Pernakah kamu merasa bahwa mencintai seseorang merupakan hal yang sangat membahagiakan sampai kamu terbawa suasana dan mencintainya sebegitu dalam? Rasanya seperti ada ribuan kupu-kupu yang beterbangan dalam perut. Mendebarkan, sampai kamu seperti mual karena terlalu berbahagia.
Cinta itu indah sekaligus luka. Berani jatuh cinta berarti siap untuk terluka. Dan itu yang aku rasakan. Luka.
Kamu datang membawa rasa yang telah lama tidak pernah aku rasakan lagi. Saat itu aku bahagia. Rasanya tak terkirakan. Namun, tak berselang lama kau menggoreskan lara yang membuatku patah untuk ke sekian kalinya.
Aku mengira bahwa kehadiranmu akan membuat hidupku berwarna kembali. Kamu aneh! Datang lalu pergi, pergi lalu datang kembali. Kau mempermainkanku dengan segala rasa ini. Sesak, tapi kamu tak tahu rasanya hingga kau tidak pernah pikir bahwa ada hati yang kau lukai. Kau terlalu cuek untuk itu.
Kamu ini apa? Membuatku selalu menerka-nerka atas segala perilakumu yang sangat sulit untuk ku mengerti.
Aku menunggu, dan mengikuti permainanmu. Walau luka selalu menggerogoti.
Di dunia ini, apa yang kamu harapkan tak selalu berjalan dengan baik. Kamu akan selalu berharap agar kehidupan yang kamu jalani akan menjadi lebih baik dan sempurna. Namun, takdir selalu berkata lain. Takdir yang bisa saja membuatmu bahagia ataupun sebaliknya.
Apalah arti sebuah harapan itu jika hanya sebatas angan. Hanya mampu berangan-angan tanpa tau bagaimana merubah angan itu.
Ini kisahku, kisah yang tak segampang kisah orang lain. Kisah ini membuatku nelangsa, namun aku menikmati prosesnya walaupun harus menyakiti hatiku terlebih dahulu.
Ini tentang rasaku padanya, tentang pertemuan dan perpisahan, tentang cinta dan benci, tentang bahagia dan luka, dan tentang semua cerita yang terus mengurai manapaki waktu.
Cerita tentang semua rasa yang terpendam dan hanya menyakiti hati masiang masiang dari kami. Tak ada yang berani mengatakan. Semuanya selalu terpendam dalam lorong hati yang enggan ntuk diperdengarkan pada khayalak dan mambuat rasa sakit ini menggerogoti, membiarkannya perlahan-lahan menjadi candu hingga akhirnya hanya luka yang hadir.
Dia pandai memporak-porandakan hatiku dan hatiku pandai diporak-porandakan olehnya.
Seandainya aku boleh memilih, aku akan memilih seperti diriku yang dahulu, diriku sebelum kehadirannya, diriku yang tak pernah jatuh kepada siapapun.
ANDA SEDANG MEMBACA
Sabar Hati!
Fiksyen RemajaAku, si gadis kaku nan bodoh yang selalu menerima kedatanganmu dengan tulus untuk ke sekian kalinya. Pada akhirnya kau kembali pergi saat kekosonganmu sudah berakhir. Kau hanya datang menggoreskan luka. Aku diam. Aku tetap mencintaimu tanpa melihat...
