Everything New

19 1 0
                                        

Sudah 1 bulan sejak pindahnya wanita itu, Nita. Tampaknya, sekarang ia sudah menjalani kehidupan barunya dengan tenang dan bahagia.

Dion, mantan pacarnya, ia juga punya kehidupan baru kok. Hidup menjadi penyebar aib terpercaya. Sebuah pekerjaan yang hina!

Nita tidak tau mengapa, melupakan sosok Dion adalah hal tersusah yang pernah Nita rasakan selama ini. Semakin keras Nita melupakan, semakin teringat akan semua kenangan. Mungkin lebih baik jika tidak ada yang di lupakan. Biarkan semua kenangan itu menjadi pelajaran.

Malam ini, malam yang berkesan tenang dan dingin. Sedangkan di sini, di dalam ruangan ini ada banyak sekali orang dan terasa hangat, Cafetaria.

"udah jam 10, gue harus pulang!" ucap Nita pada dirinya sendiri.

Ketika Nita hendak mengemas barang barang nya yang tergeletak di atas meja, sesekali suara petir terdengar dari luar sana. angin aingin kencang terus berhembus hingga akhirnya hujan berhasil turun. Tetes air hujan yang berjatuhan mulai membasahi kota dan orang orang yang belum berhasil mengiup. Mampus! Nita kembali terduduk. ia melamun untuk Berfikir terus berfikir, mencari cara agar ia tetap bisa pulang.

"kalo nunggu hujan reda, gue bisa pulang larut malam nih" hal itulah yang memaksa Nita untuk terus mencari cara agar ia bisa pulang tanpa kebasahan.

Ketika Nita memalingkan wajahnya dari kaca, pandangan nya teruju pada wanita yang sedang berdiri di depan kasir. Perkataan hati Nita meyakinkan dirinya bahwa sebenarnya ia mengenali wanita itu. Biarkan ia mengingat ingat terlebih dahulu, siapa wanita itu sebenarnya.

Wanita dengan rambut sebahu dengan jepit yang melekat. Baju yang wanita itu kenakan sepertinya pernah Nita lihat sebelumnya. Siapa ya? Apakah dia Reva? Iya dia Reva, sahabat kecil gue!

Nita bergegas menghampiri Reva.

"hai" sapa Nita kaku

Wanita itu membalikkan badanya dan memandang wajah Nita dengan terheran heran. Mungkin ia sedang mengingat ingat siapa orang yang sebenarnya berada di depan nya itu.

"lo Reva kan?" lanjut Nita, ia mencoba untuk mengingatkan Reva akan segalanya.

"iya?" mata Reva terbelalak sambil menunjukkan ekspresi lugu nya

"gue Nita" berusaha mengingatkan bahwa dirinya adalah Nita, sahabat kecilnya dulu

Tanpa di perintah, badan mereka mulai bergerak memeluk satu dengan yang lain nya. Mereka meluapkan seluruh rasa rindu yang terpendam begitu pula dengan rasa ingin bertemu.

"oh my god, I really miss you"

sedikit pelukan hangat untuk sahabat kecil. Sejak 2 tahun yang lalu, ketika Reva beserta keluarganya memutuskan untuk pindah rumah, mereka sudah tidak pernah bertemu lagi. Merindu, itulah titik yang mulai hilang saat ini.

"tambah cantik aja lo nit" puji Reva yang membuat telinga Nita terasa sedikit membesar.

"lo juga kok" senyuman Nita terlihat sangat renyah

"eh nit, lo mau pulang bareng gue gak? Sekalian kita cerita-cerita bareng" tawar Reva. ini dia, Ini adalah tawaran yang sangat ditunggu tunggu oleh Nita. Tawaran yang tepat di waktu yang tepat.

"mau bangetlah, kebetulan gue lagi nyari tumpungat buat pulang, hujan soalnya" Nita meringis

" kebetulan banget ya....heheheh.....lo masuk mobil duluan gih, gue masih mau bayar pesenan gue"

Reva menyuruh Nita untuk masuk ke dalam mobil duluan, sedangkan ia tetap berada di kasir untuk membayar semua makanan yang telah ia pesan.

Nita memasuki mobil. tampak seorang lelaki yang terduduk di tempat sopir, lelaki itu terlihat sangat sibuk dengan handpone nya yang berada di genggaman nya. Topi yang berada di kepala lelaki itu membuat Nita tidak bisa melihat wajah orang itu dengan jelas . siapa sih lelaki ini? Biarlah sudah, nanti Reva juga bakalan ngenalin ke gue kok.

2 menit pun berlalu tanpa suara sedikitpun di mobil, hingga akhirnya Reva datang.

"ayo beraangkat!" ucap Reva sambil memasang sabuk pengaman nya.

Tanpa mengucap sepatah katapun, lelaki itu menaruh handpone nya dan langsung menjalankan mobil. Sepertinya dia adalah seseorang yang pendiam dan bersifat dingin, dan sifat sifat seperti itulah yang sangat Nita benci dari beberapa lelaki.

"gue denger denger, katanya lo pindah sekolah nit, kenapa?" Tanya Reva yang mulai menghangatkan suasana dalam mobil.

"iya, semenjak pacar gue ngerekam gue pas gue lagi ganti baju"

"lah, kok bisa?" terkejut mendengar jawaban Nita dari pertanyaan nya tersebut, Reva langsung membalikkan badan nya ke belakang. ke arah Nita duduk

" katanya sih, ia dapat taruhan dari teman teman nya. Ia sudah kehilangan fikiran sehat hanya demi pertemanan bangsat!" umpatan yang lolos keluar dari mulut Nita membuat Reva semakin tertarik untuk menegtahui lebih lanjut dari masalah ini.

" itukan termasuk pencemaran nama baik nit, kenapa lo gak nyoba untuk lapor polisi aja?"

"udah lah rev, gua Cuma gak mau mempersulit keadaan"

"itu yang gue suka dari lo nit. Lo masih ajaa berbuat baik ke orang yang sebenarnya sudah harus lo benci"

Reva sudah sangat hafal dengan sifat Nita yang seperti ini. Nita adalah seorang wanita yang sebenarnya sangat lembut,ia baik, sabar dan tentu bijaksana. Tak heran jika banyak lelaki yang yang mencoba untuk dekat dengan Nita.

tetapi inilah Nita. meski banyak lelaki yang menyukainya, ia sama sekali tidak tertarik.

Suasana mobil kembali sunyi. Seiring berjalan nya waktu, mobil terus melaju ke arah rumah Nita. Entah mengapa Nita menjadi curiga, kenapa lelaki itu tau arah rumah gue ya? Sedangkan gue belum mengenal siapa lelaki itu sebenarnya. Jangankan mengenal, mendengar suaranya saja tidak pernah.

"rev, kenalin gue ke pacar lo dong" pinta Nita dengan basa basi.

"bukan nit, dia bukan pacar gue, dia sepupu gue" Reva menyikut lengan lelaki itu

"namanya Dion" lanjut Reva

Deg. Seketika waktu terasa terhenti bagi Nita. Semuanya terhenti! Teringat semua kenangan yang pernah yang di lalui antara Dion dan Nita. Kisah cintanya, kebahagiaan ketika berada di dekatnya, pertengkaran, segala masalah yang pernah mereka lalui. Semua itu teringat kembali!

Perasaan sakit, kecewa, hancur, dan kehilangan itu menyerang hati Nita. Tak kuasa seluruh jiwa dan raga mengenang itu semua.

"hai, salam kenal ya nit" ucap lelaki itu. Suaranya bulat dan sedikit berat. Itu adalah suara lelaki yang sangat Nita kenal. Suara yang selalu mengisi hari hari nya, suara yang tiap hari nya menyanyikan lagu kesukaan Nita diiringi lantunan gitar.

Tak di sadari, air mata membendung dan memaksa untuk keluar. Gua rindu! Rindu lelaki yang selalu memberikan pundak nya untuk bersandar di bawah pohon besar, gue rindu lelaki yang selalu menanyakan kabar dan memastikan apa gue baik baik aja?.

"iya salam kenal juga ya" jawab Nita dengan senyuman palsu seolah ia senang karena bertemu orang baru di hidupnya.

Perjalanan itu menjadi perjalanan yang sangat menyakitkan bagi Nita. Ingin rasanya ia melompat keluar dari mobil sebab kehadiran Dion sangat membuat Nita tidak nyaman. Sudah cukup, aku tak sanggup menahan air mata ini!

Mobil yang Nita tumpangi pun berhenti di depan rumah besar dan mewah. Itu adalah rumah Nita. Rumah yang sangat sering Dion kunjungi, entah itu saat pulang sekolah ataupun saat malam hari.

"udah sampai nih ta" (tata, panggilan kesayangan Dion untuk Nita)

Nita menggerakkan badan nya sedikit mendekati kursi supir, kemudian ia sedikit berbisik "anggap saja hari ini tidak pernah terjadi, karna sebenarnya aku tak menginginkan ini" kemudian Nita pergi keluar mobil.

"see you rev!" lambaian tangan Nita menandakan perpisahan dari pertemuan yang tak disangka sangka di hari ini.

Tidak lama, mobil itu menjauh, terus menjauh, semakin menjauh meninggalkan Nita semdiri di tengah sunyi nya malam dan dingin

Mengapa hari ini harus terjadi?

Andai kata hari bisa di lompati, aku tidak ingin hari ini ada

_Everything New_

EX LOVEMga kuwentong kahuhumalingan mo. Tumuklas ngayon