"Heii..."
"Jangan kesana!!"
"Berbahayaa!!"
"Pleasee, trust me!"
"Aku tidak sanggup kehilangan-mu, pleasee,"
Bian terus meneriaki Rowla, seakan-akan hanya ada nama Rowla di mulut dan pikirannya. Ia terus berteriak, berharap Rowla berhenti menuju kesana. Ia tidak bisa, ia sangat takut bila Rowla kesana, akan terjadi sesuatu yang tak ia inginkan. Hal yang akan ia sesali selamanya.
Namun, Rowla tak berniat sedikit-pun untuk menghentikan langkah kakinya. Ia terus berjalan seakan tidak ada seorangpun yang dapat menghentikannya. Ia benar-benar tidak mengindahkan sedikitpun teriakan demi teriakan yang Bian lontarkan untuk menghentikannya. Tekad dia sudah bulat, ia akan terus berjalan menuju secercah cahaya, mencari jawaban yang selama ini ia cari.
Ia tidak peduli seberapa besarnya resiko, yang mungkin akan terjadi kepadanya. Satu-satunya hal yang ia takutkan, resiko terbesar yang benar-benar tak ia inginkan adalah sebuah kemungkinan yang bisa saja terjadi, yaitu kehilangan sosok yang selalu ada di dalam mimpinya. Entah sejak kapan, sosok itu muncul ke dalam mimpinya, ia tak mengingatnya sedikitpun. Ia hanya tau, sosok itu sangat baik kepadanya. Ia adalah sosok yang bisa membuatnya jatuh cinta tuk pertama kalinya. Yah, sosok itu adalah Bian Angga Zeynaldi, sosok yang sekarang sedang menahan Rowla untuk tidak pergi kesana.
"maafkan aku Bian, aku harus kesana, aku benar-benar harus kesana"
"Aku harus mencari jawaban atas semua hal ini, aku harus mendapatkan jawabannya!"
"Aku sudah tidak sanggup hidup seperti ini, hidup di dalam ketidakpastian dan ketidaktahuan, aku bosan!"
"Tolong dukung aku, ini semua demi kita, Bian"
"Aku senang bisa bertemu denganmu. Aku harap, kita akan bersama kembali dan bersama selamanya," -Rowla Hendita
________________|||||_______________
2 Maret 2020
|••|
Hallo semuanya,,
Aku kembali lagi nihh.. Dan kali ini, aku mencoba sesuatu yang baru, yapss, dengan alur cerita yang berbeda, dan tingkat kesulitan yang berbeda:')
Aku mau coba-coba buat cerita yang membutuhkan imajinasi tinggi, kalian pasti paham donk maksud aku:))
Aku harap sih, kalian suka ama cerita aku yang ini.
Please tetap support aku yah, jangan lupa Vote+Komennya yang dapat membangun aku tuk jadi lebih baik lagi kedepannya.
Thanks for reading:))
YOU ARE READING
Dream Imagination
FantasyMimpi? mereka bilang hanya sebuah bunga tidur, yang tak memiliki arti apapun. "Mimpi, huh, itu hanya sebuah bunga tidur teman, tak penting sama sekali" - Namun, tidak demikian menurut Rowla Hendita, ia menganggap mimpi adalah dunia keduanya, hanya d...
