The Beginnings

1.1K 68 0
                                        

Enn Vassili.

Ketenangan menggantung di biru langit yang tak berbatas, berpadu dengan kicau burung yang mengalun penuh harmoni. Angin musim panas berhembus lembut, membawa kehangatan sinar matahari yang memeluk dunia dengan damai.

Lalu, segalanya berubah.

Rerumputan yang semula hijau mengering dalam sekejap. Burung-burung pecah menjadi debu di udara. Dari langit, terbuka sebuah lubang hitam raksasa menganga, menghisap dan menelan apa saja yang ada di muka bumi. Cahaya seketika padam menyisakan gelapnya hitam. Udara membeku, dan dunia menjadi tandus dimana hanya tersisa pepohonan mati dengan tanah terbelah retak-retak.

Di tengah kegelapan, sebuah komet emas melintas, membelah langit dan menyingkap cantik hamparan bimasakti. Ekor emasnya berkelip, seraya berujar..

"... sudah tiba giliran para pemimpin yang menyelamatkan dunia..."

Sang komet menabrak lubang hitam itu, menghapusnya dari langit seketika

¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.

Sang komet menabrak lubang hitam itu, menghapusnya dari langit seketika. Sembilan meteor yang merupakan pecahan komet emas meluncur di langit dengan cahaya warna warni setelahnya. Emas, biru es, merah, ungu, biru toska, hijau, kuning, jingga dan nila. Usai melesat dengan bebas di langit, kesembilan meteor jatuh di sembilan tempat berbeda disusul dengan ledakan cahaya. Cahaya yang kemudian melarutkan segalanya dalam putih— hingga hanya kekosongan yang terlihat sejauh mata memandang.

DEG!
Elian terbangun dengan mata terbelalak. Dadanya pun bergemuruh. Ia menoleh ke jendela dimana gorden putih tipis menari tertiup angin pagi. Langit di luar cerah, tak berawan, seakan menertawakan mimpi buruk yang baru saja menyentaknya.

Tapi Elian tahu... itu bukan sekadar bunga tidur.

Ia bangkit dari ranjang, membasuh wajah, lalu mengganti pakaian tidurnya dengan baju lengan panjang serta jubah putih bertudung berhias manik-manik emas. Sepasang sepatu bersol tinggi berwarna cokelat menapak ringan ketika ia menuruni tangga menuju perpustakaan istananya.

"Selamat pagi-- Tuan Elian?" sapa dua pekerja istana Ann Meyra yang berpapasan dengannya.

Kedua pelayan itu saling berpandangan, heran melihat Elian yang berjalan tergesa hingga napasnya memburu serta keringat membasahi pelipisnya seolah tengah dikejar sesuatu. Langkah-langkahnya bergema di sepanjang lorong istana Ann Meyra— pusat kerajaan Vouna.

Begitu sampai di perpustakaan, Elian sama sekali tak membuang waktu. Ia langsung menuju rak-rak di barisan paling belakang dimana buku-buku tua tersimpan. Buku-buku berupa karya yang tak lagi diketahui siapa penulisnya serta sudah berada disana entah sejak kapan.


"Dimana... buku itu... seharusnya di sekitar sini..." gumamnya seraya menyisir punggung-punggung buku yang rapuh dengan jemarinya yang kokoh. Ia harus mencari dengan begitu teliti karena semua buku disana tertulis dengan huruf-huruf kuno yang bahasanya nyaris asing bagi zaman ini.

"Ah... ini dia."

Elian menarik sebuah buku tebal berlapis debu. Tanpa ragu, ia menuju meja kayu di dekat jendela besar yang membiarkan cahaya pagi jatuh tepat di permukaannya. Halaman-halaman lusuh itu ia buka perlahan, menyingkap cerita tentang masa lalu yang telah lama terkubur.

Enn Vassili | Start Line: THE ALICORN QUEST - Stray Kids Fantasy AUHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora