Prolog

118 4 6
                                        

"Jangan kau jadikan kekuranganmu sebagai kelemahanmu."
~ Alina Radiana Putri ~

****

Misya Natasya Putri seorang gadis mungil dengan bantuan tongkat berjalan menuju papanya yang sedang berada di meja makan. Sambil menuruni tangga, Misya menggerakan tongkatnya untuk membantunya berjalan.

"Misya, kenapa kamu jalan sendiri? Mana kakak kamu Alina?"Tanya papa.

"Gak papa kok pah, walaupun gak bisa lihat, pendengaran Misya sangat tajam pah, makanya aku bisa tahu arah jalanya. Oh iya, Kak Alina di atas masih siap-siap. "Jawab Misya.

"Tapi kamu tetap hati-hati loh ya!"

"Iya Papa."

Setelah Misya dan kakaknya, Alina Radiana Putri, diantar papanya ke sekolah, mereka pun turun dari mobil hitam milik papanya itu. Alina dan Misya bersekolah di SMA yang sama, bedanya Alina kelas 12 sedangkan Misya kelas 11.

"Pah, Misya masuk dulu ya. Sambil mencium tangan papanya.

"Iya, hati-hati ya nak."

Berbeda dengan Misya, Alina justru membuka pintu mobil lalu pergi meninggalkan papa dan adiknya tanpa bersalaman dengan papanya.

"Alina", Panggil papanya.

"Apaan Pa". Jawab Alina sambil menengok ke belakang.

"Kamu tuh ya udah gak salaman sama papa, ninggalin adik kamu lagi. Kamu tuh harus jagain adik kamu."Pinta papa.

"Iya Pa, tapi kan Misya juga bisa sendiri. "Jawab Alinea.

"Awas saja kalau terjadi apa-apa sama adik kamu. "

"Iya, iya."Jawab Alina dengan ketus.

Alina adalah cewek cantik yang ketus dan dingin. Alina sangat menyukai musik sampai -sampai ia punya grub band sendiri di sekolahnya yang diberi nama bluestar. Ia berperan sebagai vokalis di bandnya.

Setelah mobil hitam itu keluar dari gerbang sekolah, Misya dan Alina berjalan melewati lorong yang kondisinya masih sepi untuk menuju kelasnya masing- masing. Alina yang berjalan di depan Misya merasa terpanggil.

"Kak Al, kenapa sih kakak gak mau jalan bareng sama aku, apa karena aku buta? "

Kemudian Alina yang mendengarnya mulai mendekati Misya.

"Dengar ya, gue bukan kakak lo dan gue gak pernah sekali pun untuk ngehina kekurangan lo itu, gue begini karena gue benci sama lo yang udah ngrebut kebahagiaan gue. Pertama lo udah hilangin kasih sayang nyokap gue dan sekarang lo rebut kasih sayang bokap. Makanya gue benci banget sama lo."Sambil meninggikan nada bicaranya.

Misya yang mendengarnya langsung merasa pusing mengingat kejadian 6 tahun yang lalu, dan ia langsung terjatuh ke lantai. Sambil tertumpu pada tangannya, Misya pun mulai meneteskan air matanya.

Alina yang melihatnya pun merasa tidak tega karena tentunya ia tidak berniat membentaknya, namun ia hanya kesal dengan apa yang telah dialaminya. Semenjak kepergian mamanya, kasih sayang papanya tidak seperti dulu lagi.

"Eh Misya lo gak papa."Tanya Alina sambil panik dan takut.

Keadaan di lorong menjadi semakin ramai, bahkan banyak murid melihatnya. Tiba tiba ada seorang laki -laki yang mucul dengan gaya khasnya, menggunakan jaket bomber dengan ketampanannya sehingga banyak wanita melirik padanya. Ia pun langsung menghampiri dan membentak Alina.

"Eh lo cewek bego, lo gak tau malu banget sih, beraninya sama junior."

"Diam ya lo, lo gak tau apa-apa tentang ini, jadi gak usah ikut campur."Jawab Alina dengan kedinginannya dan kecuekannya.

Alina langsung pergi meninggalkan mereka berdua.

"Eh lo gak papa."Tanya Dirga ke Misya.

"Gak papa kok kak....."
Jawab Misya sambil menggantungkan kalimatnya.

"Oh ya gue Dirga Mahesha ."

"Oh kak Dirga murid pindahan itu."

Misya mengetahui semua tentang kakak kelasnya ini karena sejak seminggu mulai kepindahannya, ia membuat gaduh sekolahnya itu. Dikarenakan banyak murid perempuan yang berantem untuk ngrebutin dia. Ia juga terkenal dengan cowok playboy di sekolahnya itu. Masih seminggu di sekolahan, sudah 5 hati cewek tersakiti.

"Lo bisa ke kelas sendirikan,soalnya gue buru-buru mau ke kelas."Sambil mengambilkan tongkat Misya yang sempat terlempar jauh dari tubuh Misya.

"Iya Kak terima kaaaa "

Belum sempat mengucapkan terima kasih, Dirga pun langsung berlari meninggalkan Misya.

*
*
*
Gimana guys prolog dari ceritanya, btw ini cerita pertama aku lo!
Maaf ya jika masih banyak yang kurang, aku juga masih belajar,, 🤣

Fading Away Where stories live. Discover now