Hanya halu semata
Di baca yuu
Cast cowok member bts
Cast cewek Lee Nana
Jangan lupa Follow akunya lalu vote dan komen cerita ini
!⚠ Jika ada kesamaan alur cerita dengan cerita milik author lain maafken yaa, karena inspirasi datang dari mana saja ⚠...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Hay, namaku Lee Nana. Definisiku: rambutku panjang keriting gantung hitam, ponytail. Kalian pasti sering melihatku di Universitas di Indonesia , karena aku sekolah disana.
“Hai, Nana.. PR ini gimana sih?” Tanya seorang yang tidak asing lagi bagiku, ya, sahabatku. Namanya Nara. “Ooh, kamu belum kerjain ya,” Godaku, “Jawabannya di buku cetak halaman 35.” “Iih, aku kan gak tau. Oh iya! Thanks banget ya!” Serunya kegirangan. Aku hanya mengangukkan kepalaku dan melanjutkan kegiatan membaca wattpad.
Tiba-tiba ada sebuah pesan masuk. Aku membuka pesan LINE cowok yang akhir-akhir ini sering mengirim message padaku lewat LINE. Oke, aku mengaku aku menyukainya saat kita pertama kali berbicara. Ia mengirimkanku lagu (proud of you, little love) dan berjanji akan mencintaiku selamanya. Ia pun sangat ramah, pintar. Ia tinggal di Korea. Wajahnya juga tampan. Ia memang perfect bagiku. Suaranya seperti suara malaikat. Yah, kami LDR-an. Tapi, yang spesial, Ia bisa berbahasa Indonesia! Nilai 100 kucamkan padanya. Sekarang dia sedang di Indonesia untuk liburan.
LINE
Joon
Joon
“Hi, how are you?”
Nana “I‘m fine, and you”
Joon “Sure, I‘m fine ”
Nana “Namjoon”
Joon “What, baby?”
Nana “Let’s go to the park this evening!”
Joon
“Good Idea! OK.” Read
Malamnya, aku menemuinya di bangku taman kesukaan kita. Ia menepuk pundakku, segera ku berbalik. “Hai! Sudah lama gak bertemu..” Ujarku sambil mendekapnya. “Ya, bagaimana kuliahmu?” Tanya Namjoon. “Biasa-biasa saja, bosan, banyak PR,” Kataku “Tahun depan aku lulus, doakan aku, ya.”Namjoon. “Pasti.” Ia lalu mengecup keningku dan mengajakku membeli sesuatu. “Kamu mau apa? Aku belikan.” Tawarnya. “Bener?” Tanyaku tidak percaya. Ia tersenyum kecil dan menganguk pelan. “Aku mau kita foto bareng di photo booth itu!” Ujarku keras, sehingga semua orang di sekitarku mendengar. “Hey! Ini taman, alam terbuka, jangan teriak gitu dong!” Katanya, dengan muka memerah.
Tiba-tiba teman cowokku (Suho) yang katanya suka sama aku, datang. “Hai, Nana!” Lalu Ia melirik ke arah Namjoon. “Ini siapa sih!?” Ujar Suho penasaran. “Ini…” “Aku boyfriendnya Nana.” Potong Namjoon seketika. Mungkin Ia sudah tau bahwa Suho suka aku. “Apa kau bercanda?” Kata Suho tak percaya. “Iya namanya Namjoon.” Kataku melanjutkan. “Hah! Kau pacaran dengan cowok ini?” Katanya memastikan. Aku dan Namjoon menganguk bersama. “Kenapa kau tidak pernah cerita!!” Ujarnya meninggi. Aku terdiam. “Buat apa dia cerita, apa hubungannya sama kamu?!” Kata Namjoon yang juga meninggi nada bicaranya. “Karena dia pacarku! Nana! Kau tega!” Tegasnya. “Bohong! Bohong! Aku gak pernah pacaran sama dia!” Bela-ku. “Jangan asal ngomong ya!” Bentak Namjoon. “Benar!” Bela Suho lagi. Ia lalu merogoh tasnya dan membuka HPnya, lalu memperlihatkan foto aku dan Suho.. Hah! Aku kan gak pernah foto sama dia! “Lihat ini! Pacarmu.. Sudah kubilang! Kami berpacaran!!” Jelas Suho. Namjoon membisu, Ia melepas genggaman tanganku dengan paksa dan berlari meninggalkan kami. “Namjoon!!!” Aku berusaha mengejar Namjoon namun Suho mencegahku dia menggenggam tanganku. “Apaan sih.. Iih! Kamu.. Bohong! Bohong!” Lalu aku akhirnya bisa melepaskan genggaman tangan Suho dan pergi berlari menuju kerumahku.
Kukunci kamarku. Aku ingin meminta maaf kepada Namjoon bahwa itu cuma fitnah, namun, ternyata aku tidak menemukan id LINE nya! Tuhan.. Tolong aku. Putus asa, sedih, marah, kesal, gelisah, bingung bercampur jadi satu. Aargh!…
Aku mengambil spidol dan menulis ke sebuah kertas HVS, “GALAU!”
Sebentar. Galau … aha! Aku ada ide.
“GALAU! G = God A = Always L = Listening A = And U = Understanding.”
Kriing... Kriing... Itu suara dering telpon! Pasti Namjoon! Benar saja itu Namjoon! Aku akan segera meminta maaf.
“Halo Namjoon! Aku minta maaf dia bohong, fitnah joon! Dia…” “Aku mau kita putus.” Tut.. Tut.. Tut.. Tut..
Gak sia-sia aku menulis kata ‘GALAU’ itu. Kini aku ditinggalkan. Itulah kisah cintaku. Mungkin Ia bukan jodohku..
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.