Perdana

75 3 0
                                        

Meja no 18 itu hening, diisi oleh para remaja yang berkutat dengan pikirannya masing-masing

Seorang gadis dari tadi matanya tak henti menatap satu-satu mimik wajah temannya, mengintimidasi

Sedangkan yang lain merasa tiba-tiba lidahnya kelu, pikirannya buntu, tak bisa memberi pendapat sama sekali

Pandangan gadis itu pindah menatap pria yang fokus dengan gadgetnya, tertawa tidak jelas

Yang ditatap mendangak menatap kembali gadis itu, siap siap aja gue diomelin pikirnya

Gadis itu, Yetta Ziva, akhir semester lalu mencetuskan ide membuat kegiatan Volunteer bertema mengajar, namun yang membedakan adalah mereka yang diajar harus memberikan feedback berupa barang yang diolah dari sampah, selain mengajar nantinya mereka juga akan memberikan pelatihan kepada ibu-ibu disana. Ya, ide itu muncul karena memang jurusan kuliah yang ia ambil berkaitan dengan lingkungan, dan Yetta merasa bentuk pengabdian seperti ini dibutuhkan, apalagi dia mahasiswa yang nanti harus bermanfaat bagi masyarakat

Tapi salahkan pria yang ditatap Yetta tadi, Haekal. Yetta mempercayainya untuk men-requirement orang-orang yang mendaftar dikegiatan Volunteer nya, tapi Haekal malah menerima orang-orang yang banyaknya perantauan, yaa termasuk dirinya

Padahal Yetta mengharapkan rapat perdana ini berjalan lancar, ide ide banyak dituangkan, tapi kenyataannya orang-orang bisu semua

"Jadi kalian gak ada yang tau daerah yang pas buat dijadiin tempat volunteer kita?" Tanya Yetta yang sudah gemas dengan diamnya para rekannya

Gelengan dan saling lirik menjadi jawaban atas pertanyaan Yetta

"Ini beneran gak ada yang asli orang sini gitu? " Tanyanya lagi

Lagi lagi gelengan menjadi jawaban pertanyaan Yetta. Gadis itu memijat keningnya, sambil mengetik sesuatu di mesin pencarian di gadgetnya berharap menemukan sesuatu

"Aku ada sih Yet" suara itu mengalihkan pandangannya dan kembali fokus pada yang baru berkata

"Tapi agak jauh, gapapa" lanjutnya

"Gapapa Mba, sebut aja" jawab Yetta

"Eum, jadi ini tuh kampung yang tinggalnya dibawah kolong jembatan, kalau menurut aku daerah ini pas banget sama tujuan kita, soalnya banyak anak kecil putus sekolah, sama lingkungan mereka bisa dibilang 'kumuh' " Yashinta menatap para rekannya yang mulai tertarik dengan idenya

"Tapi kendalanya tempatnya jauh, aku rumah daerah sana, tempatnya diperbatasan kota, biasanya butuh waktu 30-45menit naik motor dan ngebut, tanpa macet"

"Boleh tuh, yang lain gimana?"

"Gue sih yes Yetta, kita udah mentok juga, 1 jam mikir kagak ada yang muncul di otak gue" ucap Haekal yang langsung dibalas lirikan tajam oleh Yetta, membuat nyali Haekal ciut

"Gimana guys?" Tanyanya pada yang lainnya dan dibalas anggukan dan jawaban setuju

"Ya udah, kita tentuin kapan survey, siapa aja yang mau ikut"

"Aku pengennya Minggu depan kita udah ngajar, besok kan Minggu tuh, gimana kalau besok?"

"Boleh, siapa aja nih yang ikut" tanya Yashinta

"Gue jelas harus ikut, masing masing die setidaknya satu harus survey" ucap Yetta

"Divisi Humas Gue" pekik Sri

"Gue juga ikut" Jeno ikut mengajukan diri

"Divisi apa lu?" Tanya Yetta

"Sama kaya Sri"

"Yang lain"

"CC aku" Azka mengajukan diri

"Kurikulum gue " ucap Lia

"LL gue deh, gambut gue besok" ucap Lucas
"Eh lu juga ikut dong Yu"

Yang ditunjuk langsung mendelik tidak suka
"Lo kalau ikut ikut aja, gak usah narik gue, sibuk gue besok" jawab Yunita

"Halah, so' sibuk aja"

"Ya udah, gue ikut bang, gue nebeng lu ya can "  kata Narendra sambil menepuk paha Haekal

"Heh, apaan, kagak, gue kagak ikut"

"Maaaaleeees" lanjutnya

Yetta melempar botol kosong ke arah Haechan
"Gak ada males-males, BPI harus ikut"

"Eh anjing, mana ada, gue masuk sini juga lu paksa anjir" tutur Haekal

"Bodo amat, gak ikut gak gue kasih contekan bioprak"

"Eh jangan gitu Yezi sayangku cintaku "
Haekal memohon-mohon sambil menggembungkan pipinya, membuat   Yetta kesal dan mendeliknya

"Iya-iya ikut nih"

"Mampus lu" ujar Raiha pada Haekal

"Diam Raihan" pekik Haekal yang langsung dibalas selokan oleh Raiha karena dipanggil Raihan

"SF siapa nih?"
Yetta menatap para rekannya yang kedapatan menjadi Sponsoring and Fundraising itu

"Ya gue lah Yet, kan gue yang tau tempatnya" jawab Yashinta

Yetta langsung memberikan tanda pis ditangannya
"Hehe, maaf mba ya"

"Dari tadi sih so' so'an natep natep nenek sihir, mampus kan lu" ucap Fadel yang sedari tadi diam

Yetta mendelik
"Berisik"

"Okay, berarti besok kita kumpul dulu, nanti aku kasih tau lagi dimana kita kumpulnya, sekarang aku mau tiap tiap divisi kumpul buat rundingin siapa yang jadi ketua"

"Gua bukan anggota divisi berarti gue pulang kan zi?" Tanya Haekal

"Gak ada, BPI juga kumpul!!"

"Mampus kan Kal kena semprot Yetta terus" ujar Chantika sambil berdiri menuju divisinya

Sedangkan Haekal hanya mendesis pasrah

VolunteerWhere stories live. Discover now