" Memang benar takdir Tuhan mampu mengubah apa yang telah umat-Nya rencanakan sebelumnya. Karena dibalik skenario yang Tuhan buat untuk kehidupan umat-Nya, pasti ada hal terindah yang tersembunyi dan akan indah pada
waktu-Nya. "
~Ghea Putri Pratama ~
" Ghea, om berharap kamu bisa menerima tujuan dan maksud baik ini, karena om melakukan semua ini demi putra om satu-satu nya ". Ucapnya.
Keringat dingin membasahi sekujur tubuh ku. Dikala kalimat tersebut selalu hadir di dalam mimpiku. Padahal aku sudah berusaha untuk tidak memikirkannya tapi entah kenapa kalimat tersebut selalu terlintas dalam pikiran bahkan muncul dalam setiap mimpiku. Aku mencoba menenangkan serta meyakinkan diriku bahwa semuanya akan baik-baik saja. Setelah aku merasa lebih tenang, aku beranjak bangun dan melihat jam di atas meja nakas samping tempat tidurku ternyata masih pukul 03.00 dini hari dan aku segera pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat tahajjud serta mengaji sambil menunggu waktu sholat subuh tiba.
🌸🌸🌸
Setelah melaksanakan sholat subuh tadi, aku langsung turun ke lantai bawah karena kebetulan kamar tidurku berada di lantai atas. Aku berniat pergi ke dapur untuk membantu mama ku seperti biasanya yakni memasak dan menata sarapan di meja makan. Ini adalah kegiatan ku setiap harinya sebelum bersiap-siap berangkat ke sekolah.
" Ghe, sudah gih sana lebih baik kamu mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Terus nanti kalau sudah selesai siap-siap nya langsung turun untuk sarapan bersama, soalnya kamu tahu sendiri kalau papa kamu enggak suka nunggu lama-lama". perintah mama kepadaku.
" Iya ma. Ghea pergi ke kamar dulu ya, mau mandi sekaligus siap-siap. Oh iya, mama sama papa duluan aja sarapan nya, nanti Ghea nyusul." jawab ku.
Selesainya aku dengan kegiatan mandi serta berpakaian dengan menggunakan atribut lengkap selayaknya siswi sekolah pada umumnya, yang di sempurnakan dengan make up natural hanya menggunakan bedak tabur bayi dan sedikit polesan liptint, aku menyusul turun dan bergabung untuk sarapan bersama dengan papa, mama, dan adik ku di ruang makan.
Dalam kegiatan sarapan bersama itu hanya terdengar suara dentingan sendok dan garpu yang beradu dengan piring. Tiba-tiba suara dentingan tersebut digantikan oleh suara papa yang mencoba membuka percakapan diantara kami semua yang berada dalam satu meja makan tersebut.
" Ghea, papa mau tanya setelah kamu lulus dari jenjang SMA kamu ingin melanjutkan pendidikan mu kemana nak? " tanya papa.
" Aku ingin melanjutkan pendidikan ku ke jejang sekolah kedinasan pa, karena Ghea memiliki cita-cita serta impian yakni ingin menjadi seorang Polwan." Jawab ku sambil tersenyum.
" Baik bila itu keputusan mu nak, papa hanya berpesan bila kamu menuntut pendidikan di Akpol kelak tuntutlah ilmu dengan penuh semangat serta bersungguh-sungguh. Papa dan mama hanya bisa mendukung sekaligus mendoakan mu nak." timpal papa.
" Dan semoga cita-cita serta impianmu itu bisa terkabul nak, tetapi apabila tidak bisa terkabul Ghea tidak boleh putus asa dan patah semangat ya nak. Karena mama yakin pasti ada pengganti yang lebih baik dari apa yang sebelumnya Ghea cita-cita dan impikan". tambah mama.
Aku hanya menanggapi dengan menganggukkan kepala patuh diselingi senyuman khas ku.
Kami melakukan sarapan bersama sekitar 10 menit lamanya dan sekarang waktu telah menunjukkan pukul 06.30. Aku serta adik ku segera bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah bersama dengan papa yang telah menunggu kami berdua di dalam mobil, kebetulan arah menuju kantor papa melewati sekolah adik dan sekolah ku.
Tidak lupa sebelum berangkat kami berdua mencium punggung tangan mama serta tidak lupa mengucapkan salam untuk pamit berangkat ke sekolah.
🌸🌸🌸
Sesampainya di sekolah aku langsung bergegas menuju ke kelas untuk menaruh tas dan bersiap untuk pergi ke lapangan karena akan dilaksanaknan upacara bendera rutin setiap hari senin.
Saat aku berjalan di koridor sekolah untuk menuju ke arah lapangan, aku sempat di kejutkan dengan kehadiran teman-teman ku yang secara tiba-tiba muncul dengan tingkah absurdnya di pagi hari yang cerah ini yang hampir membuat ku badmood dengan tingkah mereka itu.
Tapi untungnya aku masih memiliki stok tingkat kesabaran yang masih penuh jadi aku tidak berniat sedikitpun untuk menanggapi mereka.
Tanpa membuang-buang waktu, aku segera bergegas untuk pergi ke arah lapangan karena aku tidak ingin terlambat untuk mengikuti upacara bendera, hanya karena harus menghadapi tingkah unfaedah mereka.
Arin, Ani, dan Ifa yang menyadari bahwa aku telah melangkah jauh menuju lapangan langsung berlari untuk menyusulku.
🌸🌸🌸
Setelah upacara bendera usai aku dan teman-teman ku tidak langsung pergi menuju ke kelas, melainkan kami lebih memilih untuk pergi ke kantin karena masih ada waktu 10 menit yang tersisa sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
" Ghe, loe beneran setelah lulus SMA mau lanjut ambil pendidikan di Akpol? emangnya alasan apa yang membuat loe ngebet banget pengen jadi Polwan?" tanya Arin panjang kali lebar.
Aku yang baru saja duduk tidak langsung menjawab pertanyaan yang di lontarkan Arin kepadaku. Arin yang merasa terabaikan pertanyaannya langsung cemberut dan jangan lupa dengan wajah yang sudah kesal itu.
Aku sebenarnya gemas dengan sikap Arin bila dia sedang kesal seperti itu tapi aku lebih memilih fokus dengan acara minumku, seusai minum aku langsung menjawab pertanyaan yang sempat terabaikan itu.
" Iya, aku memang ingin melanjutkan pendidikan ku di Akpol setelah lulus dari SMA. Kalau kalian tanya alasannya kenapa aku pengen banget jadi Polwan, ya jawabanku hanya satu yakni menjadi Polwan adalah cita-cita serta impianku sejak kecil" jawab ku seadanya.
Ani dan Ifa lebih memilih diam dan menjadi pendengar setia percakapan ku dengan Arin, bukan tanpa alasan mereka tidak ikut menimpali percakapanku dengan Arin.
Melainkan mereka berdua fokus dengan makanan mereka masing-masing sebab sebelum berangat ke sekolah mereka belum sempat sarapan.
Seusai menunggu Ani dan Ifa selesai menghabiskan sarapannya dikantin, aku memutuskan untuk kembali ke kelas. Karena jam pelajaran pertama akan segera dimulai dalam waktu tiga menit lagi.
Tbc.
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Hai ini adalah cerita pertamaku di Wattpad. Aku berharap semoga banyak yang suka yah dengan cerita pertama aku ini😊😊
Dan maaf apabila terdapat banyak typo serta kalimat yang kurang nyambung. Karena saya juga manusia yang tak luput dari kesalahan sekaligus pemula dalam menulis cerita di dunia Wattpad.
Jangan lupa vote and comment nya yah, Ok..👌
Malang, 27 Januari 2020.
YOU ARE READING
Dear Capt
Teen Fiction✔️ JANGAN LUPA UNTUK FOLLOW AKUN WATTPAD AUTHOR DAHULU SEBELUM MEMBACA. Bagaimana jika tiba-tiba ada seorang Ayah dari lelaki yang tidak pernah di kenal sebelumnya datang dan bermaksud meminta izin kepada seorang gadis yang masih duduk di bangku SMA...
