Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-o0o-
Sosok itu tersenyum simpul sembari menatap seorang gadis yang terduduk di hadapannya tersebut.
"Girls! Enaknya diapain nih?" tanyanya.
Ketiga temannya tertawa kemudian mulai menyiram gadis dihadapannya itu dengan minuman soda yang mereka beli.
"Ops! Maaf ya, kami tidak sengaja." ucap salah satu gadis berambut panjang berwarna merah.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Roseana Park atau lebih dikenal dengan sebutan Rose, gadis campuran Korea dan Australia. Pintar, kaya dan cantik tentunya. Idaman semua pria yang bersekolah disini, itu sudah pasti dan mutlak.
"Tak perlu minta maaf, ia pantas mendapatkannya." celetuk gadis berparas tomboi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Lalisa, gadis penyuka bela diri. Pakaiannya selalu modis dan berkelas. Diusia remajanya, gadis asli Thailand ini merupakan salah satu model ternama brand-brand besar seperti LV, Gucci, Balenciaga, dan lain-lain.
"Sudahlah, lebih baik kita pergi." celetuk gadis lainnya yang memiliki paras tak kalah cantik dari mereka berdua.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Park Jiho, putri dari hasil pernikahan salah satu aktor ternama yaitu Park Bogum dan aktris terkenal, Park Irene.
"Benar kata Jiho, lebih baik kita pergi daripada belama-lama melihat salah satu sampah ini." sarkas sosok itu sembari menunjuk korban buliannya.
Sebelum benar-benar pergi, sosok itu berjongkok kemudian meraih dagu gadis di depannya.
"Ingin bermain? Kau salah orang." setelahnya ia menghempaskan dagu gadis itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jung Eunha, putri tunggal dari pasangan Jung Seokjin dan Kim Sowon. Ayahnya pebisnis sukses di bidang elektronik, dan ibunya pemilik butik termahal di Seoul bernama The Kim's, Kim Sowon.
Keempatnya terkenal dengan sebutan The Queen karena parasnya yang cantik, ucapan yang tidak bisa dibantah dan keinginan yang harus di penuhi.
Sebenarnya mereka tidak suka membuli, namun jika ada beberapa orang yang mengusik atau mencampuri kehidupan mereka berempat maka mereka akan mendapatkan balasan-balasan kecil.
Seperti dikucilkan? Mungkin.
Diantara mereka berempat, Jung Eunha paling anti untuk menyentuh korbannya. Ia tidak ingin kulit putih, halus, dan lembutnya menjadi kasar dan kotor karena hal tersebut. Cukup ketiga temannya yang baik hati dengan suka rela membalaskan untuknya.
"Berdiri!" ucap Eunha dengan nada datar sembari menatap ke arah bawah, tempat dimana gadis itu masih terduduk.
"AKU KATAKAN BERDIRI!" bentaknya. Gadis itu dengan takut-takut menumpu kakinya di atas lantai sekolah.
"Jangan pernah muncul di hadapanku lagi, kau mengerti?" perintah Eunha dengan nada tajam.
"N-ne!" setelah Eunha membiarkan gadis itu pergi, suasana menjadi hening hingga datang sekelompok pria yang sering disebut The King.
"Kelakuan mereka tengil sekali." celetuk Rose sembari menatap keempat pria yang berjalan menghampiri mereka.
"Apa perlu ada baku hantam?" balas Lisa dengan nada datarnya.
"Sudahlah, sabar." ucap Jiho sembari menenangkan kedua sahabatnya.
"Wah! Pembulian lagi?" ucap salah satu pria tersebut sembari bertepuk tangan.
"Bukan urusanmu." jawab Eunha ketus, lantas ia segera beranjak darisana. Namun, lengannya dicekal oleh orang tersebut.
"Aku bisa melaporkan ini pada guru."
"Mengancamku, huh?" Eunha manarik satu sudut bibirnya.
"Kalau iya, bagaimana?"
Eunha tertawa sesaat kemudian membisikkan sesuatu di dekat telinga pria itu.
"Jangan macam-macam, aku tahu rahasia besarmu. Membunuh tanpa menyentuh, sangat kotor."
Pria itu menegang seketika. Eunha menjauhkan wajahnya kemudian menarik ketiga sahabatnya menjauh darisana.
"Jung Eunha sialan!" teriaknya.
"Memang, apa yang dia katakan, Kook?" tanya salah satu pria berkulit eksotik tersebut, Kim Mingyu
Melihat tatapan tak bersahabat yang pria itu pancarkan, salah satu teman yang lain menyenggol lengan Mingyu.
"Apa?" tanya Mingyu bingung.
Tak sabar melihat kelemotan pria hitam itu, ia menginjak kakinya.
"Aw! Kau sudah gila ya, Jun!" ringisnya sembari mengusap sepatunya.
"Daripada kau, sudah bodoh, idiot pula." celetuk pria berambut blonde yang sedari tadi diam, Bambam.
"Bambamku sayang, kenapa kau ikut bermulut jahat seperti Jun?"
Sungguh, suara menggelikan dari Mingyu sedikit membuat Bambam jijik.
"Sudahlah, ayo tinggalkan si bodoh ini." ucapnya setelah lama terdiam dan di angguki oleh Jun dan Bambam.
"Yak! Jungkook!" teriak Mingyu saat mereka meninggalkan ia sendiri.
-o0o-
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Karena aku belum bisa selesain beberapa kata di book aku yang Make It Over, sebagai gantinya aku bikin book ini.