya dengan lahap. Tidak sarapan membuat perutnya demo sepanjang jam pelajaran.

Seisi kantin mulai heboh melihat kedatangan cowok blasteran Turki itu. Tubuh yang tegap dan tangan kanan dimasukkan kesaku celananya menambah kesan cool pada dirinya.

Kaivan mengabaikan tatapan memuja yang ditujukan untuknya. Berbeda dengan teman yang ada disebelahnya. Ferdi menatap para gadis dengan tatapan genit. Tentu saja membuat orang yang mudah baper jadi salting.

Ferdi memang tidak setampan Kaivan. Dia mempunyai kulit kecoklatan. Ferdi sepenuhnya orang Indonesia. Lesung pipi disisi kiri yang dimilikinya, membuat Ferdi terlihat manis.

"Kill Kill, Kaivan tuh." Tunjuk Tamara dengan kepalanya.

Sontak membuat Risma dan Icha menoleh, kecuali Killa. Entah apa yang merasukinya.  Sehingga tidak tertarik dengan cogan ini. Killa ternyata lebih tertarik dengan mie ayamnya.

"Subhanallah!! Sungguh indah ciptaan mu Ya Rabb." Risma terang-terangan melihat Kaivan dengan tangannya kanannya memegang pipi dan sikunya bertumpu pada meja. Sedangkan bibir tipisnya tidak berhenti tersenyum.

Icha mendorong meja dihadapannya, membuat tangan Risma jatuh kebawah. "Lebay Lo kebangetan."

"Anjiir!!! Mie ayam gue tumpah woyyy. Nggak mau tau, Lo harus ganti!!" Pekik Killa. Membuat semua pasang mata tertuju pada mereka, tanpa terkecuali Kaivan.

"Ya ampun Kill. Kuahnya cuma keluar setetes doang. Mie ayam Lo juga cuma tinggal sesendok." Kesal Icha.

"Tetep aja berharga buat gue. Ganti sekarang, titik!!" Killa melipatkan tangannya didada.

Dengan malas Icha pergi memesan mie ayam untuk Kila ke Bu kantin. Dia harus mengantri untuk mendapatkan pesanannya. Menurutnya lebih baik ngantri dari pada harus berdebat apalagi dengan sahabatnya sendiri. Sedangkan Tamara dan Risma hanya cekikikan melihat kelakuan mereka.

"Ini mie ayam Lo." Cemberut Killa.

"Ikhlas nggak nih?" Tanya Kila dengan mata yang berbinar melihat mie ayam didepannya.

Icha mengangguk sambil meminum air yang ada didepannya.

Melihat itu Killa langsung menyantap mie ayamnya. Teman-temannya menatap Killa dengan tampang cengonya.

"Lo laper apa doyan?" Tanya Icha.

"Dua-duanya kali." Kata Risma, tidak mengalihkan pandangannya.

"Nggak bisa jaga image Lo, ada Kaivan juga." Kata Tamara.

Killa hanya mendengar tanpa berniat membalas perkataan teman-temannya.

~~~~

"Mau pulang bareng nggak?" Tanya Icha pada Killa.

"Nggak usah. Gue dijemput kok.  Lagian rumah Lo beda gang sama rumah gue." Killa melirik Icha sekilas dan tersenyum lalu memainkan handphone nya.

"Mau pulang bareng Kaivan nggak Kill? Mumpung sendiri." Goda Tamara sambil menaik turunkan alisnya. sedangkan Killa menatap Tamara dengan matanya yang tajam.

Icha mengangguk kemudian berjalan menuju parkir.

"Aww!!" Pekik Icha. Seseorang telah menginjak kakinya. Lihatlah, bahkan orang itu tanpa bersalah berjalan mendahului Icha dan melangkahkan kakinya menuju motor sport nya itu.

Icha tidak tinggal diam. Dia mengejar Kaivan kemudian menginjak kaki sebelah kirinya.

Mata Kaivan melotot melihat orang yang dengan beraninya menginjak sepatu mahalnya. "Lo!!! Beraninya Lo!!" Rahang Kaivan mengeras melihat tingkah Icha.

ProblemWhere stories live. Discover now