Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Prolog

32 4 0
                                        

Siapa mereka? Hanyalah keluarga tak utuh yang membutuhkan kasih sayang dari orang yang mereka punya.

Hanya saja sayang ego mereka terlalu tinggi hanya untuk menunjukan kasih sayang itu sendiri.

Bukan maksud mereka untuk memperburuk keadaan mereka yang sudah hancur, tapi mereka tak tau harus mulai dari mana. Tawa yang selalu mereka tunjukkan, kehangatan yang selalu mereka berikan, dan kenangan yang akan dikenang untuk selamanya tak lagi ditemukan disana.

Hanya tatapan kebencian yang disuguhkan dalam keluarga yang dulunya penuh kehangatan itu.

"Dari mana aja lo jam segini baru pulang?"Aksa memandang tajam sang adik yang nampak cuek dengan tatapan Aksa.

"Apa peduli lo?"balas Arka sinis.

Aksa diam tak menjawab, sesungguhnya ia peduli hanya saja ia gengsi. Kakak tertua keluarga Wijaya itu ingin sekali berteriak kencang jika ia sangat peduli pada adik-adiknya, tapi Aksa lebih memilih meninggalkan Arka tanpa jawaban.

"Ga bisa jawab kan Lo sialan"Arka memasuki kamarnya dengan perasaan yang kacau.

Semenjak kejadian itu semua tak ada yang baik-baik saja, entah hubungan mereka apalagi perasaan mereka.

"Kapan lagi ya kita ketemu? Anka ga tahan disini"Anka memandang bintang dilangit, mengingat kenangan indah mereka yang masih terekam jelas dalam ingatan.

"Semua kacau Anka ga tau lagi harus gimana andai kalian masih ada disini mungkin semuanya ga akan terjadi"

Ankara Satya Wijaya, pemuda yang dulu dikenal dengan kelakuan absurdnya yang selalu menebar tawa kini meneteskan air matanya meratapi kehidupannya yang berubah.

"Ah bangsat"Alaska menggerutu kesal saat game yang dimainkannya kalah.

'Drrrtttt'

Ponsel Alaska bergetar tanda ada panggilan yang masuk.

"Hm"

"Al belum tidur?"tanya orang disebrang tolol.

"Menurut Lo!"

"Belum hehe"

Alaska memutar bola matanya malas"Apaan?"

"Kaga cuma mau nanya pr dah belum?"

"Ngapain Lo nanya-nanya"

"Pap dung"

"Apaan pap pap mau pap Tete gue lu? Maho"Jawab Alaska sewot.

"Dih najis maksud gue fotoin pr Lo Panjul"

"Mikir setan"

'Tut'

Alaska memutuskan sambungan sepihak.

'Drrttt'

"Apalagi sih monyet?!"

"Santai dong Jing"Alaska berdecak kesal.

"Jam segini Lo belum tidur ga dimarahin sama abang-abang Lo?"

"Abang? Gue ga punya abang tuh"jawab Alaska menjadi cuek.

"Al sebenernya apasih masalah lo sam-,"

"Lo nelpon malem malem cuma mau nanyain hal ga penting? Ganggu banget si bangsat"

'Tut'

Lagi, Alaska memutuskan sambungannya sepihak. Alaska mengacak rambutnya kesal entah kenapa jika ada yang membahas keluarganya ia menjadi sensitif, padahal ia sangat ingin mengakui jika ia sangat menyayangi keluarganya.

Alaska yang dulunya manja, jahil, dan selalu membuat kakak-kakak emosi. Kini menjadi acuh pada keluarganya sendiri.

Hal yang paling mereka benci didunia ini adalah harus mengakui jika mereka menyayangi satu sama lain namun mereka tak mampu mengungkapkannya secara terang-terangan.

Ini tentang mereka, keluarga yang awalnya dipenuhi suka dan duka bersama kini hanya menanggung beban sendiri tanpa bisa berbagi.

##################

Haii👋

Selamat membaca.

See you next chapt^^

About ThemStories to obsess over. Discover now