Dulu, jarak adalah jembatan panjang sebagai pemisah antara kau dan aku
Ketika jarak sudah kita genggam, hal apalagi yang bisa kita jadikan alasan untuk saling meninggalkan
Ketika jarak terasa begitu jauh bisa kita lewati, semuanya bertahan diselimuti ketulusan
Tidak ada keraguan diantara kita, namun apa yang terjadi? Kenapa setelag bersama tubuh kita ditempat yang sama namun hati kita jauh ditempat yang berbeda?
Perbedaan, mungkin alasan terkuat untuk retaknya hubungan yang kita jalin susah payah.
Namun setiap dua insan yang disatukan, adalah dua orang yang berbeda jadi satu. Saling meneriman perbedaan dan kekurangan masing-masing.
Lantas setiap janji yang kita ucapkan dulu akan disembunyikan kemana?
Setiap rasa yang sudah terutara, setiap cinta yang sudah tertuang begitu banyaknya. Apa karena perbedaan kita harus saling melupa? Bukan kah dulu karena kita berbeda namun ingin bersama untuk jadi sama?
Untuk memulai sebuah hubungan saja kita perlu saling memantapkan rasa, yakin dan percaya. Apakah adil perpisahan itu kita jadikan solusi untuk masalah yang tengah menyelimuti?
Jangan, jangan lepaskan yang sudah sama-sama kita genggam
Jangan, jangan biarkan runtuh yang sudah sama-sama kita bangun
Jangan, jangan ada perpisahan hanya karena hubungan kita dalam masalah
Bukan solusi namanya.
Akan kan semudah itu kita menyerah, setelah jutaan usaha yang sama-sama sudah kita lakukan untuk bersama
Tak sedikit rasa yang saling kita kesampingkan, tak sedikit cerita yang saling kita tuliskan, tak sedikit pengorbanan yang saling kita lakukan dan tak sedikit juga ketulusan yang sudah saling kita bagi bersama.
Aku tidak tau bagaimana caranya untuk mengembalikan semua hal yang pernah kita sebut sebagai bahagia, aku juga tak ingin membiarkannya binasa begitu saja.
Ada banyak hal yang akan hilang jika kita berpisah, terutama rasa bahagia
Entah dimana lagi akan aku dapatkan bahagia seperti saat bersamamu, entah dimana lagi aku akan bisa menemukan nyaman saat berada didekatmu.
Mungkin tak akan lagi ada, yang sepertimu, atau yang serupa denganmu.
Jika bukan karena bahagia dan kau segalanya, untuk apa aku bertahan mati-matian demi hubungan kita.
Karena bagiku mencintaimu sudah menjadi terbiasa yang paling aku suka, menyayangimu adalah satu hal yang ingin selalu aku lakukan setiap harinya.
Semoga Tuhan akan memberikan ku sabar yang sangat kuat untuk menghadap semua sikap yang tunjukkan, semoga pengorbanan ku tak akan berkahir dengan air mata.
Aku hanya ingin kau dan kau, selalu kau, hanya ingin menghabiskan seluruh nyawaku bersamamu, selamanya...
