Januari, dua ribu sembilan bel—eh, salah. Maksudnya, Januari pada dua ribu dua puluh.
Suatu saat nanti coba diingat-ingat, kalau pada waktu di atas merupakan pertama kali kita bertemu di Prakata ini. Pertama kali kamu menemukan aku di acak-acaknya agloritma Wattpad. Hahaha.
Atau mungkin kamu sudah menyelesaikan semua bagian dari seluruh cerita di perpustakaanmu. Dan kamu sedang tidak online. Terus kamu jadi bosan, dan mencari-cari bagian mana dari perpustakaanmu yang bisa dibaca, dan kamu temukan bagian ini yang kamu lewati beberapa pekan lalu. Enggan membacanya. Hahaha. Tak apa.
Cerita ini bukan penawar stres. Tapi cukup berguna buat memangkas waktu. Di dalam sini ada kekecewaan manusia, tentang betapa sulitnya menjadi dewasa. Tapi waktu yang ia harapkan untuk diulang tak pernah membuat ia semakin bahagia. Kita semua pernah terpuruk, kecewa, jatuh, tapi percayalah... yang terjadi hari ini adalah yang terbaik yang pernah kita capai.
Bersenang-senanglah di hari ini, sebab hari ini tak pernah datang dua kali.
Juga, Daksa banyak berterima kasih pada @wpmwritingchallenge yang hadir tiba-tiba, jadi penyemangat buat nulis.
Dengan cinta—eh, dengan menyebut nama Tuhan yang maha pengasih, mari kita mulai...,
daksaruna.
YOU ARE READING
Glo-down!
FantasyHidup Sastra jungkir balik dalam sehari!! Sayangnya ia harus tetap tampak biasa saja di depan orang-orang. Sastra benci menjadi dewasa! Suatu ketika ia menemukan kotak musik antik di gudang bawah tanah rumah neneknya. Dunia seperti berputar di hadap...
