#1 Aksa!

19 3 2
                                        

"Satu ... dua ... tiga ...! Sekarang kalian boleh membuka mata!" Aku membuka mataku, dan terkejut ketika di depan terdapat 1 buah mobil berwarna putih dan motor berwarna hitam.

Hari ini adalah ulang tahunku dan El -saudari kembarku. Dan yang di depan mata kami ini pastilah hadiah dari Ayah dan Mama untuk kami. Tak ada acara pesta bersama sanak saudara dan teman. Kami biasa melakukan perayaan hari lahir hanya bersama 4 orang. Ayah, Mama, aku, dan El.

"Yah? Ini hadiah buat kita!?" Ayah mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan El. "Serius!?"

"Iya, adik kecil." Ayah mencubit pipi El dengan gemas dan melemparkan kunci motor baru itu ke arah El.

"Makasih ya, Yah, Ma!" Dengan cepat, El langsung menaiki motor barunya itu dengan semangat dan mulai menghidupkan mesin motor itu. Dengan tawa yang merekah di wajahnya, ia mulai menarik gas motor itu berulang-ulang. "Dih, keren, Yah! El mau coba keliling dulu ya!?"

Ayah mengangguk dan berkata sambil melambaikan tangan ke arah El yang mulai melaju. "Hati-hati."

Mama menoleh ke arahku dan memberi kunci mobil putih yang ada di depan. "Sana kalau kau mau mencobanya juga, El."

"Terima kasih, Ma. Lain kali saja, sekarang sudah sore. Al mau mandi dulu." Aku tersenyum ke arah Mama. "Terima kasih banyak ya, Yah, Ma." Aku memeluk mereka berdua dengan erat.

"Iya, itu belum sebanding sama prestasimu kemarin, Al. Maafkan kami hanya bisa ngasih itu."

"Ayah apa-apaan sih. Kalau dibanding kemenangan Al kemarin, justru itu belum bisa balikin apa yang telah Ayah sama Mama beri ke Al selama ini."

"Iya. Kita bilang impas aja ya. Selamat ulang tahun yang ke 16, sayang. Kami selalu mencintaimu dan El." Mama mencium pipiku dengan penuh kasih sayang.

"We love you too more than you love us, Mama." Aku tertawa, Ayah mengacak rambutku hingga berantakan. "Ish, Ayah! Udah lah Al mau masuk mandi dulu."

***

Kak Inaa♡
Assalamualaikum, jangan lupa ntar sore kumpul yaa!

Siap kak

Itu pemberitahuan dari grub chat OSIS SMK. Hampir saja lupa hari ini hari senin, jadwal kumpul wajib. Biasanya di kumpul wajib ini kalau tidak ada acara yang akan diselenggarakan OSIS dekat ini. Kami akan mengadakan sesi curhat, TOD atau game, dan lain-lain. Bagiku, OSIS ini sudah seperti keluarga kedua yang sangat kucintai.

Aku berjalan semangat menuju ruang kelasku. Itu sangat jauh. Hampir seratus meter jaraknya dari tempat parkir. Apalagi sekarang aku membawa mobil. Dan tempat parkir mobil lebih jauh sepuluh meter dari tempat parkir motor. Huft.

Saat berjalan melewati depan perpustakaan, aku melihat punggung Aksa lima meter di depanku.

"Aksa!" Benar, itu Aksa. Dia menoleh, berhenti, dan menyunggingkan senyum ke arahku. Aku membalasnya sambil berlari kecil ke arah Aksa.

"Pelan-pelan aja, Al. Nggak gue tinggal juga." Aksa menepuk puncak kepalaku sekali.

"Tumben. Kenapa lo kayak lagi seneng banget gitu?" Aku dan Aksa mulai berjalan beriringan ke kelas kami. Iya, kami sekelas di kelas X Kimia Analisis 4. Bahkan kami satu bangku. Dia orang paling dekat denganku di SMK ini.

"Kepo lu."

"Oh oke ya lu mulai gitu." Aku melipat tangan di depan dada sambil mengembungkan kedua pipi.

"Njir, nggak usah sok imut lu. Jan bikin gue selingkuh."

"Oh ... lu udah punya pacar terus nggak mau cerita ke gue ya!" Aku mencekik leher Aksa dengan merangkulnya dari belakang. "Ngaku lo! Btw, ada ya cewek yang mau sama lo? Atau jangan-jangan lo Halu ya?" Aku berbisik tepat di samping telinga Aksa.

Are-LStories to obsess over. Discover now