Pagi ini keadaan kelas XI Ipa 2 sangat memprihatinkan, pasalnya ada banyak kertas yang berserakan, bangku berjajar dan siswa yang tertidur di atasnya.Pak Heru selaku guru Fisika tidak hadir dikarenakan ada rapat.
"Eh lang, geseran dikit napa gue udah mau jatoh ini".Kata Zidan seraya menepuk bahu Galang."Jatoh aja dan gue ikhlas, lagian bukan gue yang abisin tempat".Jawab Galang santai."Ini apaan dah..baunya kaya terasi busuk".Sewot Dio yang masih memejamkan mata."Eh buset, mas.Ini si kutu tidur kaga tau tempat".Umpat Galen seraya bangun dan menyingkirkan tangan Dio dari mukanya.
Dimas tidur dengan kaki kanan berada di atas muka Dio, kaki kiri menggantung dengan kedua tangannya berada di muka Galen.
"Eh Alfin mana, tumben kaga keliatan batang hidungnya".tanya Aksa menghampiri para sahabatnya yang baru bangun setelah hibernasi."iya tumben banget tu anak".Jawab Dio bangun seraya menjitak kepala Dimas yang masih setia memejamkan mata setelah jatuh dari bangku."jtakk...bangun bego"."haha rasain lo mas".Tawa para sahabat Dimas melihat
"Gue liat Al di lapangan".Ucap Devan dingin menghampiri sahabatnya."Lah ni bocah ngomong irit amat, udah kaya ngomong harus bayar aja".Omel Galang."Ngapain si Al di lapangan?".Tanya Zidan."Telat".Balas Devan cuek."Tuh bocah kaga kapok-kapok aja kena marah Bu Berty.
Bu Berty yang notabenya guru BK paling killer di SMA Cendana, hingga tidak ada murid yang mau berurusan dengannya.Tetapi hal ini tidak untuk Alfin, dia tidak kapok dan terus mengulangi kesalahan yang sama hingga membuat Bu Berty selalu stres ketika menghadapinya.
●●●
Di lain tempat, seorang perempuan berambut coklat sepunggung sedang membujuk satpam yang baru saja menutup gerbang sekolah.
"Yah pak... tolong bukain dong pak, saya kan cuma telat 2 menit pakk... plis bukain yah...".Perempuan itu bernama Airin Mayangsari, ia murid baru di SMA Cendana."Ga bisa atu neng, mau 2 menit mau 1 jam kalo jamnya lebih namanya telat neng".Balas satpam.
Tak lama, terdengar suara derum motor mendekat hingga akhirnya sebuah motor berhenti tepat di sebelah Airin.Bersamaan dengan itu gerbang terbuka dan menampilkan perempuan berumur sekitar 40 tahun menatap galak kedua siswa siswi yang terlambat tersebut.
"Al sini kamu".Perintah Bu Berty."Kenapa kamu terlambat lagi, ibu sudah memperingatkan poin kamu sudah banyak, mau sampai kapan kamu kaya gini".Kata Bu Berty."Telat bangun".Jawab Alfin cuek.
"Heh kamu sini".Bu Berty meminta Airin mendekat."Kamu ini murid baru sudah telat, mau jadi apa kamu".Kata Bu Berty.
"Kalian berdua lari keliling lapangan 20 kali".Perintah Bu Berty.
Mereka berdua pun berlari hingga putaran ke 10 Alfin berhenti dan menepi."Kenapa lo berhenti, gakuat huh..huh besok lo masuk pake rok deh jangan pake celana".Ucap Airin saat melewati Alfin dengan nafas yang tersengal sengal.
Alfin melirik sinis siswi baru tersebut, sebelum akhirnya ia menyusul dan mensejajarkan lari mereka.Airin menatap tajam laki-laki disampingnya tersebut.
"Ngapain lo liat liat, tersepona sama gue".Alfin hanya diam.Dasar cewe gila batinnya kemudian berlalu menuju kelasnya.
●●●
"Woah kemana aja lo Al".Tanya Zidan menepuk bahu seraya duduk disamping Alfin."Dihukum bu Berty gue".Jawab Alfin."Lo ga kapok apa Al kena hukum sama Bu Berty terus".Tanya Dimas."Eh Al kenalin gue sama cewek yang tadi dong".Pinta Galang.Alfin mengerutkan keningnya"Cewek rese tadi"."Iya Al cewek cantik yang tadi dihukum bareng lo".Jawab Galang antusias."Gatau gue".Kata Alfin."Yah Al kenalin yah...plis".Ucap Galang sambil mengatupkan tangan."Bodo!".Kata Alfin jengah, kemudian pergi menyusul para sahabatnya yang sudah keluar kelas menuju kantin semenjak bel istirahat 5 menit yang lalu.
"Rin lo ikut ke kantin apa mau nitip gue aja"tanya Hani.
"Gue ikut gue ikut, bentar".Ucap Airin seraya merapikan mejanya, dan berlari kecil menghampiri para sahabatnya.
Ketika tiba di kantin sangat ramai, hingga hampir tidak ada bangku yang tersisa."Eh kita duduk di sana aja, yuk".Ucap Anggun antusias.Akhirnya mereka pun berjalan menuju bangku kosong yang Anggun tunjukan.Ketika akan duduk ada seseorang yang menghalangi Airin dan sahabatnya untuk duduk.
"Pergi lo"Kata Alfin.
"Siapa lo ngatur gue"Jawab Airin dengan nada tinggi.
"Ini bangku gue"Balas Alfin.
"Ck sejak kapan murid ke sekolah bawa bangku sendiri"Airin berdecak sambil menatap tajam Alfin.
"Lo nantangin gue"Alfin yang sudah tersulut emosi mendekati Airin dan mencekal dagunya kuat.
"Apaansi lo, lepasin"Airin memberontak sehingga giginya berhasil melukai tangan Alfin.
"Akhh, shit"Umpat Alfin tengah meniupi punggung tangannya.
"Rasain lo... dasar cowok aneh"Ucap Airin yang ditarik kembali oleh sahabatnya untuk menjauh dari Alfin.
"Cewe abstrak gila!!"Teriak Alfin yang masih tidak terima.
●●●
Ketika bel pulang berbunyi Alfin bergegas menuju cafe.
YOU ARE READING
Hielo
Teen FictionPernahkah kamu mendengar, bahwa setiap pertemuan pasti ada perpisahan?namun, setiap pertemuan pasti juga terdapat suatu tujuan. Mungkin jika takdir berkata lain tidak apa apa, karna sekuat apapun kita berjuang kita tidak akan bisa melawan takdir. Al...
