Happy Reading Guys~
.
.
.
Chapter 1
Putri POV
Udara dingin mulai kurasakan. Tetesan air berjatuhan mengenai wajahku. Nyanyian-nyanyian merdu ibu pun memenuhi kamarku. Dengan terpaksa kubuka mataku, mengakhiri semua mimpi indahku. Bagaimana tidak indah? Di mimpiku, aku sempat menendang pantat Taeyong karena dia membuka kemejanya UwU (maapkeun istrimu ini Taeyong-sama)
"Oke, sudah bangun. Mission complete" aku langsung tersadar dari lamunan bangun tidurku.
"Kenapa ada Iblis disini? hoaaaaammm...." dengan usilnya, kakakku (si Iblis berwajah manis) kembali mencipratkan air dari gayung yang dibawanya ke wajahku.
"entah, aku hanya membangunkan kerbau nyasar kok" ucapnya sambil berlalu pergi. Aku hanya menatap datar kepergiannya.
Oke, tarik nafas.... buang....
'Jangan sampai iblis menghancurkan mood pagimu, dear' kata-kata itu terus kuucapkan agar kesabaranku bekerja.
Sebelumnya, perkenalkan namaku Putri Mahendra Sari, si setan kecil keluarga tercintaku. Aku tinggal dirumah sederhana ini bersama Ibu dan Iblisku – ralat, kakakku. Ayahku jarang pulang karena bekerja di luar kota. Lagipula aku juga tak terlalu dekat dengannya. Entahlah seperti ada rasa canggung gitu.
Oke stop dulu perkenalannya, aku harus segera mandi dan berangkat sekolah. Hari ini adalah hari kedua MOS di SMA baruku. Jadi setidaknya aku harus menjaga image murid baikku.
~o0o~
Kuhembuskan nafasku perlahan. Mataku menatap malas pintu kelas ku yang terbuka lebar. Bagaimana aku tidak malas, lihat saja disana para laki-laki tengah heboh sendiri dengan game mereka. Aku sendiri heran, baru saja bertemu kenapa mereka semua langsung kompak.
'Double kill'
'Tripple kill'
'Maniac'
'You has been slained'
"TYYDAACCCKKKKKK?!!!!!" teriak Dimas tiba-tiba. Langsung saja aku yang hendak duduk langsung tertawa.
"Savage gagal, Huh?" ejekku yang dibalas dengusannya.
"Aku tak akan gagal jika Roby tidak kabur tau." Kilahnya yang langsung dibalas pukulan di kepalanya. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Roby.
"Itu salahmu sendiri karna maju sendiri, tolol" sontak aku dan anak laki-lainnya tertawa. Dimas yang terpojok pun hanya menggerutu dan kembali fokus pada ponselnya.
Kududukkan nyaman diriku di kursi pojok kelas. Disini sangat nyaman walau jarak pandang ke papan tulis terbilang cukup jauh. Satu hal yang kusuka disini, jendelanya yang langsung mengarah pada pohon beringin di pinggir lapangan. (kelasnya itu di lantai 2 ya...)
Kutatap jam tanganku yang menunjukkan pukul 06.53. aku menatap malas bangku di sebelahku yang masih kosong. Sudah dipastikan dia akan telat lagi.
Tak berselang lama, Kak Bima dan Kak Sara datang. Mereka adalah pendamping kami selama MOS kali ini.
"Selamat Pagi Adik-adik kelas 10 IPA 2" sapa kak Bima.
"Pagi kak" sahut malas anak-anak kelas.
"Kok pada lemes sih, padahal masih pagi lho" aku hanya mendengus mendengar candaan kak Sara. Bagaimana gak lemas kalau acaranya membosankan kek gini.
"Daripada bengong gitu, kalian dengerin pengumuman kakak nih. Besok kan hari terakhir kalian MOS, nah nanti bakal ada perfom untuk setiap jurusan di angkatan kalian. Setiap kelas ada 2 orang perwakilan. Jadi sekarang tolong dipilih 2 orang perwakilan dari kalian ya"
"Robby aja gimana kak? Diam kan pintar goyang bor" teriak Dimas yang langsung ditertawakan anak sekelas.
"Kenapa gak kamu aja, Dim. Kan bisa tuh kamu nyanyi balonku sambil goyang ngebor" balasku lantang. Langsung saja Dimas melemparkan bukunya ke arahku dan dengan cepat pula kuhindari.
"Haduhhh daripada ribut gini mending undian aja lah" keluh Kak Sara.
"JANGANNNN!!!" teriakku dan beberapa anak lain keras.
"Udah gak papa, daripada kalian gaduh. Nih, sekarang ambil satu persatu undiannya."
Dengan malas aku menunggu giliranku untuk maju mengambil undian. Belum juga aku ambil undian, pintu kelas yang tertutup tiba-tiba terbuka lebar.
"PAGI SEMUA" aku mendengus malas. Kan sudah kubilang dia bakal telat lagi.
"Telat untuk yang kedua kalinya hem?" tanya Kak Bima.
"Hehehehehe maaf kak, tadi aku bantu nenek-nenek nyari hp nya yang jatuh" Kak Bima memutar bola matanya malas. "kalau begitu cepat ambil undianmu dan duduk ke bangkumu. Nanti hukumanmu akan kuserahkan ke Ketua OSIS."
"Loh kok gitu sih kak" gerutu sang korban sambil berjalan duduk ke bangku sebelahku.
"Aku capek memberimu hukuman tau. Putri, giliranmu mengambil undian" aku mengengguk dan segera mengambil undian yang memang hanya tinggal 100-99.
Hasna, si pelaku telat yang sudah duduk nyaman disampingku lantas menyenggolku saat aku hendak duduk.
"Apa?" balasku malas.
"Undian buat apa ini?" tanyanya penasaran.
"Nanti kau juga tahu."
"sekarang silahkan buka undiannya. Biar Kak Bima yang bacakan nomernya ya" aba-aba Kak Sara. Segera kubuka undianku.
Sial, nomor 13. Astaga, itu nomor sialku. Pernah gara-gara nomor ini aku harus satu kelompok dengan Dimas yang berakhir hanya aku yang mengerjakan tugas. Langsung saja kurapalkan mantra-mantra Bu Dina guru BK agar kesialan tidak datang lagi kali ini.
Namun, sepertinya aku memang dicintai oleh dewa kesialan.
"Untuk Nomor 13 dan 19 silahkan menuju ke Ruang Musik"
~o0o~
.
.
.
Maaf kalau banyak typo dan kesalahan EYD, edisi lagi males ngedit:v
BINABASA MO ANG
Setan VS Vampir
Teen FictionApa kesialan menurut kalian? Dijatuhi cicak? Dikejar anjing? Kaos kaki hilang sebelah? Dimarahi guru BK? Si doi pacaran sama temen sendiri? Bagaimana jadinya jika dewa kesialan datang menghampiri Putri si setan kecil? Akankah ada uluran tangan dari...
