PROLOG

122 9 4
                                        

HALLO READERS SALAM HANGAT. INI PERTAMA KALINYA AKU BUAT CERITA JADI HARAP MAKLUM KALO MASIH TYPO HEHE.

-SELAMAT MEMBACA GAISS-


Senin adalah hari dimana semua orang bermalas malasan untuk bangun pagi, seperti halnya dengan Lily. Seorang gadis dingin bermata coklat yang sukanya ngaret gak ketulungan.

"yuhuu adek tercintahhh bangun gak lo!" kata denis dengan nada lebay khas seorang kakak.

"emhh, apasih kak ily masih ngantuk" jawab lily dengan mata yang masih tertutup.

"Bangun woy udah jam 06.00".

"What!!! Ihhh kok kak denis gak bangunin sihh" jawab ily sambil merengek kepada denis kakaknya.

"Serah lu dek. Sono mandi sono ileran tuh".

Selesai mandi dan siap memakai seragam SMAnya ily langsung menuju ruang makan untuk melakukan sarapan bersama keluarganya.

"Pagi ayah , pagi kakak" ucap lily ketika duduk disamping Rangga kakak pertamanya.

"Pagi dek, ciee udahh anak SMA nih" jawab Gibran kakak keduanya sekaligus kakak terkonyolnya.

Lily adalah anak nomer empat dari 4 bersaudara.
Kakak pertamanya bernama Rangga Ardia Fahruni yang sekarang duduk dibangku perkuliahan, kakak keduanya bernama Gibran Dirgo Fahruni yang sekarang duduk di kelas 12 SMA, kakak ketiganya bernama Denis Elangga Fahruni yang sekarang menginjak kelas 11, dan yang terakhir Raina Lily Senjana Putri Fahruni anak perempuan satu-satunya yang baru memasuki kelas 10.

Ayahnya bernama Fahruni Andromeda pemilik perusahaan VaruniManagement ternama di Jakarta dan memiliki cabang di berbagai kota.

Sejak kecil, mereka sudah dididik untuk bisa berkreatif menciptakan sesuatu yang berguna untuk masa depan nantinya.

Mereka sudah bisa mendirikan sebuah studio foto, yang nantinya akan dikembangkan untuk menarik orang-orang datang ke studionya.

"Rangga?" Panggil ayahnya

"Iya yah, bagaimana?"

"Nanti tolong kamu berikan pelatihan kepada adik-adikmu untuk mengembangkan studio itu" perintah ayahnya kepada rangga

"baik yah"

Yah, mereka juga selalu diajarkan untuk patuh terhadap perintah orang tua.
Mereka pun tidak ada yang berani untuk melawan perintah ayah fahruni

Setelah mengucapkan itu mereka semua kembali melanjutkan sarapan. Karena di aturan keluarga mereka jika sedang makan, tidak boleh berbicara kecuali membicarakan hal penting.

"Dek ayoo berangkat?" Kata denis sambil menyalami kedua orang tuanya

Setelah menyalami ayah beserta kakak-kakanya, merekapun akhirnya bergegas pergi ke sekolah.

☀☀☀

Selama di perjalanan lily sesekali menikmati pemandangan diluar jendela, ia sangat menyukai semilir angin yang menerpa wajahnya itu.

Sangat menenangkan. Batinnya

Denis yang tak heran terhadap sikap adiknya itu pun hanya bisa tersenyum sembari fokus pada jalanan didepan sana.

"Dek, kalo misalnya ada yang gangguin lo di sekolah, bilang sama gue ya. Jangan takut !" ucapnya tegas

Lilly yang merasa terpanggil pun akhirnya menoleh kepada kakaknya

"iyaa gue tau kak"

"Lagian gue juga murid baru masa udah diganggu aja" elaknya

Akhirnya mereka terus melanjutkan perjalanan untuk ke sekolah yang kurang lebih jarak tempuhnya sekitar 15 menit itu.







-17 Maret 2020-

SCHEMERINGWhere stories live. Discover now