prolog

8.7K 409 39
                                        

Halo ha!!
Kembali lagi bersama aku, Kak lussss.
Yah kali ini aku akan membawakan cerita yang berbeda dari yang kemarin.
Tentang petualangan mbak mbak admin akun gosip.
Yaudin capcai ajah lah ya...

Happy reading man teman

***

Siang siang yang panas bertambah panas saat gadis berambut sebahu dengan kuncir dua itu memanjat pohon mangga dibelakang rumahnya.
Apalagi teriakan sang bunda yang memanggil anak gadis semata wayangnya, dari bawah teriknya matahati eh matahari memanjat pohon yang tingginya hampir lima meter itu.
Ibu mana yang tidak jantungan.

"Masyaallah mel turun sayang, udah berapa kali bunda bilang turun nak" panggil sang bunda dengan hati ketar ketir melihat tingkah putrinya.
Ya allah itu anak gadisnya kalo digigit semut terus kejang kejang jatuh kebawah kan sayang, susah loh meliharanya.

"Bentar bun, nanggung ini dua biji lagi!" Sang bunda hanya bisa mengelus dadanya. "Loh bun ngapain panas  panas disini mbok masuk kerumah toh" seorang pria dengan jas yang melekat pas ditubuhnya memandang heran sang istri.
"Ya allah ayah, itu yah anak kamu. Kelakuannya masyaallah!" Pria itu menatap heran kearah pohon mangga yang ditunjuk istrinya. Matanya membulat seketika, itu beneran anak gadisnya yang ajaib toh?

"Nduk ngapain kamu disitu, kalo digigit semut apa kena ulet bulu gimana! Turun ayo turun! Atau ayah bakal potong pohon mangga kesayangan kamu ini!" Teriak sang ayah. Beda halnya gadis yang masih asik menggapai gapai mangga ranum dengan sekantong kresek penuh mangga yang ia tali dipinggangnya, ia malah makin semangat memetik buah mangga ranum yang lumayan besar diujung cabang. Teriakan sang ayah dan bundanya malah terdengar seperti pemandu sorak yang menyemangatinya memetik mangga.

"Turun ayo turun!" Teriak ayahnya sekali lagi, pria itu menggelengkan kepalamya sambil berkacak pinggang. Kesalahan dulu ia menanam pohon mangga di belakang rumah yang luas, niatnya buat mengademkan udara jogja yang panas justru membuat dia gerah melihat tingkah anak gadisnya diatas pohon.

Brukk

Gadis dengan sekresek penuh mangga itu menyengir lebar sambil membersihkan tangannya, mengusapkan telapak tangannya yang terkena tanah pada bagian belakang celana kodok yang ia pakai. "Bunda besok ingetin ayah buat minta mas tarjo nebang pohon mangga ini, bisa mati muda ayah kalo liat kelakuan anak gadis nongkrong diatas pohon" pria itu menyodorkan tangannya agar dicium oleh sang anak.
Gadis itu berlari kecil sambil menyerahkan sekantong kresek mangga pada bundanya dan menerjang memeluk sang ayah.
Bundanya hanya bisa menggelengkan kepala dan meraih tangan sang suami untuk dicium.

"Ayah kok pulang ga bilang bilang!" Protesnya, sedangkan sang ayah melepas pelukan putrinya itu. "Heleh kalo ayah bilang nanti kamu malah minta ayah bawain apa itu oppa oppa yang namanya aneh itu" ayahnya berjalan masuk kedalam rumah meninggalkan sang anak yang memajukan bibirnya lima centi.
Dengan wajah yang super duper menyedihkan gadis itu berjalan masuk membuntuti bundanya yang tengah asik menciumi mangga ranum itu.
Meski sempat berteriak teriak heboh pada akhirnya terbuai pula dengan aroma mangga arum manis masak pohon hasil penjatan si anak gadis kurang gawean.

"Bun bikini jus mangga ya" kata gadis itu sambil berlalu menuju ruang keluarga yang tak jauh dari dapur. Hanya bersekat pantri saja.
"Jadi gimana sekolahnya?" Tanya sang ayah, si anak gadis masih memasang wajah ditekuk saat melihat ayahnya duduk menyender pada sofa. Gadis itu pelan pelan mendekati sang ayah, memeluknya dari samping sambil menyender di dada bidang ayahnya yang masih begitu kokoh meski usianya tak lagi muda. "Haiss pasti ada maunya kalo udah nemplok neplok kaya ulet keket gini" gadis itu kemudian tersenyum lima jari sambil memeluk erat ayahnya.
"Pa boleh dong beliin tiket konser" pintanya sambil memasang puppy eye, sang ayah hanya mengeryit heran. Dari zaman anaknya masih pakai sragam putih biru sampai sekarang  bersragam putih abu kok yang masih diminta tiket konser mulu.
Bukannya apa apa ya, lho ayahnya cuma bingung. Wong konser liat cowok cowok impor pake make up yang rambutnya di semir macam anak ayam yang suka dijual didepan pasar gitu kok ya dibeli. Belum lagi harganya yang lumayan lah, bisa buat beli bakso satu bulan. "Yaaaaa... ayah ayah melati yang ganteng yayayaya" kini tangan nakal itu menarik narik ujung jas sang ayah, bundanya hanya menggelengkan kepala melihat tingkah manja anak gadisnya.

Padahal aslinya mah beda kalo diluar.

"Buat berapa orang?" Tanya sang ayah, seketika mata bulat hitam itu berbinar. Ehehee...
"Dua aja cukup kok yah, kan nanti melati biar ada temennya. Jadi mel mau ajak celsa  boleh ya" ayahnya mengangguk mengiyakan.  Bundanya meletakkan tiga gelas jus mangga dengan krim diatasnya. "Oh iya, bunda denger sahabat kamu itu dikejar kejar ya sama pak guru yang tampan itu?" Tanya sang bunda penasaran, anak gadisnya yang dasarnya admin akun gosip langsung berjingkat semangat melepas pelukannya pada sang ayah. Wajahnya yang ditekuk berubah drastis, kala alaram berita hits bumbu rujak dibunyikan.

Lain halnya dengan sang ayah yang hanya mampu menepuk kening melihat dua wanita dengan tabiat sama sama tukang gosip mendapatkan mangsa.
Bukannya disambut dan di layani layaknya raja, dirinya malah disuguhi perbincangan panas ala ala yang kalo sudah dipantik sedikit mrepet semua menjalar kemana mana.
Dari yang bahas pacar temen sampe gosip lagi lagi pria berkepala ayam warna warni yang dibahas keduanya.

Tidakkah sadar kedua wanita itu?

=====================================

  Ya dikit dulu lah ya....
Itung itung pemanasan, oh iya kali ini aku agak sedikit merubah pembawaan cerita aku.

Jadi jangan terlalu kaget kalo Melati disini dan Melati dilapak sebelah agak sedikit berbeda logat dan gaya bahasa, tapi karakternya tetep sama kok.

Advanture MWhere stories live. Discover now