One: tidak sengaja

34 1 0
                                        

Tring..
Tring..
Tring..

Mei yang sedang nyenyak tidur,mendengar alarm yang sudah berkoar koar,dengan terpaksa mei harus membuka matanya. "eughhh..udah azan belum yah"tanya pada diriya yang tidak mungkin mendapat jawaban.

Allahuakbar...allahuakbarr...

"Allahuakbar" gumamnya setelah mendengar azan yang dikumandangan dari masjid yang tidak jauh dari rumahnya,mei bergegas segera kekamar mandi membersihkan diri serta berwudhu dan segera menjalankan kewajiban nya sebagai seorang mulim.

Ceklek..

Pintu terbuka menampilkan seorang wanita separuh baya."Mei" panggil wanita itu.

"iya bun" jawab mei, yang memanggil itu Rana ia bundanya mei.

"udah rapi mei? Kalo udah sarapan dulu yuk" ajak bundanya lemah lembut

"iya bun,bunda duluan aja,nanti mei nyusul ,mei mau pakai sepatu dulu"

"iyaudah,cepet ya"

"siap bun"

Mei melirik jam nya dan melihat jam nunjukan pukul 6.20 yang masi ada waktu untuk sarapan.Mei keluar kamar ,dan langsung menyusul bunda nya,dan duduk disamping bundanya.

"bunda ko belum makan?"

"nungguin kamu kan"

"ish pake nungguin,maaf ya bun lama ya mei tadi" ucapnya

"gpp,udah nih makan" jawab bundanya sambil ngasi sepiring nasi goreng. "langsung makan,gausah banyak ngomong" lanjutnya seolah sudah tau apa yang mau mei lakukan ,mei yg mendengar itupun langsung bungkam tidak mau membantah.

"bun,udah siang nih ,kue nya udah? mei takut telat" tanya mei setelah menghabiskan 1 sendok terakhir makanannya.

"udah sayang,bunda taro di meja depan tadi "

"yaudah ,mei pamit ya bun,assalmualaikut" pamit mei sambil mencium tangan bundanya.

"hati hati syang ,waalaikum salam" jawab bundanya

Meiya hanya tinggal ber2 dengan bundanya ,ayahnya sudah meninggal sejak mei berusia 4tahun,Meisya terlahir dari keluarga sederhana,bundanya bekerja keras mejual kue untuk membiayai sekolah mei,dengan itu mei selalu membawa jualan kue buatan bundanya ,untuk dititipkan dikantin sekolanya.

*****

"makasi mang" ucap mei santun setelah membayar kepada supir angkot yang ia tumpangi "sama sama neng" jawab sang supir yang dikenal dengan sebutan mang udin.

Mei pun menulusuri koridor sekolah,banyak siswa yang berlalu lalang,waktu terus berjalan,dan sekolah mulai sangat ramai yang membuat mei merasa tidak nyaman,ia bergegas cepat hingga sampai dikantin.

Setelah sampai ia melihat sekeliling kantin 'untungnya,masi sepi' gumamnya

Mei langsung mergegas menuju tempat biasa dia menitipkan kue buatan bundanya.

"mang mei titip ini yah." ucap mei sambil mengangkat kotak kue nya.

"iya neng,taro aja disitu " jawab mang kantin ramah kepada mei

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Feb 01, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

meisyaStories to obsess over. Discover now