Revisi 23 April 2020-23.21
Siang ini adalah penutupan MOS di SMP CAHAYA ILMU. Tepatnya pada hari Sabtu. Siang ini bisa dibilang sangat terik dan membuat semua orang dehidrasi.
Gadis cantik berambut panjang, kini tengah duduk di kantin bersama kedua temannya sambil memakan bakso.
"Fii, lo serius ketemu kakel cogan?" tanya Ellia -Sahabat Alfi-.
"Iya, gue serius! Ganteeng banget ya tuhaan" jawab Alfi membuat kedua sahabatnya memutar bola malas.
"Aleleh, paling sekarang tuh lo cuma lagi cinta monyet Fii, lagi juga kita masih SMP masih kelas tujuh. Masa iya udah cinta cintaan jijik gue" celotoh Marsya -Sahabat Alfi-.
Alfi berdecih pelan. "Gue gak jatuh cinta sama dia, gue kan cuma bilang dia ganteng" ucapnya malas.
"Coba ceritain gimana lo bisa ketemu si kakel cogan itu" perintah Ellia yang langsung disetujui dengan Marsya.
Flashback on.
Pagi ini Alfi sedang berjalan menyusuri koridor sekolah. Sebenarnya, Alfi sangat sangatlah malas untuk mengikuti penutupan MOS.
Saat Alfi berbelok, tiba tiba ia menubruk seorang kakak kelas yang amat tampan menurut Alfi.
Alfi terpaku saat melihat wajah tampan si kakak kelas "Ehm, ma..maaf kak, saya gak sengaja" ampun Alfi yang melihat sorot amarah di mata si kakak kelas.
"Gapapa manis, lain kali kalo jalan hati hati yak sayang!" ucap si kakak kelas lalu pergi meninggalkan Alfi yang masih terpaku.
Flashback off.
"Ga indah indah banget si ceritanya" komentar Marsya.
"Hmm, emang nggak. Siapa yang bilang indah si!" celetuk Alfi kesal lalu bangkit dari duduknya meninggalkan kedua sahabatnya.
Pulang sekolah...
Alfi bersama dua sahabatnya kini berjalan beriringan menuju gerbang sekolah. Saat ini mereka sedang menunggu jemputannya masing masing.
"Fii, main yuk nanti!" ajak Ellia yang disetujui oleh Marsya.
Alfi menaikan alisnya "Hm, ayok ayok aja" ucap Alfi setuju. Lalu beberapa menit kemudian pun Ellia dan Marsya sudah dijemput oleh supirnya masing masing. Sedangkan Alfi masih menunggu ayahnya yang sedaritadi belum menjemputnya.
"Ck, ayah lama banget si kebiasaan deh!" gerutu Alfi pada diri sendiri.
Beberapa saat kemudian, ada suara yang amat Alfi kenali "Hallo cantik! Kita ketemu lagi ni! Mau pulang bareng gak? " ajak laki laki dibelakang Alfi.
"Eh, kakak? Nggak usah kak. Alfi dijemput kok" tolak Alfi halus.
"Ah manis, gausah malu malu dehh. Udah ayok gak gue gigit kok! " ucap Kakak kelas tersebut ketus.
"Ehm, yauda deh kak, Alfi bareng kakak aja" ucap Alfi lalu naik ke motor milik kakak kelasnya tersebut.
Siang itu. Semesta menyaksikan awal sebuah cerita dari mereka berdua. Semesta mengizinkan mereka berdua untuk mengenali lebih dekat lagi. Lebih akrab lagi. Bahkan, cuaca yang tadinya terik dengan sinar matahari pun kini menjadi awan indah nan sejuk.
~~~~~~~~~~
Holaa?! Sekarang, aku bikin cerita berjudul "ALFARO dan ALFIRA" entah ide dari mana dan entah hantu apa yang merasukiku-(
Support aku terus yaa, mohon maaf bila ada typo yang bertebaran hehe, comment aja ya nanti tinggal aku perbaiki.
Keeyokeey! Jangan lupa vomment sebanyak banyaknyaaa huuu~•
KAMU SEDANG MEMBACA
MY LITTLE PRINCESS
Teen FictionFOLLOW SEBELUM MEMBACA Dua teman kecil yang terpisah. Sampai akhirnya mereka bertemu di sekolahnya namun, keduanya sama sekali tidak sadar. Alfaro Putra Ganinsa, cowok humoris dengan segala ke-mesteriusannya. Dan Alfira Oliv Destia, gadis yang sela...
