Prolog

103 11 7
                                        

***

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

***

Hujan turun dengan deras, dan ia membiarkan wajah pucatnya dibasahi oleh air yang mengalir dari atas sana. Hujan membuat ia bisa merasakan betapa sendunya kehidupan ini. Lebih dari satu menit ia membiarkan wajahnya dibasahi oleh dinginnya air dari atas. Tapi kesenangannya itu terhenti ketika seseorang menarik tangannya untuk menjauhi derasnya air hujan.

"Lo gila?" Seorang perempuan berdiri di hadapan gadis itu dengan berkacak pinggang. Membuat nyalinya menciut seketika.

Ia menunduk tak berani menatap perempuan di hadapannya saat sedang marah. "Lo bisa sakit nanti, Michelle!" Michelle tersentak saat perempuan di hadapannya menaikkan oktaf bicaranya. Sekarang Michelle bisa melihat lorong sekolah sudah ramai mengerubungi mereka. Dan ia tidak suka menjadi pusat perhatian orang-orang.

"Aku tahu, tapi kadang hujan sama seperti sahabat yang menemani saat kita bersedih. Seolah hujan juga sedang bersedih, sama seperti yang kita rasakan, Gabrille," ucap perempuan berponi itu yang hanya mendapat gelengan dari perempuan yang bernama Gabrille. Jelas bahwa ia tidak menyetujui ucapan Michelle barusan.

Gabrille memegang bahu Michelle, tapi Michelle malah melepaskan tangan Gabrille dari bahunya sendiri. Bukan apa, hanya saja seragamnya sudah basah kuyup karena bermain di bawah hujan tadi. "Seragam aku basah, nanti tangan kamu basah juga terus kotor." Michelle mengambil sapu tangan dan mengelap kedua telapak tangan Gabrille dan memberikannya kepada Gabrille. "Buat kamu. Aku baru beli tadi pagi sebelum ke sekolah. Masih hygienis kok."

"Ohh iya, gue lupa. Untung lo ingetin kalau gak tangan gue gak steril lagi nanti. Thanks ya." Gabrille menunjukkan sapu tangan yang  Michellle beri tadi dan ia hanya mengangguk sambil tersenyum.

"Jangan main hujan-hujanan lagi. Lo itu udah pucet, jangan sampai tambah pucet kayak zombie." Gabrille menepuk bahu Michelle yang beralaskan sapu tangan yang tadi ia beri, lantas berjalan meninggalkan gadis berponi itu dan kerumunan yang tadi menghampiri mereka berdua.

Michelle kembali menatap hujan sekali dan menghela napas panjang. Kerumunan tadi sudah membubarkan pasukannya dan ia bisa bernapas dengan lega karena Michelle tak suka berada di keramaian apalagi menjadi pusat perhatian.

Michelle Anastasya Karinaura dan Gabrille Adellia adalah sahabat yang dipisahkan karena waktu. Dan kembali dipertemukan di SMA Star Dream. Sebuah kebetulan. Dan ia baru mengetahui ternyata Gabrille yang dulu dan yang sekarang berbeda jauh. Kalau ia lebih senang dengan Gabrille kecil daripada sekarang. Tapi maupun Gabrille kecil atau besar, dia tetap sahabatnya jadi ia akan terus menyayanginya.

Michelle segera pergi ke tempat di mana lokernya berada untuk mengambil seragam ganti. Ia memang sering membawa seragam ganti jikalau bajunya kotor atau basah seperti sekarang ini. Lantas menuju toilet untuk mengganti pakaian yang sudah basah.

Gadis itu berjalan sambil menunduk untuk melihat dirinya berjalan menapak atau tidak. Takut-takut jika ia berjalan melayang. Tidak, ia hanya sekadar bercanda saja. Walau begini, humornya boleh juga.

[2] Goodbye [Tamat]Stories to obsess over. Discover now